• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Kamis, 30 Juni 2022

Nasional

NU Jateng Tegaskan Nahdlatul Ulama Hadir untuk Hidupkan Ilmu-ilmu Agama

NU Jateng Tegaskan Nahdlatul Ulama Hadir untuk Hidupkan Ilmu-ilmu Agama
Peresmian Pesantren MWCNU Kepil, Wonosobo (Foto: NU Online jateng/Insan Al-Huda)
Peresmian Pesantren MWCNU Kepil, Wonosobo (Foto: NU Online jateng/Insan Al-Huda)

Wonosobo, NU Online Jateng
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng HM Muzamil menegaskan, sebagai jamiyah NU merupakan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang bertujuan untuk menghidupkan ilmu-ilmu agama atau ulumaddin. 


"Bagaimana para pengurus dan warga NU dapat menciptakan kondisi agar selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT," ujarnya dalam acara pelantikan dan peluncuran  Pesantren Al-Haq Madani Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kepil, Kabupaten Wonosobo, Ahad (19/6).


Dikatakan, agar kondisi tersebut dapat tercipta, maka perlu kembali membuka kitab manaqib atau riwayat hidup para ulama terdahulu yang shalih dalam melakukan dakwah dan pendidikan Islam ala ahlussunah wal jamaah. 


"Kiai-kiai terdahulu merupakan suri tauladan yang baik karena mereka komitmen menjalankan ilmunya secara ikhlas dan istiqamah," ucapnya.


Disampaikan, bagaimana para kiai pada masanya terdahulu mengamalkan dan menyebarluaskan ilmu yang diperolehnya dari gurunya. Padahal waktu itu sarana dan prasarana atau fasilitasnya tidak selengkap sekarang. 


"Waktu itu belum ada kendaraan, bangunan, penerangan, alat komunikasi seperti zaman sekarang, namun beliau semua mencari ilmu dan menjalankan ilmunya dengan tanpa kenal lelah. Mungkin semua itu karena keikhlasan dan istiqamanya," bebernya.


Dirinya meyakini ulama terdahulu sedemikian gigih berjuang menjalankan ilmu yang diperolehnya, karena orientasinya adalah semata-mata mencari ridha Allah SWT.  


"Para Ulama terdahulu juga bekerja keras untuk memberikan nafkah kepada keluarganya. Ada yang berdagang, bertani, berkebun, memelihara ternak, dan sebagainya sehingga hidup mereka bertambah berkah," ungkap Kiai Muzamil.


Jadi semua itu sambungnya, dilakukan ulama terdahulu semata-mata menjalankan sunah-sunah Nabi Muhammad dan para sahabatnya. "Waktu itu Ulama juga berpolitik, namun politiknya sebagaimana disebut Rais Aam PBNU almaghfurlah KH Ahmad Muhammad Sahal Mahfudz sebagai politik tingkat tinggi, yakni membuat kebaikan bagi umat agar dapat selamat dunia akhirat. Semoga kita mendapatkan limpahan keberkahan mereka," doanya.


Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Wonosobo KH Abdurrahman Al-Hafidz mengharapkan agar pesantren yang dibangun oleh MWCNU Kepil dapat dimanfaatkan untuk tafaqquh fiddin, memperdalam ilmu agama. 


"Mempelajari ilmu merupakan kewajiban bagi umat Islam, sehingga kita harus mengupayakan maksimal agar tafaqquh fiddin dapat terlaksana dengan baik," pungkasnya.


Nampak hadir jajaran pengurus MWCNU, badan otonom dan lembaga, jajaran pemerintah forkompincam Kepil dan para guru LP Ma'arif NU.


Pengirim: Insan Al-Huda


Nasional Terbaru