• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Sabtu, 24 Februari 2024

Nasional

PBNU Minta PTNU Bisa Setara dengan Kampus Negeri

PBNU Minta PTNU Bisa Setara dengan Kampus Negeri
Simposium Nasional PTNU di Jakarta (Foto: NU Online)
Simposium Nasional PTNU di Jakarta (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online Jateng
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI menggelar Simposium Nasional Digitalisasi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU).


Ketua PBNU Prof Moh Mukri menyebut, simposium nasional digitalisasi PTNU mendorong agar perguruan tinggi, baik islam maupun umum, negeri atau swasta bisa maju bersama. 


"Melalui forum ini PTNU yang berjumlah 217 di seluruh Indonesia bisa maju setara dengan kampus-kampus negeri milik pemerintah maupun kampus swasta lainnya. Jangan hanya PTKIN yang maju, PTN yang maju. Tapi juga PTNU, baik yang dimiliki perkumpulan atau yayasan dzuriyah NU, akan maju bersama-sama," ujarnya.


Hal itu ditegaskan pada pembukaan Simposium Nasional Digitalisasi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di Mercure Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Senin (27/11/2023). 


Prof Mukri menyampaikan pentingnya digitalisasi dalam pendidikan pada masa ini, sebagai kebutuhan yang tak terhindarkan bagi lembaga pendidikan, khususnya perguruan tinggi di Indonesia. 


Menurutnya, di era digital seperti sekarang, aktivitas baik di dalam maupun di luar kampus harus tersebar luas dan mendapat perhatian agar pesan yang ingin disampaikan dapat dipahami secara merata oleh semua pihak yang terlibat. 


"Jangan sampai kita hanya mendengar, gelombangnya beda, spiritnya beda. Jadi kumpul-kumpul seperti ini harus diviralkan," ucapnya dilansir dari laman nu.or.id. 


Ketua Panitia Simposium Nasional Digitalisasi PTNU A Luthfi menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia dan seluruh peserta yang turut serta dalam kegiatan ini. Luthfi juga meminta para rektor perguruan tinggi negeri di bawah naungan Kemendikbud dan Kemenag untuk menjadi simbol kesediaan dalam mengawal PTNU menuju masa depan. 


"Terima kasih kepada para rektor yang telah berdiri, hal ini menunjukkan kesediaan untuk mengawal. Jika ada kendala, kita bisa melapor kepada wakil ketua dan Ketua PBNU," ungkapnya.


Luthfi melaporkan, PTNU yang berada di bawah naungan PBNU yang hadir dalam acara tersebut berjumlah 118 kampus, terdiri dari 26 PTNU yang berada di bawah perkumpulan dan 92 PTNU yang berada di bawah yayasan dzuriyat tokoh NU. 


Kegiatan simposium dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua PBNU Profesor Mukri, Sekretaris Jenderal Kemenag RI Prof Nizar, Ketua Panitia Pengarah Prof Dede Rosyada, Direktur Kelembagaan Kemendikbud Ristek RI Lukman, 21 rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), sejumlah rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan ratusan Rektor PTNU dari seluruh Indonesia. (*)


Nasional Terbaru