• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Rabu, 18 Mei 2022

Sosok

Dua Kader NU Dikukuhkan Jadi Guru Besar IAIN Kudus

Dua Kader NU Dikukuhkan Jadi Guru Besar IAIN Kudus
Pengukuhan dua kader NU jadi Guru Besar di IAIN Kudus (Foto: NU Online Jateng/Farid)
Pengukuhan dua kader NU jadi Guru Besar di IAIN Kudus (Foto: NU Online Jateng/Farid)

Kudus, NU Online Jateng
Dua kader NU yang mengajar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus yakni Prof H Abdurrohman Kasdi dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Hukum Islam dan Prof H Ihsan sebagai guru besar bidang Ilmu Pendidikan Islam pada Sabtu (12/3).


Rektor IAIN Kudus H Mudzakir mengapresiasi pencapaian kedua dosennya. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya sekadar berfungsi mencetak sarjana, master, maupun doktor. Melainkan juga berfungsi mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat. 


"Maka pencapaian sebagai guru besar diharapkan dapat memberikan sumbangsih yang lebih besar kepada kampus dan masyarakat," ujarnya. 


Mundzakir berharap kedua guru besar dapat menjadi pelopor inovasi Tridharma Perguruan Tinggi baik melalui pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Karya-karya besarnya ditunggu dan diharapkan semua pihak khususnya bagi IAIN Kudus mewujudkan visi besar.


"Yakni menjadi global university dan perguruan tinggi berkelas dunia,” harapnya.


Kepada NU Online Jateng, Senin (14/3) Mundzakir menyampaikan bahwa pengukuhan guru besar merupakan salah satu bagian dari upaya IAIN Kudus dalam proses percepatan transformasi menuju UIN. IAIN Kudus menargetkan capaian guru besar sampai tahun 2022 adalah 3% atau sebanyak 6 orang.


"Alhamdulillah 3 orang sudah dikukuhkan, dan masih ada 3 lagi yang sedang dalam proses pengusulan dan menunggu penetapannya," sebutnya.


Bupati Kabupaten Kudus HM Hartopo berharap akan semakin banyak guru besar yang lahir di Kabupaten Kudus. “Tentunya ini menjadi inspirasi bersama, mudah-mudahan bukan hanya kuantitas guru besarnya, tetapi kualitas sumber daya manusianya yang perlu ditingkatkan,” katanya.


Selain itu dengan bertambahnya guru besar di IAIN Kudus ilmunya dapat diturunkan kepada mahasiswa sehingga menghasilkan alumni dan sarjana yang berkualitas di bidangnya masing-masing.


“Ini menjadi inspirasi, belajar tidak pernah mengenal waktu, tidak pernah mengenal umur, marilah kita yang ada kesempatan belajar, belajarlah hingga akhir hayat,” pesannya.


Pada saat pengukuhan, Prof Abdurrohman menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul 'Fatwa Dan Otoritas Keagamaan: Prospek Hukum Islam di Indonesia pada Era Digital'. Sedangkan Prof Ihsan menyampaikan orasi ilmiah dengan judul 'Pendidikan Moderasi Beragama Model Madrasah Pesantren'.


Ketika berbicara prestasi akademik dan pengabdian di organisasi, nama Abdurrahman Kasdi–biasa disapa Kang Dur saat ini menjabat sebagai Direktur Pascasarjana IAIN Kudus tidak bisa dipisahkan dari dinamika yang berkembang di kampus dan di masyarakat. Kader muda NU ini memperoleh gelar jabatan tertinggi dalam karir sebagai seorang dosen dengan gelar profesor termuda di IAIN Kudus dan tetap membersamai kegiatan-kegiatan dan dinamika di organisasi dan masyarakat. 


Kiprahnya di dalam organisasi kemasyarakatan terbesar NU, Kang Dur sangat terlihat saat menjadi Ketua PC GP Ansor Kabupaten Demak periode 2013-2017. Kemudian berlanjut di Jawa Tengah menjadi Wakil Ketua PW GP Ansor Jateng periode 2018-2022. Lalu, menjadi Wakil Ketua PCNU Demak masa khidmah 2017-2022.


Selain itu Kang Dur menjadi Ketua PC Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Demak periode 2008-2013, Wakil Sekretaris Umum  PW IKA PMII Jateng periode 2014-2019, Ketua Forum Kewasapadaan Dini Masyarakat (FKDM) Demak 2013-2016 dan Ketua II DPD KNPI Demak periode 2013-2016.


Turut hadir dalam pengukuhan Forkopimda Kudus, Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Diktis Kemenag RI, Kasubdit Ketenagaan Diktis Kemenag Ri, Kasi Kemahasiswaan Subdit Sarpras dan Kemahasiswaan Diktis Kemenag RI, para Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri maupun swasta, dan para Ketua Ormas Kudus dan Demak. 


Kontributor: M Farid
Editor: Samsul Huda


Sosok Terbaru