• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Senin, 17 Juni 2024

Regional

Hadir di Pekalongan, Komisi A DPRD Jateng Dorong UMKM Ditingkatkan Kualitasnya

Hadir di Pekalongan, Komisi A DPRD Jateng Dorong UMKM Ditingkatkan Kualitasnya
Ketua DPW PPP Jateng H Masruhan Syamsurie (berdiri) (Foto: NU Online Jateng/M Ngisom Al-Barony)
Ketua DPW PPP Jateng H Masruhan Syamsurie (berdiri) (Foto: NU Online Jateng/M Ngisom Al-Barony)

Pekalongan, NU Online Jateng

Para pelaku usaha berskala Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diharapkan memenuhi ketentuan legalitas yang dibutuhkan agar tidak menghadapi kendala dalam menjalin kerja sama dengan mitra-mitra usahanya.


Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah, KH Masruhan Syamsurie mendorong agar para para pelaku UMKM di Jateng selain berupaya meningkatkan kualitas  juga melengkapi dengan dokumen -dokumen legalitas yang dibutuhkan.


"Hingga kini masih banyak pelaku bisnis berskala UMKM di Jateng dalam menjalankan usahanya  dimenej dengan asal-asalan alias asal jalan," kata kiai Masruhan dalam acara 'Silaturahim Kebangsaan' yang dihelat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pekalongan Barat, Kota Pekalongan di Gedung Muslimat NU di Medono, Jumat (17/5/2024).


Menurutnya, pelaku bisnis UMKM harus mulai berbenah agar dapat mengakses berbagai peluang, termasuk dalam mendapatkan bantuan dari pemerintah, mulai dari  permodalan maupun peningkatan skill dan  manajemennya.


Agar memiliki nilai kompetitif dan ekonomis lanjutnya, produk- produk UMKM harus selalu ditingkatkan kualitasnya agar dapat diserap oleh pasar di tengah kompetisi dan persaingan yang ketat atas sesama produk UMKM dan pabrikan, terlebih produk UMKM yang disiapkan untuk menembus pasaran  ekspor.


"Di Pekalongan saat ini tumbuh subur produk UMKM batik dan non batik, potensi ini harus diimbangi dengan peningkatan keterampilan dan permodalan,  pelaku bisnis  UMKM  di Pekalongan mayoritas nahdliyyin harus mampu bangkit," ucap Masruhan yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jateng itu.
 

Dengan adanya peningkatan skill dan kualitas produk, maka semakin terbuka peluang untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pelaku UMKM. "Saya menunggu langkah kongkret dari pelaku UMKM di Kota Pekalongan untuk dibukakan akses ke dinas terkait agar mendapatkan berbagai fasilitas dan dukungan usaha," ungkapnya.


Politisi senior kelahiran Kendal tahun tahun 1960 meminta kepada warga NU di Kota Pekalongan untuk menekuni dan menseriusi UMKM yang telah terbukti tahan banting saat krisis moneter (krismon) maupun pandemi Covid-19.


"UMKM yang ditekuni oleh masyarakat berpenghasilan menengah adalah soko guru ekonomi yang sudah terbukti keandalannya. Maka harus ditingkatkan kualitas produk, SDM, dan manajemennya," terangnya.


Sekretaris MWCNU Pekalongan Barat Fatkhurraman kepada NU Online Jateng menjelaskan, acara silaturahim kebangsaan sebagai upaya untuk colling down usai pemilu. Menurutnya, upaya-upaya yang dilakukan oleh MWCNU Pekalongan Barat adalah langkah strategis yang warganya tersebar di berbagai parpol.


"Kegiatan yang dikemas dengan diskusi kebangsaan alhamdulillah berjalan lancar, selain Kiai Masruhan sebagai narasumber, MWCNU juga menghadirkan Ketua KPU periode 2013-2018 H Basir. Tamu undangan banyak yang hadir terutama dari jajaran pengurus NU, lembaga maupun badan otonom di lingkungan MWC Pekalongan Barat," pungkasnya.


Penulis: M Ngisom Al-Barony


Regional Terbaru