• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 19 April 2024

Nasional

Gus Mus Harap Presiden Wakil Presiden Terpilih Ngerti Rakyatnya

Gus Mus Harap Presiden Wakil Presiden Terpilih Ngerti Rakyatnya
KH Mustofa Bisri (Foto: Dok)
KH Mustofa Bisri (Foto: Dok)

Jakarta, NU Online Jateng
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri menyampaikan harapannya terhadap pemimpin terpilih. “Tentu yang ngerti rakyatnya, jujur, amanah, dan bertanggung jawab,” ucapnya usai melakukan coblosan di TPS 001 Kelurahan Leteh, Rembang, Rabu (14/2/2024).


Mengenai doa hendak mencoblos yang disampaikan beberapa hari sebelumnya, Gus Mus yang biasa disapa menjelaskan, tujuan dari doa tersebut adalah bisa diberi pemimpin yang baik oleh Allah Swt. 


“Ya, doa supaya dapat pemimpin yang baik, yang dipilih oleh Allah. Kemarin saya berdoa kan supaya kita jangan diberi oleh Tuhan penguasa yang tidak tunduk pada tuhan dan tidak punya belas kasihan kepada rakyat,” jelasnya. 


Gus Mus yang juga Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang itu menyampaikan, rakyat sudah paham apa yang harus dilakukan. “Rakyat sudah berkali-kali mengadakan pemilu jadi tidak usah dikasih tahu, nanti tahu sendiri. Habis ini ya hidup seperti biasa, yang bertani lanjut bertani, yang pegawai tetap pegawai, yang berdagang tetap berdagang, yang wartawan tetap wartawan. Mau apalagi coba?” jawabnya. 


Dikutip dari laman nu.or.id, Gus Mus berpendapat, Nahdliyin itu bermacam-macam dan jumlahnya sangat banyak. Bahkan lanjutnya, jumlahnya lebih banyak dibanding dengan jumlah warga negara lain seperti Malaysia. 


“Nahdliyin itu banyak sekali. Itu organisasi terbesar di dunia. Berapa kali penduduk Malaysia NU itu? Beberapa negara dijadikan satu itu baru sama seperti warga NU jumlahnya,” ucapnya.


Secara organisasi sambungnya warga NU bisa menjadi satu, akan tetapi soal pilihan politik selamanya tidak bisa menjadi satu, karena NU banyak. Wong yang sedikit dijadikan satu saja tidak bisa kok, apalagi sebanyak itu. Itu orang NU-nya juga sudah terbiasa,” pungkasnya. (*)


Nasional Terbaru