• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 19 April 2024

Nasional

NU Jateng Tegaskan, Nahdlatul Ulama Harus Hadir di Tengah-tengah Umat

NU Jateng Tegaskan, Nahdlatul Ulama Harus Hadir di Tengah-tengah Umat
Wakil Rais PWNU Jateng KH Dian Nafi di acara Muskercab NU Kabupaten Pekalongan (Foto: NU Online Jateng/M Arif)
Wakil Rais PWNU Jateng KH Dian Nafi di acara Muskercab NU Kabupaten Pekalongan (Foto: NU Online Jateng/M Arif)

Pekalongan, NU Online Jateng
Wakil Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Muhammad Dian Nafi menegaskan arti pentingnya NU hadir untuk umat. Pernyataannya sekaligus mendukung Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan KH Muslikh Khudori.


“Pesan-pesan tadi sama pentingnya dengan pendidikan tinggi kita yang sangat membutuhkan keseriusan seluruh kekuatan NU di Kabupaten Pekalongan. Ada mahasiswa asuh yang mendapatkan biaya penuh dari MWCNU, diseleksi di tingkat MWC dengan sangat ketat, untuk pada akhirnya bisa memperkuat MWC itu," ujarnya. 


Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) NU Kabupaten Pekalongan yang dihelat di Gedung Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan, Jalan Raya Karangdowo 9, Kedunngwuni, Ahad (30/1).


Menurutnya, kalau pun toh diambil negara untuk jadi pegawai negeri ya syukur alhamdulilah. Karena sejatinya tugas kita adalah menempatkan orang-orang terbaik dalam ruang publik yang bermartabat.


Sebelumnya, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan, KH Muslikh Khudori menyampaikan beberapa hal khususnya terkait persoalan di bidang keagamaan, pendidikan, hingga ekonomi. 


Dalam bidang pendidikan, Kiai Khudori mengatakan bahwa baik pendidikan umum dan pendidikan agama, formal atau non formal, harus sebagai wadah bersama untuk mengokohkan persatuan dan kesatuan bangsa negara Republik Indonesia.


“Ajaran wasathiyah di NU harus tetap digelorakan, diperkuat terus menerus, jangan sampai pudar. Karena nyuwun sewu, benar atau tidak, karena ada pesantren-pesantren kita yang sudah dinodai oleh ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Ahlussunnah Waljamaah,” ucapnya.




Kegiatan Muskercab NU Kabupaten Pekalongan di Kampus ITSNU Pekalongan (Foto: M Arif)


Kiai Muslikh yang juga Kepala MA Salafiyah Simbang Kulon itu juga mengajak warga NU untuk mendukung pesantren, supaya eksistensi pesantren akan tetap kokoh. Sebab, bagaimanapun pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua yang ada di Indonesia yang telah melahirkan NU.


“Pesantren harus kita bela mati-matian. Jadi kalau ada warga NU yang mengaku cinta NU tapi tidak mendukung pesantren itu adalah suatu fakta yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Mestinya warga NU kalau punya anak itu harus dimasukkan ke pesantren kalau mereka memang senang dengan NU,” tegasnya.


Dalam bidang ekonomi dan sosial, KH Muslikh Khudori menyampaikan bahwa NU harus bisa melayani serta mensejahterakan umat. Dikatakan, lembaga seperti LAZISNU harus diperkuat serta NU harus punya rumah sakit sendiri. 


“Ada warga yang tidak bisa makan, NU harus hadir, ada warga yang butuh berobat NU juga harus bisa melayani dengan baik,” paparnya. 


Terakhir, Kiai Muslikh menyampaikan bahwa berkhidmat di NU itu bukan untuk kepentingan diri sendiri, tapi untuk kesejahteraan umat, baik itu dalam rangka peningkatan di bidang pendidikan, kesehatan, ataupun peningkatan ekonomi.


Dalam upacara pembukaan, selain pengurus PCNU Kabupaten Pekalongan, hadir pula perwakilan pengurus MWCNU se-Kabupaten Pekalongan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan, DPRD, dan badan otonom NU Kabupaten Pekalongan, serta Rakil Rektor ITSNU Pekalongan.


Kontributor: Khairul Anwar
Editor: M Ngisom Al-Barony
 


Nasional Terbaru