• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 9 Desember 2022

Opini

Bulan Ramadhan, Bulan Suci Penuh Pengampunan Dosa 

Bulan Ramadhan, Bulan Suci Penuh Pengampunan Dosa 
Foto: Ilustrasi (nu online)
Foto: Ilustrasi (nu online)

Bulan Ramadhan bagi umat muslim menjadikan bulan yang sangat istimewa dan paling baik untuk menghapus dosa-dosa yang telah dilakukan. Hal ini menjadi salah satu keutamaan di bulan Ramadhan, karena bulan Ramadhan adalah waktu yang baik untuk mengambil kesempatan untuk bertaubat kepada Allah SWT. 


Bulan Suci Ramadhan telah disambut dengan sukacita pada Ahad 3 April 2022 yang lalu, meskipun di tengah-tengah situasi pandemik Covid-19 yang tak kunjung selesai dan berbagai macam cobaan yang mendera segenap umat Islam di seluruh dunia. Oleh karena itu, segala macam cobaan dan ujian merupakan sebagai penebusan dosa-dosa setiap yang pernah kita lakukan. Makna tersirat dari bulan Ramadhan bagi umat Islam adalah sebagai bulan pengampunan dosa. 


Di dalam Al-Qur’an ampunan (Al-Magfirah) memakai alif lam sebanyak dua kali sedangkan kata maghfirah (tanpa alif lam) sebanyak tujuh belas kali sementara apabila dari semua kata tersebut dari kata dasarnya (musytaq) disebutkan sebanyak 234 kali. Oleh karena itu, hampir pada setiap lembaran Al-Qur’an berisi tentang kata-kata ampunan. 

Sebagaimana firman Allah SWT menyeru kepada hamba-hambanya untuk memohon dan memperoleh ampunan dari Allah SWT:
 

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكٰتِ حَتّٰى يُؤْمِنَّ ۗ وَلَاَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكَةٍ وَّلَوْ اَعْجَبَتْكُمْ ۚ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَتّٰى يُؤْمِنُوْا ۗ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكٍ وَّلَوْ اَعْجَبَكُمْ ۗ اُولٰۤىِٕكَ يَدْعُوْنَ اِلَى النَّارِ ۖ وَاللّٰهُ يَدْعُوْٓا اِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِاِذْنِهٖۚ وَيُبَيِّنُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ ࣖ - ٢٢١


Artinya: "Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran. (QS Al-Baqarah: 221)


Selain itu, di dalam Al-Qur’an telah diterangkan pula Allah SWT menyuruh agar kaum Muslimin bersegera meminta ampun kepada-Nya bila sewaktu-waktu berbuat dosa dan maksiat, karena manusia tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Seorang Muslim tidak akan mau mengerjakan perbuatan yang dilarang, tetapi kadang-kadang karena kuatnya godaan dan tipu daya setan dia terjerumus ke dalam jurang maksiat, kemudian ketika sadar akan kesalahannya dan menyesal atas perbuatan itu dia lalu bertobat dan mohon ampun kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan mengampuni dosanya. Allah SWT adalah Maha Penerima taubat dan Maha Pengampun dan Maha Penyayang. 


Salah satu sikap seorang muslim dalam menaati dan mematuhi perintah Allah SWT dan Rasul-Nya dengan cara menjauhi segala larangan-Nya dan segera bertaubat bila jatuh ke jurang dosa dan maksiat, maka Allah SWT akan mengampuni dosanya dan akan memasukkannya nanti di akhirat ke dalam surga yang teramat luas sebagai balasan atas amal kebaikan yang telah dikerjakannya di dunia yaitu surga yang disediakan-Nya untuk orang yang bertakwa. 


Allah SWT berfirman:

۞ وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ - ١٣٣


Artinya: "Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa." (QS Ali Imran : 133)


Setelah diperintahkan taat kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW, umat Islam diperintahkan juga untuk berlomba-lomba dalam meningkatkan kualitas ketakwaan. Dan bersegeralah kamu dengan saling mendahului untuk mencari ampunan dari Tuhanmu dengan menyadari kesalahan dan tidak mengulangi kesalahan yang sama, dan mengerjakan amalan-amalan yang diridai Allah untuk mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, yang taat menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Melalui berbagai aktivitas ibadah di bulan Ramadhan Allah SWT menghapuskan dosa kita. Di antaranya adalah puasa Ramadhan, sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW:

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ وَالْمُحَارِبِيُّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَقَامَهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ الَّذِي رَوَاهُ أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ مِثْلَ رِوَايَةِ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَيَّاشٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ أَبِي بَكْرٍ قَالَ وَسَأَلْتُ مُحَمَّدَ بْنَ إِسْمَعِيلَ عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ فَقَالَ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ الرَّبِيعِ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُجَاهِدٍ قَوْلَهُ إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ قَالَ مُحَمَّدٌ وَهَذَا أَصَحُّ عِنْدِي مِنْ حَدِيثِ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَيَّاشٍ


Artinya: "Telah menceritakan kepada kami Hannad telah menceritakan kepada kami 'Abdah dan Al Muharibi dari Muhammad bin Amru dari Abu   Salamah dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala dari Allah Taala niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan barang siapa yang shalat pada malam lailatul qadar niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (dosa kecil) ". 


