• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Sabtu, 24 Februari 2024

Nasional

Ijazah dari Gus Mus Doa sebelum Coblos Surat Suara

Ijazah dari Gus Mus Doa sebelum Coblos Surat Suara
Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri (Foto: NU Online)
Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online Jateng
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) telah menetapkan jadwal pencoblosan atau pemungutan surat suara pemilihan umum (Pemilu) pada Rabu (14/2/2024) mendatang. 


Sejumlah tahapan penyelenggaraan Pemilu telah dilalui. Pada 11-13 Februari 2024 KPU menetapkan masa tenang sebelum memasuki hari pencoblosan. Penetapan waktu tersebut sebagaimana Keputusan KPU Nomor 21 Tahun 2022 tentang Hari dan Tanggal Pemungutan Suara Pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR, Anggota DPD, Anggota DPRD Provinsi, dan Anggota DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2024.  


Agar tak salah pilih pemimpin Negara Indonesia, khususnya yang sudah memiliki hak suara hendaknya menunaikannya dengan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing yang telah ditetapkan KPU. 


Di TPS, pemilih akan mendapatkan lima jenis surat suara untuk kemudian dicoblos.  Pertama, surat suara pasangan Capres Cawapres berwarna abu-abu. Kedua, surat suara DPD berwarna merah). Ketiga, surat suara DPR RI berwarna kuning. Keempat, surat suara untuk DPRD provinsi berwarna biru. Kelima, surat suara DPRD kabupaten/kota berwarna hijau. 


Dikutip dari laman nu.or.id, sebelum surat-surat suara itu dicoblos, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri memberikan lafal doa yang dibaca pemilih yakni membaca istighfar terlebih dahulu, dilanjutkan dengan membaca doa sebagaimana berikut: 


 اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ وَلَا يَرْحَمُناَ 


Allahumma lâ tusallith 'alainâ bidzunübinâ man lâ yakhâfuKa walâ yarhamunâ. 


Artinya: Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau kuasakan (jadikan pemimpin) atas kami karena dosa-dosa kami orang yang tidak takut kepada-Mu dan tidak mempunyai belas kasihan kepada kami. 


Doa ini pernah disampaikan Gus Mus pada 1 Desember 2015 lalu, sebagaimana dalam tulisan yang dimuat NU Online berjudul 'Inilah Doa Jelang Pemilu agar Tak Salah Pilih Pemimpin'.  Doa yang sama juga diajarkan dan diserukan Pengasuh Pesantren Roudlatut Thalibin Leteh, Rembang ini pada saat menghadapi Pemilu tahun 2019.  


Menjelang hari pencoblosan pada Pemilu 2024, doa itu tentu saja masih relevan sebagai ikhtiar batiniyah agar tidak salah memilih calon pemimpin. (*)


Nasional Terbaru