• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 23 Februari 2024

Regional

Cegah Intoleransi dan Radikalisme, Fatayat Sukoharjo Gelar Sekolah Perdamaian

Cegah Intoleransi dan Radikalisme, Fatayat Sukoharjo Gelar Sekolah Perdamaian
Kegiatan sekolah perempuan perdamaian di Aula Lembah Manah oleh PC Fatayat NU Sukoharjo (Foto: NU Online Jateng/Masri Zaini)
Kegiatan sekolah perempuan perdamaian di Aula Lembah Manah oleh PC Fatayat NU Sukoharjo (Foto: NU Online Jateng/Masri Zaini)

Sukoharjo, NU Online Jateng
Salah satu cara untuk mencegah intoleransi, radikalisme, dan ektrimisme, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Sukoharjo mengadakan kegiatan sosialisasi sekolah perempuan perdamaian di Aula Lembah Manah Sukoharjo, Ahad (5/9).

 

Ketua PC Fatayat NU Sukoharjo Siti Muslimah menyampaikan, ada 4 modul dalam kegiatan tersebut. Yang pertama adalah transformasi individu, penguatan pengetahuan terkait gender dan perdamaian. Kedua, transformasi relasional, komunikasi tanpa kekerasan, mediasi, negosiasi. 

 

"Modul 3 adalah transformasi struktural, untuk advokasi kebijakan perlindungan perempuan dan anak. Sedangkan modul yang ke 4 transformasi kultural, terciptanya budaya menerima perbedaan di masyarakat," ucapnya.

 

"Kami berharap dengan adanya kegiatan ini para pengurus dan anggota Fatayat NU mampu untuk menjadi perempuan cerdas dalam menanggapi isu isu sosial di Sukoharjo," sambung Muslimah.

 

 

Ketua panitia kegiatan sosialisasi Rina Puji Handayani mengatakan, dengan adanya sekolah perempuan yang bertemakan 'pemantapan sekolah perempuan perdamaian' diharapkan Fatayat NU bisa menginisisai ruang perjumpaan yang berbeda di antara kelompok yang berbeda. 

 

"Fatayat NU sebagai penggerak utama dalam pencegahan intoleransi, radikalisme, dan ektrimisme di Kabupaten Sukoharjo," kata Rina kepada NU Online.

 

Kegiatan yang dihadiri 50 peserta calon pengurus PC Fatayat NU tersebut bertujuan untuk edukasi dan memberdayakan perempuan dimulai dari pengurus Fatayat NU Sukoharjo. 

 

"Selain itu, juga untuk membangun kesadaran kritis dan kepedulian sosial pada perempuan serta masyarakat," terangnya.

 

Kontributor: Masri Zaini
Editor: M Ngisom Al-Barony


Regional Terbaru