• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 4 Desember 2022

Nasional

Guru Besar UIN Jakarta: Pentingnya Guru dan Sanad dalam Mempelajari Islam

Guru Besar UIN Jakarta: Pentingnya Guru dan Sanad dalam Mempelajari Islam
Prof KH Sayid Aqil Husin Al-Munawar (Foto: NU Online Jateng/Insan Al-Huda)
Prof KH Sayid Aqil Husin Al-Munawar (Foto: NU Online Jateng/Insan Al-Huda)

Kebumen, NU Online Jateng
Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof KH Sayid Aqil Husin Al-Munawar menegaskan, pentingnya guru dan sanad dalam mempelajari Islam. 


"Ajaran yang dibawa Rasulullah Saw merupakan wahyu dari Allah Taala melalui Malaikat Jibril as. Mempelajari Al-Qur'an dan Sunnah Nabi harus dengan guru yang memiliki sanad yang bersambung hingga Rasulullah Saw," tegasnya dalam Haflah khataman Al-Qur'an dan Kitab Alfiyah Ibnu Malik di Pesantren Al-Huda, Jetis, Kebumen, Ahad (2/10/2022) malam.


Sebelum menyampaikan motivasi kepada orang tua wali santri dan para santri Al-Huda tersebut, Prof Sayid Aqil melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan suara yang indah yang dilanjutkan dengan shalawat Nabi. 


"Banyak sekali cabang Ulumul Qur'an dan ulumumul hadits yang harus dipelajari agar dapat memahami ajaran Islam dengan benar," ujarnya.


Dirinya mengisahkan, waktu masih kecil diperintahkan ayahandanya untuk menghafalkan kitab-kitab tentang ilmu tauhid, ilmu fiqih, ilmu nahwu shorof dan akhlaq. Waktu itu ia bertanya kepada ayahandanya, "Mengapa saya harus menghafalkan kitab-kitab tersebut, mengapa tidak menghafalkan Al-Qur'an terlebih dahulu?," Ayahnya menjawab, "Jika nanti sudah hafal kitab-kitab ilmu tersebut, pada saatnya nanti akan mudah menghafal Al-Qur'an," kenangnya.





Mubaligh KH Manarul Hidayat dari Jakarta juga menyampaikan, para santri nanti diharapkan semua dapat berkhidmah pada Jamiyah NU. "Kalau berkhidmat pada NU jangan punya niat untuk membesarkan NU karena NU sudah besar. Namun berniatlah khidmah kepada NU untuk memperbaiki diri sendiri dan keluarga karena Allah Taala. Insyaallah akan berkah," tegasnya.


Menurutnya, seluruh pengurus dan warga NU harus bersatu, mempererat tali silaturahim. "Kita semua berkhidmah kepada NU agar dapat diakui sebagai santri Hadratus Syekh KH Muhammad Hasyim Asy'ari," terangnya.


Pesantren Al-Huda yang diasuh KH Abdul Wahib Mahfudz dan KH Yazid Mahfudz, selain menyelenggarakan pendidikan pesantren salafiyah yang mengkaji kitab-kitab kuning, juga terdapat lembaga pendidikan formal mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah dan madrasah lanjutan atas.


Acara haflah yang juga diniatkan untuk haul ke-38 almaghfurlah KH Mahfudz Chasbullah tersebut berlangsung khidmat, dihadiri Prof Habib Said Aqil Al-Munawar, KH Manarul Hidayat Jakarta, KH Sobri Banyumas, KH Nur Cholis Kabupaten Semarang, Ketua PWNU Jateng HM Muzamil, Habib Zain Al-Habsi dan Habib Hamzah Al-Habsi serta puluhan ribu jamaah.


Pengirim: Insan Al-Huda


Nasional Terbaru