• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Rabu, 28 September 2022

Nasional

Gus Mus: Keteladanan Kiai Penting bagi Santri Pahami dan Amalkan Ajaran Islam

Gus Mus: Keteladanan Kiai Penting bagi Santri Pahami dan Amalkan Ajaran Islam
Gus Mus saat mengisi mauidzah hasanah di Demak (Foto: NU Online Jateng/Samsul Huda)
Gus Mus saat mengisi mauidzah hasanah di Demak (Foto: NU Online Jateng/Samsul Huda)

Demak, NU Online Jateng
Para kiai harus mampu memposisikan diri sebagai panutan dan teladan di mata santri, umat atau jamaah yang dipimpinnya, karena keteladanan kiai akan membantu santri dan umat dalam memahami dan menjalankan ajaran Islam.


Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) mengatakan, dahulu pada zaman Nabi Muhammad SAW masih hidup, para sahabat dapat dengan mudah menjalankan ajaran Islam, karena setiap  menghadapi kesulitan dapat bertanya langsung kepada Rasulullah SAW  dan langsung mendapat jawaban. 


"Atau pertanyaan itu dapat terjawab melalui perilaku dan tindakan nabi dalam kehidupan sehari-hari yang langsung dapat diketahui dan diteladani saat itu juga," kata Gus Mus. 


Gus Mus yang juga Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang mengatakan hal itu saat menyampaikan taushiyah dalam Haflah Khatmil Qur'an dan Haul KH Abdullah Zaini dan masyayikh Pesantren Al-Fattah Setinggil Demak, Kamis (12/5).


Dikatakan, karena itulah momentum acara haul auliya, ulama, dan orang-orang shaleh perlu dimassifkan. Di dalam majelis haul itu diungkapkan berbagai kebaikan dan kashalehan sosok yang dihauli yang diharapkan akan diteladani santri dan masyarakat. 





Seperti almarhum Kiai Abdullah Zaini dan masyayikh Pesantren Al Fattah Demak ini terang Gus Mus, mereka selama mengasuh santri baik yang ada di pesantren atau di masyarakat banyak perilaku yang dapat dijadikan teladan.


"Mulai dari welas asihnya kepada santri, memimpin keluarga, berhubungan dengan tetangga, berkomunikasi dengan orang yang lebih tua usianya dan sebagainya, itu semua akan diteladani para santrinya," ujarnya.


Dia menambahkan, jadi diadakannya haul secara langsung akan membantu para kiai dan pengasuh pesantren dalam membangun akhlak santri melalui upaya-upaya keteladanan yang diperankan orang-orang saleh terdahulu.


KH Muhammad Asyiq mewakili alumni Pesantren Al-Fattah Demak mengatakan, para alumni yang tersebar di berbagai penjuru daerah selalu terkenang para masyayikh Al-Fattah.


"Semangat dan bekal ilmu yang didapat di Al-Fattah dari para masyayekh dan asatidz akan terus kami amalkan secara maksimal," pungkasnya.


Penulis: Ssamsul Huda


Nasional Terbaru