• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Kamis, 30 Juni 2022

Opini

Tradisi Ramah Tamah Perbuatan yang Mulia

Tradisi Ramah Tamah Perbuatan yang Mulia
Foto: Ilustrasi (wordpress.com)
Foto: Ilustrasi (wordpress.com)

Islam merupakan agama penuh dengan rahmat serta kasih sayang kepada pemeluknya, maka sudah seharusnya untuk senantiasa saling bersikap ramah dan kasih sayang, bukan pula sebagai agama yang identik mengajarkan kepada hal-hal yang bersifat kekerasan. Kasih sayang yang diajarkan islam mempunyai cakupan yang sangat luas hingga hampir mencangkup seluruh alam semesta. Hal ini bisa dilihat misalnya orang-orang terdekat yang berada di sekeliling kita seperti keluarga, tetangga sampai kerabat, hingga saudara-saudara kita sekalipun yang tidak memiliki hubungan kekerabatan dan berlainan keyakinan agama. Merekapun berhak untuk mendapatkan perlakuan kasih sayang sesuai dengan prosedur dan aturan yang telah ditetapkan oleh syariat agama Islam. Perlakuan kasih sayang juga tidak melulu hanya kepada sesama manusia saja, melainkan kepada makhluk hidup seperti binatang dan tumbuh-tumbuhan juga berhak untuk mendapatkan jatah belas kasih sayang.


Kunci kadar keimanan kita sebagai seorang muslim tidak hanya cukup berhenti dalam melaksanakan pengamalan ibadah ritual saja, akan tetapi perlu dibuktikan juga dalam bentuk pengamalan muamalah atau interaksi sosial kepada sesama manusia, binatang, dan tumbuhan. Dalam menjalin hubungan ranah sosial terhadap sesama, Islam sangat serius mengajarkan kepada kita untuk selalu menunjukkan sikap saling ramah dan penyayang kepada sesama makhluk ciptaan Allah SWT. Selain itu, sikap ramah dan lembut menjadi kunci sukses keberhasilan dakwah Rasulullah SAW. 


Lalu kemudian timbul sebuah pertanyaan, mengapa Islam selalu mengajarkan sopan santun dan berlemah lembut terhadap orang lain? Hal itu dikarenakan agar Islam menjadi agama yang penuh kasih sayang sehingga akan mudah untuk diterima. Sesungguhnya tabiat manusia itu selalu menerima apapun selama apa yang disampaikan padanya dengan etika dan kelembutan. Bahkan kebatilan sekalipun jika disampaikan dengan lemah lembut bisa menghasut orang lain untuk melakukannya. Meskipun begitu, agama Islam juga mengenal kata 'tegas' apabila memang diperlukan dengan menggunakan pertimbangan mashlahat dan mafsadatnya. Seringkali kita lupa bahwa unsur dalam penyampaian dakwah adalah dengan bertutur kata yang lemah lembut dan sopan santun. Bahkan dakwah dengan menggunakan kata-kata yang lembut dan sopan menjadikan bukti nyata adanya rahmat Allah Taala dalam hati Rasulullah SAW. Hal Ini membuktikan  bahwa keutamaan dari sikap dan tutur kata yang ramah. Allah SWT berfirman:


فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ


Artinya : Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut     terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka     menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu, maafkanlah mereka dan mohonkanlah     ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.     Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada     Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal. (QS Ali     Imran: 159)


Dalam pengamalan sikap ramah tamah sosok Baginda Nabi Muhammad SAW menjadi suri tauladan bagi umat Islam. Allah SWT menegaskan dengan diutusnya Rasulullah SAW sebagai rasul yakni ada misi utama untuk menjadikannya rahmat (kasih sayang) bagi seluruh semesta alam. Allah berfirman:


ومَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ


Artinya: Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi     rahmat bagi seluruh alam. (QS Al-Anbiya: 107)


Dalam kehidupan sehari-hari sikap ramah juga dikategorikan sebagai pembuka pintu segala rezeki. Dalam aktivitas atau pekerjaanpun kita harus bersikap ramah kepada kawan sekantor/perusahaan. Hal ini sangat diperlukan untuk mendukung timbulnya suasana menjadi lebih kondusif, menyenangkan sehingga kemudian dapat membuka pintu rezeki akan semakin terbuka lebar. Ramah juga bisa menjadi lantaran perekat kuatnya tali silaturahim yang cukup ampuh. Bersikaplah ramah agar kita bisa mendapatkan nuansa kehidupan dan keluargaan yang dapat menenteramkan hati dan jiwa kita. Dengan demikian, perlu kiranya kita untuk dapat membuat seseorang menjadi lebih terkesan dengan pribadi kita yang murah senyum dan bersikap ramah. Walhasil, kita sebagai makhluk sosial akan dipandang baik dan menambahnya relasi pertemanan dan persaudaraan akan menjadi bertambah.


Ada kemanfaatan yang bisa diraih jika kita bersikap ramah tamah dan sopan santun, di antaranya: 

  1. Lebih dengan mudah diterima oleh orang lain. Dalam kaitannya kita bersikap santun maka akan menjadikan seseorang menjadi lebih disenangi oleh orang lain, sehingga dapat dengan mudah diterima oleh orang lain. 
  2. Penunjang lahirnya kunci kesuksesan. Banyak pengusaha/pekerja sukses, hal ini dapat dicapai karena ditunjangnya dengan cara sikap santun yang ditunjukkannya. Baik sebagai pembeli, pelanggan, karyawan, dan teman se kantor menjadi lebih senang bergaul dengannya. Kemudian menghantarkan kepada bertambanya relasi / circle pertemanan menjadi lebih bertambah banyak, sehingga akan menambah kesuksesan pada dirinya.
  3. Allah SWT dan Rasul-Nya akan mencintai hamba-Nya yang sikap santun. Kemanfaatan yang diperoleh jika kita berperilaku ramah dan lemah lembut akan menghantarkan diri seseorang menjadi mulia. Demikianlah pembahasan tentang berperilaku sikap ramah dan kasih sayang sopan santun, semoga kita selalu dimudahkan oleh Allah SWT khususnya dalam bersikap, bertingkah laku, bertutur kata yang lebih beradab, dan berakhlak mulia dalam bergaul dengan manusia untuk kemudian ambil pelajaran supaya dapat kita terapkan kehidupan sehari-hari. ​​​​​
 

Wallahu a’lam bis shawab


A’isy Hanif Firdaus, Sekretaris Umum Ikatan Keluarga Al-Fajar (Babakan-Tegal), Sekretaris PR IPNU Dukuh Kedawon, Lembaga Pers dan Penerbitan PAC IPNU Larangan, Brebes 


Opini Terbaru