• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Kamis, 30 Juni 2022

Regional

Ketua NU Jateng Tegaskan Pentingnya Mencari Ilmu dan Bakti Orang Tua

Ketua NU Jateng Tegaskan Pentingnya Mencari Ilmu dan Bakti Orang Tua
Ketua PWNU Jateng KH Muhammad Muzamil (Dok. Sis)
Ketua PWNU Jateng KH Muhammad Muzamil (Dok. Sis)

Boyolali, NU Online Jateng
Ada sebuah ungkapan, jika ingin negara tenteram gemah ripah loh jinawi, di antaranya, warganya harus giat dalam mencari ilmu dan menghargai sesepuh, pahlawan, dan orang tua.


"​​​​​​ Imam Syafi'i bisa menjadi ulama besar karena ketaatan kepada orang tua dan kesungguhannya belajar sejak kecil. Ketaatan kepada orang tua dan mendoakannya adalah pokok," ujarnya.


Demikian disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Muhammad Muzamil dalam pengajian akbar bertajuk Bersih Desa dan Haul Masyayikh Guwo, di kompleks Masjid Jami' Baitul Muttaqin, Guwo, Wonosegoro, Boyolali, Jumat (17/6) pekan lalu.


Kiai Muzamil mengapresiasi kegiatan selametan, bersih desa, dan haul ini. Karena dapat diisi dzikir dan mendoakan leluhur. "Acara ini agar kita bisa mengenang sesepuh-pinisipuh di Wonosegoro, Boyolali, dan Indonesia, sebagai bentuk bakti kepada orang tua, birrul walidain," ujarnya.


Dia juga berharap agar kita menjadi orang yang berilmu, belajar ilmu, mendengarkan ilmu, senang ilmu, dan jangan menjadi orang kelima: tidak menjadi keempat tersebut. "Semoga negara kita aman tenteram, dikumpulkan para alim, habaib, diakui Nabi menjadi umatnya, serta mendapat syafaat," harapnya.


Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Boyolali KH Iqbal Mulyanto kepada NU Online Jateng, Rabu (22/6/2022) menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya acara haul masyayikh di Wonosegoro. "Tradisi yang tidak bertentangan dengan syariat harus terus diselenggarakan," katanya.


Ia juga mengingatkan bagi 223 Ranting NU yang sudah memiliki Surat Keputusan (SK) dari 267 ranting yang ada di Boyolali, untuk memaksimalkan dan mengembangkan diri di masing-masing desa. Termasuk menggerakkan kotak koin. "Karena tidak sekadar pengumpulan koin, namun juga sebagai konsolidasi internal NU," ujarnya.


Pengajian yang diwarnai lantunan shalawat Habib Muhammad Zaidan bin Haidar bin Yahya beserta hadrah Sekar Langit ini dihadiri Pemerintah Desa Guwo, Forkopimcam, MWCNU Wonosegoro, PCNU Boyolali, dan ribuan jemaah.


Pengirim: Siswanto AR


Regional Terbaru