• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Senin, 17 Juni 2024

Keislaman

7 Amalan yang Dianjurkan pada 10 Hari Pertama Dzulhijjah

7 Amalan yang Dianjurkan pada 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Ilustrasi Dzulhijjah. (Foto: NU Online/Freepik)
Ilustrasi Dzulhijjah. (Foto: NU Online/Freepik)

Semarang, NU Online Jateng

Tak lama lagi umat Islam akan menemui bulan terakhir di tahun Qamariah, yakni Dzulhijjah. Bulan ini merupakan salah satu dari empat bulan mulia (al-asyhur al-hurum).  Di bulan ini, setidaknya ada tujuh amalan yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan umat Islam, sebagaimana ditulis Ustadz Shofi Mustajibullah, mahasiswa Pesantren Kampus Ainul Yaqin, Malang, Jawa Timur dalam artikelnya di NU Online berjudul 7 Amalan di Bulan Dzulhijjah dan Dalilnya.


Pertama, berpuasa di sepuluh hari pertama. Hal ini dimaknai para ulama sebagaimana dijelaskan Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari, atas sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari berikut.


“Dari Ibnu Abbas, Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada amal ibadah yang lebih utama selain yang dikerjakan pada sepuluh hari ini (maksudnya sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah)”. Para sahabat bertanya: “Apakah sekalipun jihad di jalan Allah?”. Rasulullah saw menjawab: “Sekalipun dari jihad. Kecuali seseorang yang keluar untuk berjihad dengan diri dan hartanya, lalu tidak ada sedikitpun yang pulang dari padanya.”


Kedua, puasa Tarwiyah, yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah. Bahkan, menurut Imam al-Qarafi dalam kitabnya Adz-Dzakhirah, berpuasa pada tanggal tersebut setara dengan puasa setahun, bulan Haram, Sya’ban, dan sepuluh hari Dzulhijjah.


Ketiga, puasa Arafah, yaitu puasa di tanggal 9 Dzulhijjah. Diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah saw bersabda bahwa puasa di hari tersebut akan melebur dosa setahun yang lampau dan akan datang.


Keempat, menghidupkan malam sepuluh hari pertama. Hal ini sebagaimana diceritakan dalam sebuah hadits, bahwa 10 hari pertama Dzulhijjah merupakan hari yang sangat disenangi Allah swt sehingga perlu diisi dengan banyak beribadah di siang dan malamnya.


Kelima, memperbanyak dzikir, seperti melafalkan tahlil, tahmid, dan takbir). Hal ini sebagaimana disabdakan Nabi dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad berikut. 


“Dari Ibnu Umar dari Nabi Muhammad saw bersabda: Sepuluh hari pertama dalam Dzulhijjah merupakan hari yang sangat diagungkan dan disenangi oleh Allah, karenanya perbanyak ucapan tahlil, takbir, tahmid.” (HR. Imam Ahmad). 


Keenam, beramal shalih. Apapun amal baiknya, di 10 hari pertama Dzulhijjah, sebagaimana disabdakan Nabi Muhammad saw, sangat disukai Allah swt. 


Ketujuh, menunaikan ibadah haji. Rukun Islam kelima ini, disebut Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Lathaiful Ma’arif, merupakan amalan paling utama dalam bulan Dzulhijjah.


Keislaman Terbaru