• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Senin, 17 Juni 2024

Regional

Rais PCNU Kudus: Al-Qur'an Harus Jadi Spirit Perjuangan di NU

Rais PCNU Kudus: Al-Qur'an Harus Jadi Spirit Perjuangan di NU
Rais PCNU Kudus, KH Ulil Albab Arwani (dua dari kiri) di acara Rakorcab LAZISNU (Foto: NU Online Jateng/M Farid)
Rais PCNU Kudus, KH Ulil Albab Arwani (dua dari kiri) di acara Rakorcab LAZISNU (Foto: NU Online Jateng/M Farid)

Kudus, NU Online Jateng
Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kudus KH Ulil Albab Arwani mengatakan, ayat-ayat Al-Qur’an seharusnya dijadikan ruh atau spirit dalam perjuangan di NU, utamanya Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU). 


"Yakni semangat untuk melayani umat, memberi kemanfaatan yang lebih besar. Maka, diperlukan juga kekompakan dan solidaritas dari segenap pengurus. Mulai dari tingkatan ranting, MWC dan Cabang harus satu frekuensi," tegasnya.


Hal itu disampaikan rapat koordinasi cabang (Rakorcab), Sabtu-Ahad (29-30/01) yang dihadiri berbagai tokoh mulai dari tingkat ranting se-kabupaten hingga pengurus wilayah di Aula Pondok Yanbu'ul Qur'an Kajeksan, Kota Kudus.


Dikatakan, LAZISNU harus dijadikan sarana untuk mensejahterakan umat. Menurutnya, melalui gerakan yang massif, LAZISNU bisa menjadi pioner di Kabupaten kudus. Jangan sampai ada yang merasa akan kekurangan sebab infaq dan sedekah.


"Tetapi sebaliknya, bal yazda, bal yazda, tetap akan ditambah oleh Allah Taala,” ucapnya.


Ketua Pengurus Cabang (PC) LAZISNU Kudus HM Ihdi Fahmi kepada NU Online Jateng, Selasa (1/2) menjelaskan, kegiatan rakorcab digelar dalam rangka menyatukan frekuensi kerja. Pihaknya menargetkan bisa menghimpun Rp10 Miliar koin Infaq Nahdlatul Ulama Kudus (INUK) di tahun 2022 ini.


"Koin infaq yang dihimpun akan dimanfaatkan untuk pelayanan umat yang lebih luas dan merata, baik pelayanan kesehatan, pendidikan bagi anak yatim, dhuafa, dan bedah rumah," paparnya.


Ia juga meminta kepada seluruh pengurus NU, baik di tingkat ranting, MWC hingga cabang supaya bisa kompak. Yakni dengan menyiapkan database, berkoordinasi, dan rutin melaporkan progres kerja.


"Minimal setiap ranting bisa mendistribusikan 500an kaleng INUK dan mengawalnya via fundrising," ujar dia.


Fahmi menjelaskan, pencapaian tahun 2021 sudah berhasil menghimpun Rp3 Miliar Koin INUK. Kendati demikian, masih banyak yang perlu dievaluasi dan diperbaiki. Utamanya pada input data ke aplikasi dan pelaporan. Dirinya berharap kinerja admin di ranting tahun ini bisa lebih baik.


"Kami meminta dengan hormat di tahun ini dan selanjutnya bisa menjunjung tinggi nilai profesionalisme sehingga target 10 Miliar yang kita pasang bisa terlaksana dan akuntabel," pintanya.


Ketua PW LAZISNU Jawa Tengah HM Mahsun memberi motivasi kepada seluruh peserta rakor. Ia juga memaparkan beberapa tantangan ke depan yang bisa diselesaikan dengan cara mengelola dana umat.


"Akan semakin banyak yang tertolong dan tentu saja niat kita untuk membesarkan NU harus menjadi yang utama," pungkasnya.


Hadir pada kesempatan itu Rais PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh, Ketua PW LAZISNU Jawa Tengah Mohammad Mahsun, Ketua PCNU Kudus H Asyrofi Masyitho, Katib PCNU Kudus KH Amin Yasin.


Kontributor: M Farid
Editor: M Ngisom Al-Barony


Regional Terbaru