• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 14 Agustus 2022

Nasional

Ketua Umum PBNU: NU untuk Bangsa dan Negara 

Ketua Umum PBNU: NU untuk Bangsa dan Negara 
Jajaran PBNU silaturahim ke PCNU se Soloraya (Foto: NU Online Jateng/Insan Al-Huda)
Jajaran PBNU silaturahim ke PCNU se Soloraya (Foto: NU Online Jateng/Insan Al-Huda)

Karanganyar, NU Online Jateng
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Tsaquf menegaskan, NU telah hadir sebagai entitas nasional. Perannya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak. Karena itu, para Pengurus NU diharapkan dapat menjalankan fungsinya dengan baik.


"Kepentingan NU ya kepentingan masyarakat secara umum. Istilahnya adalah khidmah inklusif. Inilah  makna NU untuk bangsa dan negara", tegasnya dalam acara silaturahim Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-eks Karasidenan Surakarta di Joglo Shalawat Colomadu Karanganyar, Kamis (4/8/2022) malam.


Gus Yahya panggilan akrabnya berharap, agar para pengurus dan kader NU berpikir secara nasional dan berdisiplin secara nasional. "Jalankan ketentuan atau kesepakatan nasional, sehingga kita dapat berbuat baik kepada tetangga," ujarnya.


Selama satu abad lanjutnya, NU telah berkontribusi positif. Peranan NU harus diteruskan sebagai perkumpulan atau jamiyah keagamaan dan kemasyarakatan. Untuk itu pihaknya berharap agar NU tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis. 


"Karena setiap warga NU sebagai warga negara memiliki hak memilih dan dipilih, silahkan saja gunakan hak politik tersebut sebaik-baiknya. Silahkan saja secara pribadi menjadi anggota atau kader partai politik atau menjadi tim sukses, namun secara jamiyah, NU tidak dapat digunakan untuk kepentingan politik praktis tersebut," ucapnya.


Disampaikan, PBNU saat ini telah menggagas sistem nasional menyambut peradaban baru. "Insyaallah dalam waktu dekat diselenggarakan halaqah-halaqah tentang fiqih peradaban agar kita dapat peka serta berkontribusi positif di tengah perubahan yang cepat di masyarakat," tambahnya.


Gus Yahya yang juga Pengasuh Pesantren Roudlotut Tholibien Leteh Rembang tersebut menegaskan, PBNU tidak mungkin mengatasi semua hal. "Kita harapkan daerah mengembangkan kreativitas. PBNU sedang mendesain agar gerakan NU dapat sistematis, terintegrasi, dan terarah. Jadi mohon maaf jika PBNU bersikap tegas dalam menyikapi masalah tertentu," ungkapnya.


Kunjungan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Tsaquf didampingi Sekjen KH Syaifullah Yusuf, Ketua PBNU KH Amin Said Husni, dan Ketua PWNU Jateng HM Muzamil, Wakil Ketua PWNU KH Mahsun Mahfudz. Dalam acara tersebut dihadiri oleh jajaran Rais dan Ketua PCNU se-Soloraya.


Pengirim: Insan Al-Huda


Nasional Terbaru