• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Sabtu, 24 Februari 2024

Opini

Membedah Pemikiran KH Hasyim Asy'ari terhadap Pendidikan Islam

Membedah Pemikiran KH Hasyim Asy'ari terhadap Pendidikan Islam
Almaghfurlah Hadratus Syekh KH Hasyim Asy'ari (nu online)
Almaghfurlah Hadratus Syekh KH Hasyim Asy'ari (nu online)

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan visi masyarakat. Salah satu tokoh yang memiliki pengaruh besar terhadap pemikiran pendidikan di Indonesia adalah KH Hasyim Asy'ari. Kiai Hasyim merupakan seorang ulama dan pemimpin Nahdlatul Ulama (NU) di awal berdiri. Pemikirannya yang mendalam dan visionernya telah memberikan sumbangan yang sangat signifikan dalam mengembangkan sistem pendidikan Islam di Indonesia. Dalam kiprahnya tidak hanya dikenal sebagai tokoh agama, tetapi juga sebagai pemikir yang kritis terhadap peran pendidikan dalam pembentukan karakter umat Islam. Pemikirannya terkait pendidikan mencerminkan upaya untuk menyelaraskan ajaran Islam dengan perkembangan zaman, sekaligus mempertahankan nilai-nilai keislaman yang murni. Dalam bidang pendidikan, perjuangannya diawali ketika ia mendirikan pesantren di daerah Tebuireng. 


KH Hasyim Asy’ari memiliki nama lengkap Mohammad Hasyim, Muhammad Hasyim adalah nama kecil pemberian orang tuanya. Kiai Hayim lahir di Desa Gedang, sebelah timur Jombang pada tanggal 24 Dzulqa’dah 1287 H atau bertepatan dengan 14 Februari 187. M Asy’ari merupakan nama ayahnya yang berasal dari Demak dan juga pendiri pesantren di daerah Jombang. Pendidikan pesantren dimulai pada umur 15 tahun dengan berkelana mencari pengetahuan agama Islam ke beberapa pesantren. Di antaranya Pesantren Wonokoyo Probolinggo, Pesantren Langitan Tuban, Pesantren Trenggilis Semarang, Pesantren Kademangan Bangkalan Madura, dan Pesantren Siwalan-Surabaya. Di Bangkalan ia  belajar tata bahasa, sastra Arab, fiqh dan sufisme dari Kiai Kholil selama 3 bulan. Kemudian KH Hasyim Asy’ari pergi ke Hijaz guna melanjutkan belajar.


KH Hasyim Asy’ari wafat pada tanggal 7 Ramadhan 1366/25 Juli 1947 karena terkena tekanan darah tinggi. Kiai Hasyim wafat setelah mendapatkan kabar bahwa Singosari telah direbut yang menyebabkan beliau terkejut hingga jatuh pingsan. Meskipun dokter datang, nyawanya tidak dapat diselamatkan, dan dimakamkan di kompleks Pesantren Tebuireng, Diwek, Jombang. 


Pengertian Pendidikan Islam

 
Pendidikan Islam dapat diartikan sebagai suatu proses pemberian bimbingan dan pengajaran kepada peserta didik dalam rangka meningkatkan kualitas potensi iman, intelektual, kepribadian dan keterampilan peserta didik sebagai bentuk penyiapan kehidupan ke depan yang berdasarkan ajaran Islam. Atau pendidikan Islam juga dapat didefinisikan sebagai suatu proses atau usaha yang dilakukan secara sadar untuk membina, mengarahkan dan mengembangkan secara optimal fitrah atau potensi manusia dalam segenap aspek, baik dari segi jasmani ataupun rohani yang berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.


Pendidikan Islam didasarkan pada ajaran agama Islam yang terkandung dalam Al-Qur'an sebagai kitab suci, dan hadits sebagai petunjuk dari ajaran Nabi Muhammad SAW. Pendidikan Islam ini mencakup pemahaman terhadap prinsip-prinsip tauhid (keyakinan akan satu Tuhan), ibadah, akhlak mulia, dan hukum-hukum Islam. kemudian Pendidikan Islam juga merupakan proses bimbingan kepada manusia yang mencakup jasmani dan rohani yang berdasarkan pada ajaran dan dogma agama Islam agar terbentuk kepribadian yang utama menurut aturan Islam dalam kehidupannya sehingga kelak memperoleh kepribadian yang baik dan bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat.


