• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Kamis, 23 Mei 2024

Nasional

PBNU Desak Pemerintah Tutup Judi Online

PBNU Desak Pemerintah Tutup Judi Online
Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa saat hadir di Kanzus Sholawat Kota Pekalongan (Foto: NU Online Jateng/M Ngisom Al-Barony)
Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa saat hadir di Kanzus Sholawat Kota Pekalongan (Foto: NU Online Jateng/M Ngisom Al-Barony)

Pekalongan, NU Online Jateng
Wakil Ketua Umum (Waketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zulfa Mustofa mendesak pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) untuk secepatnya menutup judi online yang semakin marak di tanah air.


"Pemerintah perlu menggunakan tangan besinya untuk bisa memberantas judi online di Indonesia yang semakin meresahkan. Jangan berlindung di balik kecanggihan teknologi, sehingga pemerintah susah mengontrolnya," tegasnya.


Permintaan itu disampaikan Kiai Zulfa di hadapan Dirjen Informasi dan Komunikasi Kemenkominfo dalam acara yang dibalut dengan kegiatan Halal Bihalal Jamiyah Ratibul Kubro Kota Pekalongan di Kanzus Sholawat Kota Pekalongan, Selasa (7/5/2024) malam. 


Menurut Kia Zulfa yang pernah mengenyam pendidikan di MA Salafiyah Simbangkulon, Kabupaten Pekalongan, teknologi memiliki 2 sisi mata uang yakni posisi positif dan negatif dalam pemanfaatan jaringan online.


"Akan tetapi pemerintah dengan segala kekuatannya sesungguhnya bisa, maka kita menunggu niat baik pemerintah bisa menggunakan segala kewenangannya," ucapnya.


Saat ini sambungnya kehidupan masyarakat sungguh sangat memprihatinkan, yang miskin tambah miskin. Sudah begitu bandar judi online danbandar narkoba justru dilindungi oleh oknum-oknum pejabat yang tidak bertanggung jawab.
 


"Mari kita percayakan kepada pemerintahan sekarang dan yang baru untuk secepatnya memberantas judi online dengan satgas yang dibentuknya," ungkapnya.

  
Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo Usman Kansong mengajak para pegiat media sosial untuk menyampaikan nilai demokrasi kebangsaan di medianya. 


Menurutnya, media sosial memainkan peran pentingnya dalam kehidupan sosial dan transisi demokrasi di banyak negara. Kecenderungan semacam itu, juga berlangsung di Indonesia, bahkan mendorong demokrasi berlangsung lebih baik yang dibarengi dengan berbagai aspek dan konsekuensi ikutannya. 


"Mari kita menjadikan media sosial sebagai ruang untuk menyampaikan informasi yang positif dan juga menyebarkan optimisme," ucapnya. 


Selama ini lanjutnya, bahaya informasi bohong atau hoaks yang beredar di sosial media. Banyak juga ujaran kebencian yang menurunkan nilai demokrasi. 


Usman juga ingin menguatkan literasi digital untuk merawat bangsa. Pasalnya, jika literasi digital jelek akan mengancam persatuan. "Salah satu negara maju yang demokrasi baik yakni Amerika namun literasi digitalnya masih perlu diperbaiki," bebernya. 


Disebutkan, saat ini skor Indeks Literasi Digital di Indonesia dari 0-5 skornya 3,4. Skor ini sudah cukup baik. "Kami punya gerakan literasi nasional digital basic, program leadership, dan sebagainya. Skor di Indonesia semakin tahun terus meningkat, meskipun Kemenkominfo tak punya target khusus yang pasti skor harus terus meningkat," pungkasnya.


Penulis: M Ngisom Al-Barony
 


Nasional Terbaru