• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Kamis, 30 Juni 2022

Sosok

Jadi Percontohan, Kader Ansor Dawe Kudus Sukses Usaha Ternak Kambing Tanpa 'Ngarit'

Jadi Percontohan, Kader Ansor Dawe Kudus Sukses Usaha Ternak Kambing Tanpa 'Ngarit'
Sumadi dan latar belakang kandang kambingnya (Foto: Dok)
Sumadi dan latar belakang kandang kambingnya (Foto: Dok)

Kudus, NU Online Jateng
Kader Ansor Dawe, Kabupaten Kudus Sumadi punya kisah unik saat memutuskan untuk menekuni usaha ternak kambing. Hal itu ia ceritakan dalam video pendek yang ditayangkan oleh kanal MWCNU Dawe di Youtube belum lama ini. Hingga berita ini ditulis, video tersebut telah ditonton oleh lebih dari 10.000 kali.


Sumadi menceritakan ketertarikannya pada usaha ternak justru baru muncul ketika memasuki pandemi Covid-19. Banyaknya waktu luang menjadi alasan utama ia mencoba hal baru yang belum pernah ia tekuni sebelumnya.


“Awalnya memang ketika pandemi itu. Saya sering di rumah, banyak waktu luang. Kemudian saya berpikir untuk belajar ternak kambing ini,” ujar Sumadi, Kamis (3/6).


Ia juga mengaku tak mengira akan bisa melakoni usaha ternak kambing itu. Berternak yang ia kira rumit karena harus mencari pakan (jawa : ngarit) ternyata tidak demikian. Ia banyak belajar praktik ternak kambing yang tidak repot. Bahkan mencari pakan sekali dua kali dalam waktu sebulan saja sudah bisa.


“Bahkan sebulan cuma dua kali saja bisa, dedaunan apa saja juga bisa jadi pakan. Jadi memang sangat simpel,” kata dia.


Sumadi bahkan mengaku sering memanfaatkan daun rempah laos atau dedaunan hasil rimbasan penjual kayu. Dari situ kemudian ia olah dengan teknik silase. Yakni dengan cara mencacah daun-daun tersebut kemudian menimbunnya di dalam drum. 


“Hanya dicacah saja, kecil-kecil, terus dimasukkan ke dalam drum lalu tutup rapat-rapat, biarkan selama beberapa jam,” jelasnya.


Teknik ini imbuh Sumadi, cukup hemat dalam segi waktu maupun pakan ternak itu sendiri. Ia tidak harus memberikan pakan tersebut setiap jam, tapi berkala, yaitu pagi dan sore saja. Kendati begitu, kambing-kambingnya sehat dan tidak berisik meminta pakan. Dagingnya pun baik dan kandangnya bersih karena tidak ada sisa pakan yang terbuang sia-sia. 


“Dengan teknik ini kambing juga tidak banyak mengeluarkan kotoran. Jadi ini sangat bisa dilakukan oleh kader Ansor lain untuk program kemandirian ekonomi sampingan misalnya,” seloroh Sumadi.


Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Dawe Khoerur Rozikin merencanakan langkah serupa sebagai program unggulan dalam bidang kemandirian ekonomi. Menurutnya, cerita sukses Sumadi ini akan jadi percontohan bagi kader lainnya untuk mencoba hal yang sama.


“Saat ini kita sedang merancang agenda pelatihan ternak untuk kader Ansor, setelah itu kita akan coba usahakan modalnya kemudian kita dampingi,” pungkas Rozikin. 


Kontributor: M Farid
 


Sosok Terbaru