• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Rabu, 18 Mei 2022

Tokoh

HARLAH KE-62 PMII

Mengenal H Cholid Narbuko, Pendiri PMII asal Salatiga

Mengenal H Cholid Narbuko, Pendiri PMII asal Salatiga
Cholid Narbuko dimakamkan di dekat makam Kiai Zubair, sebelah barat Masjid Al Atiq Salatiga ini (Dok. Ajie)
Cholid Narbuko dimakamkan di dekat makam Kiai Zubair, sebelah barat Masjid Al Atiq Salatiga ini (Dok. Ajie)

Di antara para pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang ikut hadir pada pertemuan mahasiswa NU pada tanggal 17 April 1960 di Surabaya, terdapat nama Cholid Narbuko. Meski tercatat menjadi wakil dari Malang, Cholid sejatinya berasal dari Kota Salatiga. Kala itu ia mewakili Malang, sebab statusnya sebagai mahasiswa di Fakultas Tarbiyah wat Ta’lim (FTT) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Malang yang saat ini dikenal dengan nama UNISMA.

Cholid Narbuko, yang dilahirkan di Salatiga pada 21 April 1937, merupakan putra dari Rais pertama NU Jateng, KH Zubair Umar. Salah satu saudara Cholid, Wail Haris Sugianto, juga menjadi aktivis PMII di Kota Surakarta. Wail juga dikenal sebagai Ketua PC IPNU Salatiga, di periode awal 1960-an.

Dikutip dari website yang dikelola PB PMII, semasa hidupnya Cholid Narbuko dikenal sebagai seorang tokoh akademisi. Selain kuliah di FTT UNU Malang (1965-1969), ia juga berhasil memperoleh gelar Sarjana di FISIP Unej Jember (1968).

Seperti halnya sang ayah, Cholid juga banyak mengabdikan hidupnya di dunia pendidikan. Salah satu pendiri SMPNU Malang (1965) ini, setelah sempat mengabdikan diri di Departemen Agama Provinsi Jateng di Semarang, ia memilih untuk mengajar di PGA Jember (1967 – 1969).

Tangan dinginnya dalam dunia pendidikan juga telah membawanya menjadi Dekan Fakultas Tarbiyah di beberapa perguruan tinggi. Berawal menjadi Pembantu Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Kudus yang kala itu masih menginduk di Sunan Kalijaga (1969), ia terpilih menjadi Dekan di Fakultas tersebut (1970 -1975) yang kemudian berpindah induk ke IAIN Walisongo Semarang.

Setelah itu, ia dipercayakan menjadi dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo di Semarang (1975 – 1977). Kemudian menjadi Dekan Fakultas Tarbiyah di Salatiga (1978 – 1980). Dua tahun menjadi Dekan di Salatiga, ia pun kembali menjadi Dekan Fakultas Tarbiyah Walisongo Semarang (1982 – 1989).

Semasa menjadi dosen, Cholid Narbuko juga cukup produktif dalam melahirkan karya tulis. Bila pembaca melakukan penelusuran di dunia maya dengan menggunakan kata kunci 'Cholid Narbuko', selain terkait PMII, maka akan ditampilkan beberapa buku karyanya. Beberapa judul yang ditemukan antara lain: Islam dan Keluarga Berencana di Indonesia (PT Bina Ilmu, 1982), Metodologi Riset (Fak. Tarbiyah IAIN Walisongo, 1986), Metodologi Penelitian (Bumi Aksara, 1999) yang ditulis bersama H Abu Achmadi, dan lain sebagainya.

Sosok Penyabar

Perjalanan hidupnya begitu memberikan arti dan makna bagi keluarga dan masyarakat. Bagaimana tidak, akademisi tulen yang juga merupakan salah satu pendiri PMII ini adalah sosok yang sangat penyabar. Bahkan ia dikenal sebagai sosok pria, yang sama sekali tak pernah memperlihatkan kemarahannya. Maka tak heran, jika siapapun akan merasa tenang dan nyaman ketika bersanding, bersenda gurau, dan saling berbagi cerita dengannya.

Jiwa pengabdian dan rasa sosialis yang tinggi, tak urung membuatnya lelah untuk berbagi. Ketika aktif menjadi Dekan Tarbiyah di beberapa Perguruan Tinggi, ia aktif mengadakan kegiatan bertajuk sosial. Salah satu kegiatan yang rutin diadakannya adalah sunatan masal. Tak ingin berjuang sendiri, ia terus memotivasi keluarga, agar tak kenal lelah mengabdikan diri pada lingkungan dan masyarakat.

H Cholid Narbuko memiliki keluarga yang harmonis. Pada Tanggal 26 April 1964 ia menikahi Hj Siti Rosyidah Binti KH Samsul Hadi. Dari pernikahan tersebut dikaruniai 5 orang anak yakni, Tina Wasithoh FN, Ririn Siti Hajar, Mohammad Umar Fatah Wijaya, Noor Syamsiah Alina, dan Jazimah Thoifatul Muthmainah.

Menjelang usia ke-62 tahun, tepatnya pada tanggal 13 Juni 1999, H Cholid Narbuko meninggal dunia. Ia dimakamkan bersama sang ayah, KH Zubair, di kompleks pemakaman sebelah barat Masjid Jami’ Al-Atiq Kota Salatiga.

Penulis: Ajie Najmuddin


Tokoh Terbaru