• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 12 April 2024

Sosok

Nafiul Ardi, Aktivis IPNU Banyumas Tekuni Kuliner Waroeng Sate Santri 

Nafiul Ardi, Aktivis IPNU Banyumas Tekuni Kuliner Waroeng Sate Santri 
Nafiul Ardi aktivis IPNU Banyumas tekuni kuliner sate (Foto: NU Online Jateng/Suci Amaliyah)
Nafiul Ardi aktivis IPNU Banyumas tekuni kuliner sate (Foto: NU Online Jateng/Suci Amaliyah)

Banyumas, NU Online Jateng
Wakil Ketua Kaderisasi Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Banyumas, Nafiul Ardi terkasuk pria yang beruntung karena menerima warisan resep sate yang cukup dikenal di Banyumas.

 

Dirinya bercerita awal usaha tentang Waroeng Sate Santri (WSS) yang ia rintis sejak tahun 2018 bersama kedua rekannya yang juga pengurus IPNU Banyumas.

 

“Waktu itu saya dan kedua rekan saya Aditya Ageng dan Zaki Fuadi kader IPNU dari Ajibarang secara kebetulan belajar resep sate dari penjual sate profesional yang sudah puluhan tahun menjajakan satenya. Namun, pedagang sate bingung mewariskan resep satenya kepada siapa,” katanya kepada NU Online Jateng, Senin (12/4).

 

Ardi yang juga pengurus IPNU Jawa Tengah itu mengisahkan awal mula mengenal penjual sate tersebut. Waktu itu penjual sate bercerita karena anak-anaknya sudah memiliki pekerjaan masing-masing sehingga ia membagi resep tersebut kepada kami bertiga. 

 

"Sebelumnya, kami bertiga pernah membantu penjual sate ketika acara pengajian akbar di daerahnya. Resep satenya ini beda dari sate biasanya, bumbunya khas tidak semua orang tahu,” tambahnya.

 

Disampaikan, nama Waroeng Sate Santri (WWS) sendiri tercipta atas inisiasi pribadi, karena yang mengelola pelajar NU dan aktivis, di IPNU maka nama santri-lah yang diambil. "Namun Waroeng Sate Santri ini sempat berjalan selama satu tahun dan sempat berhenti juga selama satu tahun,” terang Ardi.

 

Ardi menjelaskan, usaha kuliner yang awalnya dirintis oleh tiga sekawan itu sempat terhenti karena kedua rekannya telah mendapatkan pekerjaan lain. Aditya Ageng sekarang menjadi Ketua PC IPNU Banyumas dan menjalani bisnis Travel dan Tour sedangkan Zaki Fuadi  menjadi guru agama di SMK Manusa Ajibarang.

 

“Kuliner Waroeng Sate Santri tersebut akhirnya saya kelola sendiri dan Alhamdulillah sampai hari ini telah berdiri tiga warung sate santri dengan sistem kaki lima yang tersebar di beberapa titik di Kecamatan Ajibarang,” jelas Ardi.

 

Baginya, spirit Nahdlatut Tujjar atau kebangkitan pengusaha inilah yang menjadi peganganan yang kini sukses mengelola kuliner Waroeng Sate Santri. Ia menyampaikan, selain berlatih wirausaha juga untuk mengasah sejauh mana kreativitas selama berkecimpung di dunia organisasi dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

 

Kontributor: Suci Amaliyah
Editor: M Ngisom Al-Barony


Sosok Terbaru