• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 23 Februari 2024

Opini

Seruan Moral untuk Kebaikan Bersama

Seruan Moral untuk Kebaikan Bersama
Foto: Ilustrasi (nu online)
Foto: Ilustrasi (nu online)

Berbagai kampus menyampaikan seruan moral untuk perbaikan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di tanah air. Seruan moral tersebut tentu merupakan kontribusi positif dunia akademik untuk mencapai cita-cita dan tujuan nasional Indonesia yang dirumuskan para pendiri bangsa.


Sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945 visi bangsa yang hendak dicapai adalah melindungi segenap tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta dalam perdamaian dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Segenap komponen bangsa, termasuk ulama, cendekiawan, politisi, birokrasi, TNI Polri, dan semua kalangan termasuk generasi muda,  tentu menyadari pentingnya mencapai cita-cita dan tujuan nasional tersebut. Adanya kritik konstruktif serta jalan keluar yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan bangsa Indonesia tentu akan diapresiasi semua pihak, disamping melakukan ikhtiar lahir batin agar Indonesia bisa sederajat dengan bangsa-bangsa lain di dunia.


Para pengambil kebijakan sesuai dengan bidang tugasnya tentunya juga akan senang hati terhadap kontribusi positif putra putri bangsa yang dengan suka rela berkorban untuk kepentingan nasional dan masa depan yang lebih baik. Para kontestan dan para pemilih dalam pemilu 2024 ini juga memiliki niat dan tujuan yang mulia untuk mendarmabaktikan segenap potensi yang dimilikinya. Mereka juga merupakan kader bangsa yang telah dididik oleh para pendidik sesuai dengan kompetensinya. Tentu semua pihak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ibarat pepatah, 'tiada gading yang tak retak'. Justru karena itu kerelaan untuk memberi dan menerima nasehat atau kritik sangat lah penting untuk kemajuan bangsa Indonesia.


Dari 5 kali debat yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) selama ini menunjukkan adanya dinamika sosial politik yang konstruktif dari segenap komponen bangsa untuk saling memberi dan menerima masukan. Dari 5 kali debat tersebut, paling tidak digambarkan ada beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti pasca pemilu nanti. 1. Tetap komitmen pada moralitas Pancasila dan UUD 1945;  2. Melanjutkan pembangunan Indonesia untuk mencapai keadilan dan kemakmuran; 3. Pendidikan yang berkualitas dan terjangkau;  4. Pertanian yang ramah lingkungan dan produktif untuk ketahanan dan kedaulatan pangan; 5. Melindungi usaha mikro, kecil dan menengah dengan kemitraan industri;  6. Mempertahankan tradisi bangsa yang santun dan beradab; 7. Memajukan perdamaian dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial; 8. Pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan oleh putra putri Indonesia; dan 9. Perdagangan barang dan jasa produk dalam negeri ke pasar internasional.


Kemudian untuk menjalankan agenda besar tersebut dipandang perlu adanya peningkatan kesejahteraan aparatur negara dan pemerintah, penegakan hukum untuk keadilan seluruh lapisan masyarakat, serta sistem pertahanan dan keamanan nasional yang dilengkapi dengan teknologi yang canggih. Tentu hal tersebut akan tercapai apabila masing-masing peserta pemilu mendapatkan pengawalan dari para pemilih untuk menindaklanjutinya, terlepas siapa pun yang akan terpilih nantinya. Dengan pemilihan yang bersifat langsung, umum, bebas dan rahasia, jujur dan adil, rakyat Indonesia akan menentukan pilihannya pada 14 Pebruari 2024. Kita yakini bersama bahwa pilihan rakyat merupakan pilihan yang terbaik yang dilandasi dengan nilai-nilai dan semangat Pancasila dan UUD 1945.


Semoga Indonesia tetap selamat, menghasilkan pemimpin yang legitimate menuju Indonesia emas, para pemimpin dan rakyatnya juga selamat dapat mencapai cita-cita bersama. Dunia Internasional juga selamat. Terima kasih Presiden, terima kasih DPR dan Lembaga Tinggi Negara. Terima kasih partai politik dan organisasi kemasyarakatan. Terima kasih rakyat Indonesia. Pengabdian mu tetap dinanti dan dikenang ibu Pertiwi. Wallahu a'lam bis shawab.


Mohamad Muzamil, mantan Ketua Koordinator Cabang (Korcab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Tengah, Ketua PWNU Jateng 


Opini Terbaru