Ini merupakan hadits shahih. Abu Isa berkata, hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Abu Bakar bin Ayyasy merupakan hadits gharib, kami tidak mengetahui seperti riwayat Abu Bakar bin Ayyasy dari A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah kecuali dari riwayatnya Abu Bakar. Dia (perawi) berkata, saya bertanya kepada Muhammad bin Isma'il tentang hadits ini, dia menjawab, telah menceritakan kepada kami Hasan bin Rabi' telah menceritakan kepada kami Al-Ahwash dari A'masy dari Mujahid mengenai sabdanya: "Pada malam pertama di bulan Ramadlan..." lalu dia menuturkan hadits di atas. Muhammad berkata, riwayat ini menurutku lebih shahih dari riwayat Abu Bakr bin 'Ayyasy. (Hadits Jami' At-Tirmidzi No. 619)


Setiap umat Islam diseluruh dunia pasti sangat merasakan kegembiraan yang begitu luar biasanya dengan kedatangan bulan Ramadhan, karena diyakini bahwa bulan Ramadhan mempunyai banyak keutamaan dan kemuliaan. Keberkahan pada bulan Ramadhan merupakan anugerah dari Allah SWT kepada seluruh umat Nabi Muhammad SAW sebagai bulan ibadah dan amal kebaikan yang Allah SWT lipat gandakan pahalanya bagi siapapun yang mengisinya dengan ibadah dan amal shaleh. Ibadah puasa di bulan mulia ini, diwajibkan untuk orang-orang yang beriman di seluruh dunia bukan sekadar ibadah. Ibadah puasa di bulan Ramadhan sangat berbeda dengan ibadah lain. Sebab puasa adalah ibadah rahasia. Artinya orang yang berpuasa atau tidak, hanyalah orang berpuasa sendiri dan Allah saja yang mengetahuinya. 


Sebagai gambaran bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan penyemangat, bulan yang mengisi kembali baterai jiwa pada setiap muslim yang kian meredup agar kembali bercahaya dan terisi jiwa-jiwa muslim yang kuat. Tentunya dapat termotivasi kembali untuk meningkatkan segala amal ibadah, karena bulan suci Ramadhan sebagai syahrul ibadah, maka harus kita maknai dengan semangat pelaksanaan ibadah yang sempurna dan Ramadhan sebagai syahrul fath, bulan kemenangan yang kita maknai dengan kemenangan kebaikan atas segala keburukan dan tindakan yang merugikan orang lain, kemudian Ramadhan sebagai syahrul huda, artinya sebagai bulan petunjuk agar kita dapat implementasikan dengan semangat mengajak menuju fastabiqul khairat, Bulan Ramadhan sebagai bulan syahrus salam, kita maknai seraya mempromosikan perdamaian dan keteduhan, Ramadhan sebagai syahrul jihad bulannya perjuangan, harus kita realisasikan dengan perjuangan menentang kedzaliman dan ketidakadilan yang terjadi di muka bumi ini, dan Ramadhan bulannya kesabaran, maka kita harus melatih diri untuk bersabar dalam menjalani aktivitas hidup bertetangga dan bermasyarakat, dan yang terakhir Ramadhan adalah syarul maghfirah, bulan di mana limpahan  penuh dengan ampunan dari Allah SWT.


Bulan suci Ramadhan ini mari kita sambut seraya berekspresi penuh kegembiraan dengan hati dan perasaan bersih dan juga suci, kita semua telah memohon ampunan kepada Allah SWT juga telah melakukan kunjungan silaturahim kepada orang tua, dan telah pula bermaaf-maafan di antara sesama kita, tentunya kita semua berharap dapat mengisi hari-hari di bulan ramadhan dengan meningkatkan amal ibadah, baik yang amal ibadah yang wajib maupun amal ibadah yang sunah. Karena Allah SWT telah menjanjikan pahala yang sangat besar kepada siapapun yang melaksanakan ibadah dengan niat yang tulus ikhlas di bulan yang penuh berkah ini. Aaamiiin Wallahu a’lam bis shawab



A’isy Hanif Firdaus, Sekretaris Umum Ikatan Keluarga Al-Fajar (Babakan-Tegal), Sekretaris PR IPNU Dukuh Kedawon, Lembaga Pers dan Penerbitan PAC IPNU Larangan, Kabupaten Brebes, aktivis Kopi Nusantara 


Opini Terbaru