• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 7 Oktober 2022

Nasional

Ketum PBNU: Halaqah Puncak Muktamar Fiqih Peradaban

Ketum PBNU: Halaqah Puncak Muktamar Fiqih Peradaban
Halaqah iqih peradaban dihelat PBNU di Pesantren Krapyak Yogyakarta (Foto: Dok NU Online)
Halaqah iqih peradaban dihelat PBNU di Pesantren Krapyak Yogyakarta (Foto: Dok NU Online)

Yogyakarta, NU Online Jateng

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) meluncurkan 'seri halaqoh fiqih peradaban' di Pesantren Krapyak Ali Maksum Yogyakarta, Kamis (11/8).


Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Tsaquf mengatakan, seri halaqah fiqih peradaban menandai peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama mulai luncurkan di Pesantren Krapyak Yogyakarta.


"Ini merupakan rangkaian dari puncak muktamar fiqih peradaban. Kita mulai dari Krapyak, karena ada keputusan Muktamar yang monumental, bahwa fiqih perlu dikontekstualkan dengan perkembangan zaman. Pada saat itu, Rais Aam PBNU adalah KH Ali Maksum," ucapnya.


Disampaikan, kelahiran NU merupakan awal momentum bangkitnya peradaban baru. Para muasis merupakan ulama penggagas peradaban baru di Nusantara, bahkan dunia. Bahkan juga terdapat Bu Nyai-bu Nyai yang dipersilahkan berpidato oleh kiai-kiai NU terdahulu, sehingga tahun 1946 lahir Muslimat NU.


"Ghirah atau spirit lahirnya NU merupakan momentum lahirnya peradaban baru yang menggantikan peradaban lama. Peradaban lama dibangun kekhalifahan Turki Utsmani. Turki Ottoman dianggap sebagai representasi peradaban Islam yang berlangsung hingga 700 tahun. Namun dengan perang dunia, kemenangan diraih oleh Inggris dan sekutunya," terangnya.





Hal ini menurutnya menimbulkan kekosongan wilayatul hakim seperti amil zakat dan wali hakim yang memerlukan pengesahan dari pemerintahan. Di sisi lain terjadi penjajahan di kawasan Asia Afrika dan belahan dunia lainnya. Dari sini muncul pertanyaan apakah sah menurut fiqih wali hakim yang diangkat oleh pemerintahan penjajah?


"Terdapat banyak pernyataan dari ulama dalam suatu masalah yang sama (fihi aqwal), sehingga diperlukan tertib sosial. Karena itu KH Abdul Wahab Hasbullah diutus untuk menemui Raja Ibnu Saud kemudian setelah pulang ke tanah air, KH Abdul Wahab Hasbullah mengusulkan didirikannya NU," ungkapnya.


Berdirinya NU lanjutnya, menjadi embrio berdirinya negara bangsa, karena tahun 1936 NU membahas tentang status wilayah Nusantara yang masih dijajah oleh penjajah. Karena itu pembukaan UUD 1945 dinyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak semua bangsa. Belakangan muncul kesepakatan tokoh-tokoh politik dunia tentang deklarasi hak asasi manusia tahun 1948.


Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir mempertanyakan, bagaimana manusia memandang dunia ini? Bahagia atau tidaknya manusia tergantung amalnya di dunia ini. Dengan amal shaleh, Insyaallah dunia akan tenteram.


"Takutlah kamu kepada Allah, jangan memutuskan silaturahim. Di samping itu manusia di dunia harus saling mengenal. Jangan sampai ada manusia yang menuhankan selain Allah Taala," ujarnya.


Disampaikan, manusia memiliki kedudukan yang mulia. Manusia dapat diberikan sanksi karena kalau zina mukhson, karena membunuh orang lain, dan meninggalkan kewajiban atau melanggar ketentuan hukum yang berat.


"Ada lima hak prinsip di dalam Islam, yakni menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan, dan menjaga harta," pungkasnya.


Ketua Panitia Pengarah Peringatan Satu Abad NU, Erick Thohir menjelaskan, rencananya halaqah dilakukan dengan volume 250 kali kegiatan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. 


"Selain halaqah, terdapat beberapa program yang akan dilakukan yakni digitalisasi, NU women (peran wanita NU), pelestarian kebudayaan di mana 50% bahasa dunia punah, menurunnya akhlaq bangsa, industri olah raga, Religion Twente, Kemandirian NU, pilot projects: toko supermarket, resepsi 1 abad NU di Gelora Bung Karno karena NU dan Indonesia tidak dapat dipisahkan," tegasnya.
 

Halaqah yang dihadiri para kiai pengasuh pesantren dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut dibuka oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir.


Pengirim: Insan Al-Huda
 


Nasional Terbaru