• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 14 Agustus 2022

Nasional

NU Jateng Minta Beda Awal Puasa Ramadhan Jangan Robek Persatuan dan Persaudaraan 

NU Jateng Minta Beda Awal Puasa Ramadhan Jangan Robek Persatuan dan Persaudaraan 
Gedung PWNU Jateng (Foto: Ilustrasi)
Gedung PWNU Jateng (Foto: Ilustrasi)

Semarang, NU Online Jateng
Munculnya perbedaan dalam memulai ibadah puasa ramadhan atau menentukan tanggal 1 Ramadhan 1443 Hijriah yang terjadi saat ini jangan sampai merobek ikatan persaudaraan yang sudah terbangun dengan kokoh.


Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Mahsun Mahfudz mengatakan, bangunan persatuan yang kokoh itu harus sama-sama dipelihara. Perbedaan penentuan tanggal 1 ramadhan jangan memperlebar jurang perbedaan.


"Kepada Nahdliyin Jateng kami himbau agar menghormati saudara-saudara kita yang mulai menjalankan puasa ramadhan hari Sabtu ini," kata Kiai Mahsun.


Kiai Mahsun mengatakan hal itu usai mengikuti Rukyatul Hilal yang diselenggarakan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah di Planetarium UIN Walisongo Semarang, Jumat (1/4).


"Sebaliknya bagi yang memulai puasa ramadhan pada Sabtu (2/4) diharapkan juga memahami sesamanya yang memulai berpuasa pada Ahad (3/4) mengikuti ikhbar PBNU dan hasil sidang isbat Kemenag RI tentang penentuan tanggal 1 Ramadhan 1443 hijriah," ucapnya.


PWNU Jateng lanjutnya, setelah menerima informasi dari beberapa titik obswrvasi hilal yang informasinya menyebutkan tidak ada yang berhasil melihat bulan, maka memutuskan untuk menyempurnakan bulan sya'ban menjadi 30 hari.


"Selain itu setelah menerima ikhbar dari PBNU yang menyatakan bahwa tanggal 1 Ramadhan 1443 jatuh pada hari Ahad (3/4) dengan alasan sama, dan hasil sidang istbat Kemenag keputusannya sama, maka ikhbar itu langsung disebarluaskan ke masyarakat," terangnya.


Ikhbar itu ujarnya, diharapkan dipatuhi Nahdliyin. NU berpedoman pada kaidah hukmul imami yarfa'ul khilaf (keputusan Imam/presiden/Menag menghilangkan perbedaan). Jadi apa pun keputusannya akan diikuti.


Wakil Sekretaris PWNU Jateng KH Iman Fadlilah mengatakan, informasi dari beberapa cabang NU di Jateng menyebutkan Nahdliyin di daerah mengikuti ikhbar dari PBNU dan penetapan sidang isbat Kemenag.


"Kepada Nahdliyin di Jateng kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1443 Hijriah, semoga persaudaraan tetap terpelihara," pungkasnya.


Penulis: Samsul Huda


Nasional Terbaru