• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 4 Desember 2022

Regional

Gus Yusuf: Pemberantasan Radikalisasi Harus dengan Aksi 

Gus Yusuf: Pemberantasan Radikalisasi Harus dengan Aksi 
KH Yusuf Chudlori (dua dari kanan) (Foto: NU Online Jateng/Samsul Huda)
KH Yusuf Chudlori (dua dari kanan) (Foto: NU Online Jateng/Samsul Huda)

Semarang, NU Online Jateng
Upaya pemberantasan penyebaran paham dan gerakan radikalisasi tidak cukup hanya dengan diskusi saja, tetapi harus disertai dengan aksi nyata.

 

Pengasuh Pesantren Asrama Pelajar Islam (API) Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudlory mengatakan, radikalisasi tidak bisa dihentikan dengan diskusi tetapi harus dengan action atau aksi sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam berdakwah menyebarkan agama Islam.

 

"Kunci kesuksesan Rasulullah dalam menyebarkan agama Islam adalah akhlakul karimah," kata Gus Yusuf dalam acara Ngaji Kebangsaan yang digelar Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (Fuhum) UIN Walisongo Semarang di ruang seminar Fuhum, Kamis (9/12).

 

Menurutnya, akhlakul karimah itulah aksi yang dikedepankan Rasulullah untuk menyempurnakan peradaban yang sebelumnya sudah ada. Kalau saat itu Rasulullah dalam menghadirkan Islam dengan marah-marah diyakini Islam saat ini belum sampai ke Indonesia.

 

"Straregi dakwah Rasulullah ini juga dijalankan oleh Wali Songo yang juga mengedepankan akhlakul karimah dalam menjalankan dakwah di Indonesia, peradaban yang sudah ada sebelumnya disempurnakan," terangnya.

 

Dia menambahkan, faham radikal akan terus tumbuh kalau pemberantasannya tidak sampai akar. Sebenarnya masih banyak saudara kita yang terpapar radikalisme. Banyak yang terang-terangan seperti HTI,  organisasinya dibubarkan, akan tetapi orangnya dan ajarannya masih berkeliaran.

 

"Karena itu, penanganan dan penyelesaian radikalisme harus total sampai ke akar-akarnya, termasuk radikalisme yang mengusung tema-tema agama Islam," ucapnya.

 

Dikatakan, radiklisme dengan mengusung simbul Islam tetap mengemuka akibat pemahaman Islam yang masih dangkal, yaitu pemahaman yang hanya  di permukaan.  

 

Kegiatan ngaji kebangsaan dibuka Rektor UIN Walisongo Prof KH Imam Taufiq yang juga Wakil Rais PWNU Jateng didampingi Dekan Fuhum KH Hasyim Muhammad yang juga Wakil Ketua PWNU Jateng.

 

Penulis: Samsul Huda
Editor: M Ngisom Al-Barony


Regional Terbaru