• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Rabu, 18 Mei 2022

Dinamika

Terpilih Jadi Ketua NU Ranting Banyurip Alit Pekalongan, Ustadz Wahyu: Innalillahi

Terpilih Jadi Ketua NU Ranting Banyurip Alit Pekalongan, Ustadz Wahyu: Innalillahi
Kegiatan musyawarah ranting NU Banyurip Alit, Kota Pekalongan (Foto: NU Online Jateng/Muiz)
Kegiatan musyawarah ranting NU Banyurip Alit, Kota Pekalongan (Foto: NU Online Jateng/Muiz)

Pekalongan, NU Online Jateng
Ustadz Mohammad Wahyu secara aklamasi ditetapkan sebagai Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Banyurip Alit, Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan melalui Musyawarah Ranting (Musran) yang dihelat Mushala Rohmatul Mubtadi'in Banyurip Alit Gg 3C pada Kamis (12/5).


Saat memberikan kata sambutan usai terpilih, Mohammad Wahyu mengucapkan 'innalillahi wainna ilaihi rajiun'. Pasalnya mengemban amanah menjadi pengurus NU sangat berat dan ini musibah baginya. Maka ketika diberi kesempatan untuk sambutan bukan ucapan syukur atas amanat yang diberikan kepada dirinya, akan tetapi justru sebagai musibah.


"Bagi kami, ini amanat yang sangat berat untuk diemban, banyak kader NU yang lebih layak dan pantas dari kami. Namun karena ini mandat dari peserta Musran, akan kami laksanakan dengan tetap memohon dukungan, doa, bimbingan, dan arahan dari para sesepuh NU," ucapnya.





Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan H Muhtarom mengatakan, Musran adalah forum tertinggi NU di tingkat ranting untuk membahas berbagai hal termasuk pemilihan rais dan ketua ranting yang baru.

 

"Saya melihat Ranting NU Banyurip Alit sangat dinamis dan kompak. Hal ini terlihat dari tingkat kehadiran peserta yang bahkan menggunakan seragam ijo-ijo," ujarnya.


Dikatakan, khusus untuk Musran NU di Banyurip Alit, PCNU menerjunkan formasi lengkap yang biasanya forum musran hanya dihadiri PCNU beberapa saja. "Akan tetapi khusus untuk Banyurip Alit kami hadir bersama Rais, Wakil Katib, dan beberapa pengurus harian lainnya," terangnya. 


"Semoga kehadiran NU Banyurip Alit bisa memberikan manfaat besar bagi warganya dan NU memang harus hadir untuk warga dan masyarakat," ucapnya.


Menurutnya, Musran bukanlah tujuan untuk sekadar mengganti pengurus atau menyusun program, akan tetapi lebih dari itu NU hadir yang didukung oleh lapis kedua yakni para kiai yang tidak duduk dalam kepengurusan di NU memiliki peran yang cukup penting untuk terus mendukung keberadaan NU.


"Lapis kedua memiliki peran yang tidak kecil. Para kiai yang memangku pesantren memiliki peran yang cukup besar untuk kejayaan NU," tegasnya.


Oleh karena itu lanjutnya, para pengurus NU harus dekat dengan para kiai pengasuh pesantren meski tidak masuk dalam struktural NU untuk dimintai nasehat, saran, dorongan, dan bahkan doa agar NU tetapi maju dan berkembang menjadi penyangga NKRI," pungkasnya.


Meski sempat alot dalam pembahasan tata tertib, Musran berhasil menetapkan pasangan KH Atsiruddin Aqib sebagai rais dan Ustadz Mohammad Wahyu sebagai ketua PRNU Banyurip Alit periode 2022-2027.


Penulis: M Ngisom Al-Barony


Dinamika Terbaru