• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 7 Oktober 2022

Nasional

Buka Kongres IPNU-IPPNU, Ini Harapan Menko Polhukam

Buka Kongres IPNU-IPPNU, Ini Harapan Menko Polhukam
Menko Polhukam Mahfud Md (Foto: NU Online)
Menko Polhukam Mahfud Md (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online Jateng
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menegaskan bahwa seluruh kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) memiliki kewajiban untuk menjaga paham Islam moderat. Hal ini ditekankan Mahfud agar Indonesia benar-benar bisa mencapai Indonesia Emas pada 2045. 


“(Persatuan) itu tugas kita semua. Karena IPNU-IPPNU itu adalah anak kandung NU. Sedangkan NU adalah penyangga terkuat dari NKRI. Ini sungguh-sungguh, saudaralah yang wajib menjaga paham moderasi beragama, wasathiyah Islam, Islam yang rerbuka,” tegas Mahfud dalam Pembukaan Kongres XX IPNU dan Kongres XIX IPPNU di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, pada Jumat (12/8/2022) sore.


Mahfud menuturkan, saat ini ada banyak permasalahan tentang persatuan di Indonesia. Penyebabnya karena muncul ideologi-ideologi yang diperlawankan dengan ideologi Pancasila yang sudah sangat final. Menurutnya, ideologi-ideologi itu sudah sangat tidak layak dan hanya melelahkan untuk didiskusikan dari generasi ke generasi. 


Ia menjelaskan, wasathiyah Islam di dalam ilmu politik disebut dengan Islam kosmopolit yang memandang semua orang berdasarkan hak dan derajat yang sama. Mahfud menyebut sebagai pemahaman tentang hidup yang harus berkesewargaan.


Mahfud kemudian mengutip ungkapan Nabi Muhammad saat menyampaikan khutbah pada momentum Haji Wada. Khutbah itu berbunyi bahwa manusia tercipta dari Tuhan yang satu dan dari ayah yang satu, yakni Nabi Adam.


“Kita sebenarnya sejak asalnya itu sudah mempunyai gen keharusan untuk bersatu, di samping bekerja sama dalam keberbedaan untuk mencapai tujuan bersama. Karena di Madinah dan Indonesia itu sama. Kulit, suku, agamanya beragam dan bersatu. Kalau kita tidak menjaga kebersatuan itu, Indonesia Emas tidak akan bisa kita capai,” tuturnya. 

 
Mahfud mengatakan bahwa Indonesia sudah merdeka pada 1945 silam. Selain itu, Indonesia pun sudah berdaulat secara politik. Di dalam amanat presiden kata Mahfud, disebutkan bahwa Indonesia bisa merdeka karena bersatu. 


“Oleh sebab itu kalau ingin menjaga kemerdekaan, kita harus tetap bersatu,” ucapnya.


Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf berpesan kepada kader IPNU-IPPNU agar tidak terlambat tua. Ia mengingatkan bahwa ke depan masih terbentang lebar capaian-capaian yang lebih tinggi dan besar untuk diraih. 


“Kita di sini membutuhkan satu strategi untuk mengajak generasi yang lebih muda agar segera terlibat di dalam aktivisme-aktivisme sosial yang lebih terarah seperti IPNU-IPPNU ini,” ujar Gus Yahya. 
 

Pada Pembukaan Kongres IPNU IPPNU ini, hadir pula Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, Sekretaris Jenderal (Sekjen) GP Ansor Abdul Rachman, Ketua PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah, Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Asrorun Ni’am Sholeh, Ketua Majelis Alumni (MA) IPNU H Hilmy Muhammadiyah, Ketua MA IPPNU H Safira Machrusah, serta para ketua umum IPNU dan IPPNU dari masa ke masa.


Sumber: NU Online


Nasional Terbaru