• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Senin, 17 Juni 2024

Keislaman

Raih 3 Keuntungannya, Ini Niat Puasa Dzulhijjah

Raih 3 Keuntungannya, Ini Niat Puasa Dzulhijjah
Ilustrasi puasa Dzulhijjah. (Foto: NU Online)
Ilustrasi puasa Dzulhijjah. (Foto: NU Online)

Semarang, NU Online Jateng

Tidak lama lagi, umat Islam akan menemui bulan Dzulhijjah 1445 H. Salah satu hal yang dianjurkan pada 10 hari pertama di bulan kedua belas ini adalah puasa.


Ustadz Muhammad Abror, pengasuh Madrasah Baca Kitab, dalam artikel Puasa Dzulhijjah: Tata Cara, Niat, dan Keutamaanya, menulis bahwa puasa Dzulhijjah memiliki tiga keutamaan.


Pertama, dilipatgandakan pahalanya. Pahala puasa awal Dzulhijjah berlipat-lipat dibanding dengan bulan lainnya, seperti disebut dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. "Puasa 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa sebanding dengan satu tahun berpuasa," tulis alumnus Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon itu, dikutip dari NU Online, pada Kamis (6/6/2024). 


Kedua, penghapusan dosa. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, puasa khusus pada tanggal 9 Dzulhijjah atau biasa disebut puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.


Ketiga, hari pembebasan dari siksa neraka. Termasuk keutamaan hari Arafah adalah Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka pada hari tersebut dibanding hari-hari lainnya.


Adapun niat puasa pada tanggal 1-9 Dzulhijjah adalah sebagai berikut.


نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى 


Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ.


Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’âlâ.”


Niat ini dibacakan ketika malam hari setelah matahari terbenam sampai terbit fajar. Jika lupa belum niat pada waktu tersebut, maka masih boleh berpuasa dan wajib niat puasa Dzulhijjah hingga waktu Dzuhur tiba. Hal tersebut boleh dilakukan dengan syarat belum melakukan apa yang membatalkan puasa.


Waktu pelaksanaan puasa sunnah Dzulhijjah adalah pada tanggal 1-9 Dzulhijjah. Khusus tanggal 8 Dzulhijjah dinamakan puasa Tarwiyah dan tanggal 9 Dzulhijjah dinamakan puasa Arafah.


Sebagai informasi, penetepan tanggal 1 Dzulhijjah 1445 H akan diputuskan pada sidang itsbat, Jumat (7/6/2024) malam. Keputusan itu ditetapkan setelah menghimpun laporan rukyatul hilal dari seluruh perukyat di Indonesia.


Keislaman Terbaru