• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 4 Desember 2022

Nasional

Ketua Umum PBNU: Pertemuan dengan PW dan PCNU di Rembang untuk Kangenan

Ketua Umum PBNU: Pertemuan dengan PW dan PCNU di Rembang untuk Kangenan
Kegiatan sosialisasi haril-hasil Muktamar dan Konbes NU oleh PBNU (Foto: NU Onlline Jateng/Insan Al-Huda)
Kegiatan sosialisasi haril-hasil Muktamar dan Konbes NU oleh PBNU (Foto: NU Onlline Jateng/Insan Al-Huda)

Rembang, NU Online Jateng
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, pertemuan silaturahim Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jateng merupakan kangen kangenan saja, karena dulu di tempat ini sering dilakukan pertemuan para kiai.


"Baru tadi saya masuk ruangan ini karena ada jajaran PBNU, alangkah baiknya jika digunakan untuk sosialisasi hasil Muktamar dan Konbes NU," ujarnya dalam silaturahim di Pesantren Raudhatut Thalibin Leteh, Rembang, Kamis (29/9/2022).


Menurutnya, sejak dilantik PBNU terus mencurahkan segenap energi untuk bekerja sebaik-baiknya. "Sekretaris Jenderal (Sekjen) H Saifulah Yusuf (Gus Ipul) meskipun punya kesibukan, masih tetap mencurahkan khidmahnya kepada PBNU. Prof Mukri telah ditugaskan untuk mengelola universitas di Blitar. Alhamdulillah semua pengurus bekerja dengan baik," terangnya.


Disampaikan, ada banyak kegiatan menyongsong satu abad NU, seperti Muktamar fiqih peradaban yang diawali halaqah di 250 pesantren, pertemuan tokoh agama di dunia atau R.20, dan resepsi akbar harlah NU nanti, semua dipersiapkan dengan baik.


"Ini semua kita selenggarakan agar apa yang kita hadapi ini menjadi perhatian bersama oleh para kiai," ucapnya.


Dijelaskan, sesuai data survei lembaga independen, umat Islam yang mengaku sebagai warga NU pada tahun 2018 ada 50,5 %., bahkan data terbaru mencapai 59%. 


"Banyak sekali perubahan dalam kehidupan, maka para kiai hendaknya dapat mengantisipasi dengan baik. Yang kita butuhkan adalah tanggung jawab pekerjaan yang harus diemban. Kita punya pekerjaan yang wajib kita kerjakan, kalau tidak dikerjakan maka kita berdosa," tegasnya.



Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar (kiri) pimpin ziarah ke makam dzuriyah Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang (Foto: Insan Al-Huda)


PBNU lanjutnya, akan mengurai keadaan lalu pembagian  tugas. "Saya minta semua pengurus siap mental untuk mengerjakannya," ungkap Gus Yahya yang juga Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang itu.


Dirinya menyampaikan tentang kesediaan maju dalam Muktamar di Lampung kemarin. Dikatakan, banyak gagasan-gagasan besar yang mesti direalisasikan menjelang usia NU 1 abad.


"Dalam muktamar, saya bersedia maju karena banyak gagasan untuk direalisasikan. Bahkan dalam sosialisasi hasil Muktamar dan Konbes NU, Sekjen PBNU Gus Syaifullah Yusuf menegaskan, PBNU akan mengelola organisasi sesuai pedomannya.


"Kadang-kadang tersebar hoaks duluan, yang haq belakangan. Dalam merealisasikan program PBNU selalu bermusyawarah. Kinerja PBNU secara kolektif, selalu konsultasi Rais Aam PBNU. Semua disikapi sesuai pedoman yang telah ditetapkan," terangnya.


Dengan peraturan perkumpulan yang telah diputuskan, memudahkan PBNU dan seluruh perangkat organisasi dari pusat hingga ke daerah dapat dengan tepat dalam setiap mengambil kebijakan.


"Silahkan berkoordinasi dengan PBNU sesuai bidangnya. Jangan mengambil keputusan yang belum diketahui," ucapnya.


Acara sosialisasi Muktamar dan Konbes disampaikan oleh Ketua PBNU Lora Amin Said Husni. Hadir dalam acara tersebut Rais KH Ubaidullah Shodaqoh dan Ketua PWNU Jateng HM Muzamil beserta Rais dan Ketua PCNU se-Jateng.


Ketua PWNU Jawa Tengah HM Muzamil menjelaskan, pertemuan silaturahim PBNU dengan PWNU dan PCNU se-Jateng di Rembang memanfaatkan waktu haul dzuriyah Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh.


"Alhamdulillah banyak yang hadir dan informasi yang didapatkan terkait berbagai hal termasuk perkembangan organisasi. Tentu ini bekal yang sangat berharga untuk memajukan Jamiyah NU ke depan," pungkasnya.


usai acara silaturahim, seluruh tamu yang hadir melakkukan ziarah ke makam dzuriyah Pesantren Leteh yakni almaghfurlah KH Bisri Mustofa, KH Cholil Bisri, dan lain-lain.


Pengirim: Insan Al-Huda


Nasional Terbaru