• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Rabu, 18 Mei 2022

Opini

Urgensi Pelajaran Bahasa Arab di Lembaga Pendidikan Ma'arif NU

Urgensi Pelajaran Bahasa Arab di Lembaga Pendidikan Ma'arif NU
Foto: Ilustrasi (istimewa)
Foto: Ilustrasi (istimewa)

Beberapa tahun yang lalu jagat sosial media ramai karena sebuah postingan tentang sandal yang bertulisan teks bahasa arab 'yamiin' dan 'syimaal' yang mempunyai arti kanan dan kiri mendapat komentar netizen salah satunya dari Dienz Ness "Jangnn diukir ayat Qur'an di sandal bro... Masa ayat suci diinjek???" dan komentar-komentar lain yang memarahi pengunggah foto karena dianggap menghina ayat suci.


Beberapa tahun berlalu saya kira hal seperti ini sudah tidak terjadi lagi, ternyata seiring dengan banyaknya produk fashion yang bercorak tulisan arab masih mendapat komentar serupa. Bahwa memakai sarung atau kerudung yang terdapat tulisan berbahasa Arab dianggap menista ayat Al-Qur'an. Saya pernah mengalami ketika memakai kaos dengan desain syair berbahasa Arab, setelah keluar dari kamar mandi masjid besar sebuah kota, saya dianggap telah menista ayat Al-Qur'an oleh bapak-bapak yang sedang mengantri di depan kamar mandi.


Beberapa hal tersebut menjadi sebuah renungan bagi warga negara Indonesia yang mayoritas muslim tapi tidak menggunakan bahasa arab dalam kehidupan sehari-hari bahwa belajar bahasa Arab itu penting. Salah satu tempat yang tepat untuk belajar bahasa Arab adalah di sekolah. Namun hingga saat ini bahasa arab menjadi mata pelajaran wajib dan sudah diterapkan secara menyeluruh baru di sekolah dan madrasah di bawah naungan kementerian agama.


Lembaga Pendidikan Ma'arif NU yang memiliki total 7.462 sekolah dan 12.674 madrasah di seluruh Indonesia (sumber : https://www.republika.co.id/berita/qc2dg4430/lp-maarif-nu-inventarisasi-sekolah-dan-madrasah) mempunyai posisi strategis sebagai pelopor lembaga pendidkan yang menginisiasi bahasa arab sebagai mata pelajaran wajib pada sekolah di berbagai jenjang. Atau paling tidak ditambahkan sebagai muatan lokal (mulok) wajib seperti mata pelajaran ke-NU-an. 


Apalagi sekarang sedang dimulai program 'Merdeka Belajar' dengan beban jam pelajaran yang lebih fleksibel. Memang sudah terdapat sekolah SMP, SMA, dan SMK Ma'arif NU yang menambah mata pelajaran bahasa arab namun kebanyakan merupakan sekolah yang berbasis pesantren, sekolah ma'arif yang tidak berbasis pesantren masih ada yang belum menerapkan mata pelajaran bahasa Arab. LP Ma'arif NU harus terus fastabiqul khairat dengan sekolah di bawah Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) atau sekolah boarding modern yang sudah menerapkan mata peajaran bahasa Arab di berbagai jenjang.


Selain kondisi nyata kasus yang terjadi pada masyarakat seperti yang dijelaskan pada awal tulisan ini, belajar bahasa Arab juga penting karena berbagai hal berikut:  


Bahasa Agama 
 

إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ قُرْءَٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ


"Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur'an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya"


Kalimat لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ ini mempunyai makna agar kamu memahaminya mempunyai penjelasan pentingnya bahasa arab. Awalnya bahasa arab memang dinisbatkan untuk suatu daerah atau negara tertentu tetapi kemudian bahasa arab kini memiliki keistimewaan karena dipilih oleh Allah SWT sebagai bahasa semua umat manusia disebabkan agama islam merupakan agama untuk semua manusia. Habib Ali Zaenal Abidin Al-Hamid menjelaskan bahwa ayat tersebut memberikan sentuhan halus memberitahukan bahwa Al-Qur'an tidak mungkin bisa dipahami jika tidak belajar bahasa arab, karena bahasa arab adalah wasilah (jalan) untuk memahami indahnya Al-Qur'an.


Bahasa Internasional


Bahasa arab termasuk bahasa Internasional yang sudah diresmikan oleh UNESCO pada tanggal 18 Desember 1973. Bahkan mulai pada 18 Desember 2010 tanggal tersebut dijadikan sebagai Hari Bahasa Arab Internasional. Sehingga bahasa Arab kini dibutuhkan di berbagai sektor. Maka sangat bermanfaat jika kita belajar bahasa Arab, salah satu manfaatnya adalah agar dapat berkomunikasi dengan banyak orang diberbagai negara dan tentu bisa menambah kualitas diri ketika melamar pekerjaan di banyak bidang baik di bidang pendidikan, ekonomi, travel, kedutaan, maupun berbagai instansi terkait lainnya.


Ketika sudah memahami posisi bahasa arab tersebut (bahasa arab sebagai bahasa agama sekaligus sebagai bahasa Internasional) maka akan sangat tepat jika LP Ma'arif   NU menambahkan bahasa arab sebagai mata pelajaran wajib di berbagai jenjang pendidikan dalam rangka membantu menciptakan kader bangsa yang tawasuth, tawazun, tasamuh, dan i'tidal. Wallahu a'lam bis shawab

 

Ali Mufti, mahasiswa PBA S2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pengurus Pimpinan Ranting GP Ansor Windunegara, Wangon, Banyumas 


Opini Terbaru