• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Senin, 17 Juni 2024

Nasional

Temui PBNU, RMI Jateng Bahas Sinergitas Madin dengan Pesantren

Temui PBNU, RMI Jateng Bahas Sinergitas Madin dengan Pesantren
KH Zulfa Mustofa (kiri) dan KH Nur Machin (Dok. RMINU Jateng)
KH Zulfa Mustofa (kiri) dan KH Nur Machin (Dok. RMINU Jateng)

Semarang, NU Online Jateng
Wakil Ketua Umum Bidang Keagamaan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa menegaskan bahwa perlu adanya sinergitas dalam pengelolaan Madrasah Diniyah (Madin), khususnya di dalam lingkup pesantren.

“Madrasah Diniyah harus kita tangani bersama. Jangan sampai tidak terurus bagian dari NU ini,” kata Kiai Zulfa di kediamannya di daerah Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (19/4).

Disampaikan, saat menerima kunjungan Pengurus Wilayah (PW) Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah tersebut, Kiai Zulfa mengatakan, perlu adanya sinkronisasi antara Pengurus Wilayah NU (PWNU), Pengurus Cabang NU (PCNU), dan seterusnya itu dalam satu orkestrasi dirijen dari PBNU.

"Termasuk Banom, Lembaga, dan Badan Khusus. Nah, saya support untuk bidang keagamaan," ungkap Pengasuh Majelis Taklim Darul Musthofa itu.

Dalam kunjungan tersebut, dibahas mengenai penataan kaderisasi pesantren dengan baik, yakni idealnya mesti dimulai dari TPQ, kemudian Madin dan dilanjutkan ke pesantren.

"RMINU Jateng sudah membuat rancangan sistem pengelolaan Madin yang baik. Maka, bila belum ada metode dari RMI yang lain yang lebih baik, bisa kita pilih untuk dijadikan sistem pengelolaan Madin secara nasional," ucapnya.

Ketua PW RMINU Jateng, KH Nur Machin Chudlori (Gus Machin) menyampaikan sesuai dengan hasil Muktamar NU di Lampung, RMINU memiliki beberapa tugas utama. Di antaranya terkait pengelolaan Madin dan tafaqquh fiddin bagi santri agar tetap kokoh.

"Setelah diaplikasikan dalam bentuk program, ternyata banyak hal yang harus dilakukan. Termasuk soal penurunan jumlah santri baru yang masuk ke pesantren menjadi kendala tersendiri bagi pesantren untuk ke depan dalam memproduksi kiai. Hal ini menurut kami dimulai dari pengajaran kutubut turats yang ditinggalkan Madin," ungkap Gus Machin.

Selain itu ia juga melaporkan perkembangan pergerakan di RMINU Jateng. Di antaranya telah menerbitkan buku Pedoman Madrasah Diniyah Nahdlatul Ulama yang sudah masuk cetakan kedua, pada April ini.

"Untuk santri kami telah mencetak buku Ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah jilid 1 dan 2, untuk Madin Awaliyah dan Ula. Ketiga buku ini sudah terdistribusi ke dua puluh enam cabang," terangnya.

Dipaparkan pula, data jumlah Madin yang tercatat oleh Kanwil Kemenag Jateng pada tahun 2021 lalu, sebanyak 11.461 dan memiliki perimbangan antara wilayah pantura dan jalur selatan. Namun, memiliki karakter keilmuan kuat di pantura.


Foto bersama KH Zulfa Mustofa dan PW RMINU Jateng

Rumah Besar

Direktur Madin PW RMINU Jateng KH Fadhlullah Turmudzi menambahkan, pengelolaan Madin NU ini akan berpengaruh pada perkembangan pesantren. "Menghidupkan Madin NU, secara tidak langsung akan menjalankan roda pesantren. Bahwa secara tidak langsung pesantren adalah NU kecil dan NU adalah pesantren besar. Keduanya, merupakan rumah besar yang nyaman bagi nahdliyin," ujar dia.

Ia juga ikut menyayangkan fenomena yang terjadi di masyarakat, terkait penurunan minat untuk belajar di Madin. “Diakui atau tidak, anak-anak setingkat sekolah menengah sudah tidak mau mengaji di Madin,” pungkasnya.

Kontributor: Mukhamad Zulfa


Nasional Terbaru