• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 12 April 2024

Sosok

Diqqi Alvin Hasan Santri Muda Kendal yang Hobi Desain Grafis

Diqqi Alvin Hasan Santri Muda Kendal yang Hobi Desain Grafis
Diqqi Alvi Hasan (Foto: Dok)
Diqqi Alvi Hasan (Foto: Dok)

Kendal, NU Online Jateng
Diqqi Alvin Hasan, yang akrab dipanggil Diqqi Barkan, adalah seorang santri muda berbakat dari Jawa Tengah lahir di Kendal pada tanggal 2 Januari 1999. Keaktifannya dalam berbagai jabatan organisasi telah memberikan kontribusi yang berarti dalam pengembangan potensi santri muda.


Diqqi saat ini menjabat sebagai Wakil Koordinator Wilayah (Wakorwil) Arus Informasi Santri Nusantara (AISNu) Wilayah Jawa Tengah sejak tahun 2021 hingga saat ini. Sebelumnya, ia juga telah mengemban tanggung jawab sebagai Volunteer Desain di Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) periode 2019-2022. Diqqi juga menjabat sebagai pengurus bidang komunikasi dan informatika sebagai anggota Komisi Informasi dan Komunikasi (Kominfo) PW IPNU Jawa Tengah selama periode yang sama 2019-2022.


Riwayat pendidikan Diqqi mencerminkan komitmennya terhadap pendidikan dan pengembangan diri. Ia menyelesaikan pendidikan menengahnya di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Husain (STAIA) Syubbanul Wathon, Magelang lulus pada tahun 2021. Selanjutnya, Diqqi melanjutkan pendidikan S2 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menunjukkan semangatnya untuk terus belajar dan berkembang. Diqqi aktif dalam beberapa kegiatan pelatihan dan pengembangan santri muda khususnya di bidang desain grafis dan media sosial, beberapa kegiatan seminar diisi dari  pesantren satu ke pesantren lainnya.


Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman organisasinya yang luas, Diqqi Alvin Hasan menjadi salah satu santri muda yang berpotensi untuk terus memberikan kontribusi positif dalam memajukan dunia kesantrian dan keislaman, khususnya di Jawa Tengah dan Indonesia pada umumnya.


Jadi Narasumber di Berbagai Seminar Desain Grafis


Dikutip dari laman Radar Semarang Diqqi mengaku memilih santri, karena sebagai santri bukan hanya perihal ngaji dan ngaji, tapi perlu melek adanya digitalisasi. "Santri itu kan identik dengan kitab kuning, bisanya cuma ngaji. Saya mencoba jalur lain, apalagi saya juga seorang santri. Saya kepingin santri itu melek dan cakap dalam era digitalisasi seperti sekarang, salah satunya melalui desain grafis," terangnya.
 


Awalnya, belajar desain sejak duduk di bangku kelas 3 SD. Waktu itu, Diqqi sekeluarga berlibur di Cilacap. Karena tidak memiliki tripod, ia dan kedua orang tuanya terpaksa saling bergantian mengambil gambar. "Waktu itu, nggak punya tripod dan harga juga masih mahal banget, jadi ya gantian gitu," kisah Diqqi


Diqqi mengungkapkan, menjadi pemateri dalam seminar-seminar semenjak tergabung dalam Komunitas AISNu. Dirinya berangkat dari aktif di organisasi kampus, menjadi koordinator desain organisasi. Kebetulan ia kenal dengan Ketua IPNU (Ikatan Pelajar Nahdhotul Ulama) Kabupaten Magelang, dan satu kampus dengannya. Mulai dari sana, ia diangkat menjadi kepengurusan IPNU Kabupaten Magelang dan masuk dalam tim volunteer desain IPNU pusat. Barulah ia masuk di IPNU Jawa Tengah, dan tergabung di AIS Jawa Tengah.


Mulai dari situlah karya-karyanya banyak dilirik orang, banyak yang menyukai hasil kreativitasnya. Kemudian ia ditunjuk oleh kawan-kawannya untuk menjadi pemateri dalam seminar-seminar. Diqqi juga tidak menyangka jika keisengannya akan menghantarkannya menjadi seorang narasumber. "Saya ini cuma cowok cungkring yang hobi editing, camping, dan juga sleeping. Nggak tahunya di era sekarang itu bakal bermanfaat banget dan banyak yang membutuhkan," terangnya.


Diqqi sendiri sudah menjadi narasumber seminar hampir di seluruh Jateng. Ia juga pernah menjadi narasumber di Jombang Jawa Timur. Tak hanya lewat seminar tatap muka, ia juga kerap menjadi narasumber di seminar secara online.  


Pengirim: M Nuskan Abdi


Sosok Terbaru