• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 12 April 2024

Nasional

Unisvet Semarang: Program Pertukaran Mahasiswa Ke Perguruan Tinggi Luar Negeri Direalisasikan

Unisvet Semarang: Program Pertukaran Mahasiswa Ke Perguruan Tinggi Luar Negeri Direalisasikan
Unisvet Semarang go internasional (Foto: NU Online Jateng/Samsul)
Unisvet Semarang go internasional (Foto: NU Online Jateng/Samsul)

Semarang, NU Online Jateng
Universitas Ivet (Unisvet) Semarang  bersiap go internasional, berbagai langkah akselerasi persiapan saat ini sedang dikerjakan di antaranya dengan rintisan-rintisan kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga-lembaga pendidikan mancanegara.


Rektor Unisvet Prof Rustono mengatakan, kegiatan ilmiah  Offline Joint Internasional  Visiting Professors dengan mengusung tema 'Gaining Insight Into Interdusclinary Edicational Collaviration, Asia, Africa, Eurupe' di Gedung Sportarium Unisvet, Selasa (12/7) merupakan bagian dari itu.


"Langkah awal mendorong  Unisvet untuk go internasional ini juga ditindaklanjuti dengan kegiatan kolaborasi melalui program pertukaran mahasiswa setelah visiting professors ini," kata Prof Rustono di Kampus Unisvet Semarang.


Disampaikan, lima orang mahasiswa Unisvet akan menimba ilmu ke Thailand, setelah itu akan disusul ke Malaysia, Maroko, India, dan Rusia. Selain pertukaran mahasiswa kolaborasi juga akan diperluas ke bidang-bidang lain.


Ketua Yayasan Pembina IKIP Veteran Semarang KH Ahmad Suudi menjelaskan, selaku penyelenggara PTS Unisvet pihaknya mendorong agar perguruan tinggi kelanjutan dari IKIP Veteran ini melakukan akselerasi agar segera go internasional.


"Karena itu berbagai kegiatan internasional terutama terkait dengan program-program kolaborasi dan pengembangan ilmu pengetahuan terus kami support seperti kegiatan hari ini," kat Suudi.


Wakil Rektor untuk hubungan alumni internasional Univetsitas Fatani Thailand Prof Sukree Langputeh mengatakan, kolaborasi antarperguruan tinggi lintas negara bahkan benua seperti hari ini menjadi sebuah kebutuhan.


"Globalisasi menjadikan semuanya menjadi masyarakat lokal yang dengan mudah dan lancar dapat saling berkomunikasi di berbagai bidang mulai dari budaya, politik, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan sebagainya. Jadi bukan zamannya lagi di antara kita saling berkompetisi, tetapi sebaliknya kita mesti berkolaborasi untuk saling dukung dan memajukan," pungkasnya.


Penulis: Samsul Huda


Nasional Terbaru