Konsep Pendidikan Islam di Indonesia 


Konsep pendidikan Islam di Indonesia menggabungkan aspek spiritual, intelektual, dan moral untuk membentuk individu yang berilmu, berakhlak mulia, dan berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. Pendidikan Islam di Indonesia ini merupakan sistem pendidikan yang dikembangkan dari dan semangati oleh ajaran dan nilai-nilai Islam. Pendidikan Islam di Indonesia juga  dapat dikelompokkan ke dalam lima jenis, yaitu pesantren atau madrasah diniyah, sekolah Islam, pesantren modern, lembaga pendidikan Islam nonformal, dan pendidikan Islam di perguruan tinggi. Proses kependidikan Islam juga berusaha merealisasikan misi Islam dalam tiap pribadi manusia, yaitu menjadikan manusia sejahtera dan bahagia dalam cita-cita Islamyang mencerminkan nilai-nilai normatif dari Allah yang bersifat abadi dan absolut, dan tidak mengikuti selera nafsu dan budaya manusia yang berubah-ubah menurut tempat dan waktu.


Konsep Pendidikan Islam KH Hasyim Asy’ari


Pemikiran pendidikan Islam menurut KH Hasyim Asy'ari mencakup konsep-konsep teologis, metode pengajaran, dan tujuan akhir pendidikan. Kiai Hasyim menekankan pentingnya Al-Qur'an dan sunnah Nabi Muhammad sebagai landasan utama dalam penyelenggaraan pendidikan Islam. Selain itu, KH Hasyim Asy'ari juga menekankan pentingnya pendidikan karakter, moral, dan etika, serta pengembangan potensi siswa secara holistik. Tujuan akhir pendidikan Islam menurutnya adalah terbentuknya kepribadian muslim yang baik. Pemikiran ini telah menjadi landasan dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. 


Menurut KH Hasyim Asy'ari, hubungan antara pendidikan dengan Islam itu sebenarnya  dilihat dari signifikansi pendidikan dalam upaya memanusiakan manusia seutuhnya, yakni menjadi makhluk yang takut atau bertaqwa kepada Allah Swt dengan sebenar-benarnya menjalankan segala perintah-Nya, siap menegakkan keadilan di muka bumi, dan beramal saleh. Oleh karena itu, Kiai Hasyim berpikir bahwa dakwah harus menyentuh masyarakat yang masih jauh dari pesan Islam. Selain itu, KH Hasyim Asy'ari juga memiliki konsep pendidikan Islam yang menekankan pada kelebihan ilmu dan ilmuwan, tanggung jawab dan tugas peserta didik, serta tanggung jawab dan tugas pendidik untuk memanusiakan manusia, karena sebagai wahana dalam memerdekakan dan pembebasan manusia.

 
Bisa kita simpulkan bahwa pemikiran KH Hasyim Asy'ari ini memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap pendidikan Islam di Indonesia. Kontribusinya meliputi berbagai aspek, seperti signifikasi pendidikan, tujuan pendidikan, karakter guru, tugas dan tanggung jawab guru, serta metode pembelajaran. Sehingga pendidikan Islam menurut dia adalah pendidikan manusia yang akan sadar dengan sendirinya serta mengetahui hakikat manusia diciptakan oleh Tuhan. Dan tujuan diberikannya sebuah pendidikan Islam pada setiap manusia adalah menjadi insan sempurna yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pendidikan Islam yang dianutnya diarahkan untuk mempersiapkan generasi yang mampu berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan nasional yang menjadi landasan filosofis dan pedagogis bagi sistem pendidikan Islam di Indonesia. Wallahu a'lam bis shawab


Muhammad Akmal Avisena, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung


Opini Terbaru