• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 4 Desember 2022

Sosok

Maftuh Kader Nahdliyin Brebes Ukir Prestasi Tingkat Nasional

Maftuh Kader Nahdliyin Brebes Ukir Prestasi Tingkat Nasional
Maftuh (kiri) kader Nahdliyin Brebes ukir prestasi tingkat nasional (Foto: NU Online Jateng/Wasdiun)
Maftuh (kiri) kader Nahdliyin Brebes ukir prestasi tingkat nasional (Foto: NU Online Jateng/Wasdiun)

Untuk kedua kalinya, kader Nahdliyin Maftuh Basthul Birri pelajar Madrasah Tsnawiyah Negeri (MTsN) 2 Brebes berhasil meraih juara 3 dengan raihan medali perunggu pada Kompetisi Bahasa Arab Nasional (Kombanas) ke-5 yang digelar Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab se-Indonesia, di Jakarta, Sabtu (4-6/11) lalu. 


Meski baru meraih juara 3 tetapi sangat membanggakan dan mengharumkan madrasah, Kabupaten Brebes dan Provinsi Jawa Tengah. “Tahun lalu, saya juga juara 3 tapi lombanya online karena masa pandemi Covid-19, tahun ini offline, berlomba di Jakarta,” tutur Maftuh kepada NU Online Jateng, Sabtu (12/11/2022).


Maftuh menceritakan kalau dirinya telah melewati jenjang perlombaan dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Menurutnya, ada sesuatu yang menjadikan dirinya semangat menempuh jenjang tersebut yakni harus mencapai target juara nasional. Dia meraih juara 1 tingkat Kabupaten pada 6 Agustus, juara 1 provinsi pada 3 September di Sukoharjo dan juara 3 tingkat nasional di Jakarta pada 4-6 November 2022,” terang Maftuh.  


“Saya percaya, kalau usaha tidak akan menghianati hasil, terbukti saya berhasil meraih juara 3 setelah melalui perjuangan yang sangat melelahkan,” ungkap Maftuh yang saat ini masih duduk di bangku kelas 9 exelent.  


Atas keberhasilan tersebut, Maftuh berterima kasih kepada kedua orang tua, guru dan teman-temennya karena doa yang telah diberikan sehingga bisa menorehkan prestasi. “Berkat doa orang tua, bapak ibu guru dan temen-temen, Alhamdulillah saya mendapatkan juara 3 tingkat nasional di Kombanas ke-5,” tuturnya.


Anak pasangan Fatikhin dan Siti Marwati berupaya keras ketika di rumahnya Desa Luwungragi RT 04 RW I setiap hari belajar bahasa Arab. Termasuk saat duduk di bangku Kelas 8 Mumtaz dan 9 Exelent dia selalu menyimak pelajaran yang di berikan gurunya.


Maftuh yang kelahiran Brebes, 26 Desember 2008 sekarang tidak berada di rumah, karena nyantri menempati asrama Boarding School MTsN 2 Brebes. Dengan mengikuti program boarding school, Maftuh merasakan kalau waktu yang tersedia cukup banyak dan digunakan semaksimal mungkin, tanpa ada waktu untuk bermain seenaknya. “Sejak kelas 8 saya mengikuti pesantren sekolah atau boarding school,” ungkapnya.


Dia bercerita kalau dalam keseharian sering bercakap-cakap dalam Bahasa Arab. Ketika mengaji juga menelaah kata demi kata sehingga paham betul arti bahasa Arab yang terkandung didalamnya. Maftuh menyukai Bahasa Arab sejak di jenjang SD, karena senang berbahasa Arab dan sering mengikuti lomba pidato. Di dalam pidatonya harus diselingi hafalan hadits dan Qur'an sebagai pelengkap dan agar lebih menarik.


Kegemarannya pada Bahasa Arab menjadikan Maftuh gemar membaca dan menghafal Al-Qur'an. Hingga saaat ini Maftuh hafal Ak-Qur'an sampai 6 Juz yakni hafal juz 1,2,3,4, 29 dan 30. 


Maftuh yang bercita-cita menjadi ustadz itu menceritakan kalau dirinya harus menguasai Maharatul Istima (Listening), Maharatul Qiraah (reading), Maharatul Kalam (Speaking) dan Maharatul Kitabah (Writing).


Kepala MTsN 2 Brebes Ahmad Zahid yang juga Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal itu mengaku gembira atas torehan prestasi yang telah diukir anak didiknya. Zahid melihat, dalam diri Maftuh ada upaya maksimal berupa ikhtiar yang selebihnya pasrahkan kepada Allah SWT. “Saya menginginkan apa yang telah dicapai Maftuh bisa memacu munculnya Maftuh-Maftuh yang lain,” kata Zahid.


Zahid berjanji akan memberikan reward atas prestasi yang telah dicapai oleh para siswa maupun guru-guru di madrasahnya. Zahid berkeyakinan akan banyak muncul siswa dan guru yang berprestasi sehingga membawa keharuman Jawa Tengah, dan Brebes khususnya. 


Untuk mewujudkan berbagai torehan prestasi, Zahid memprogramkan secara khusus di bidang akademik dan non akademik. Untuk program akademik dia mengidentifikasi anak-anak yang berprestasi untuk dieksplor kemampuannya.  Tidak berarti lanjutnya, mengabaikan anak-anak dalam tanda kutip yang tertinggal. Dan untuk yang tertinggal disediakan bengkel setiap mata pelajaran.


“Baik yang punya potensi maupun yang kebetulan potensinya kurang, sama-sama mendapatkan perhatian dari madrasah,” pungkasnya. 


Penulis: Wasdiun


Sosok Terbaru