• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 4 Desember 2022

Mitra

Bersama PMI, Unisvet Semarang Dalami Aspek Kemanusiaan dalam Program Merdeka Belajar

Bersama PMI, Unisvet Semarang Dalami Aspek Kemanusiaan dalam Program Merdeka Belajar
Kegiatan pembukaan merdeka belajar mahasiswa Unisvet di PMI Kota Semarang (Foto: NU Online Jateng/Rifqi)
Kegiatan pembukaan merdeka belajar mahasiswa Unisvet di PMI Kota Semarang (Foto: NU Online Jateng/Rifqi)

Semarang, NU Online Jateng 
Universitas Ivet (Unisvet) Semarang mendalami aspek kemanusiaan di luar pembelajaran dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Tahun 2022. Untuk merealisasikan hal tersebut, Unisvet menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang. 


Pembukaan pembekalan bagi mahasiswa dilakukan di Aula Gedung Markas PMI Kota Semarang, Jl MGR Soegijopranoto 35 Semarang.


Mewakili Rektor Unisvet, Rizal Ihsan Syah Putra menyampaikan terima kasih untuk kesempatan belajar di luar program study yang belum tentu ada di ruang kelas perguruan tinggi, yakni program belajar dengan fokus isu-isu tentang kemanusiaan.


Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di Unisvet ini mengaku sempat kaget ketika mendapatkan tawaran program kemanusiaan mencegah stunting bagi mahasiswa umum. Pihaknya sempat mengira bahwa program tersebut hanya bisa diikuti oleh mahasiswa yang fokusnya di bidang kesehatan.


"Matur nuwun sanget, ternyata skupnya diperluas, jadi pencegahan stunting itu ada ekonomi, lingkungan dan sebagainya," ungkapnya.


Kepada para mahasiswa, Rizal mewanti-wanti untuk menjaga nama baik PMI dan Unisvet dalam pelaksanaan proyek kemanusiaan dalam program MBKM. "Hati-hati dalam berkegiatan, kalian membawa dua institusi lho, ada PMI dan Ivet (Unisvet)," pesannya. 


Ketua PMI Kota Semarang Awal Prasetyo kepada sejumlah awak media, Kamis (6/10/2022) pagi menjelaskan, program kerja sama merupakan langkah baru menyambut tawaran dari kementerian pendidikan.


"Jadi ini suatu terobosan inovasi PMI Kota Semarang yang menyambut tawaran Kementerian Pendidikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, tapi PMI mengambil skema proyek kemanusiaan," katanya. 


Dengan fokus pada kemanusiaan sambungnya, mahasiswa bisa memperluas pemahaman keilmuan di luar program study dan kampus untuk mendalami aspek-aspek dan dimensi kemanusiaan yang terjadi di masyarakat dan harus diselesaikan.


"PMI memberi opsi itu, denga mengajak mereka untuk mendapat pengalaman itu," ucapnya.


"Dengan MBKM tersebut PMI berharap rasa kemanusiaan dalam diri mahasiswa semakin tebal. PMI menjadi organisasi yang semakin bermutasi, khususnya dalam perhatian isu-isu kemanusiaan," bebernya.


Disampaikan, program untuk masyarakat ditentukan oleh mahasiswa setelah mengikuti serangkaian pendidikan dengan kurikulum yang diajarkan oleh PMI selama beberapa hari di tiap akhir pekan.


Awal juga berharap respons perguruan tinggi dalam menyambut Proyek Kemanusiaan MBKM PMI Kota Semarang sebagai program opsional kegiatan mahasiswa dan menghargai dalam hitungan satuan kredit semester sebagaimana Universitas Ivet.


"Sekarang ini ada 30 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa istilahnya untuk program ini, tetapi ini dalam perjalanannya mungkin ada mahasiswa dari program study-program study fakultas dari universitas-universitas lain yang ada di kota Semarang," ungkapnya.


Muhammad Zairon, mahasiswa semester 1 dari Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Jurusan Sistem Teknologi Informasi mengatakan program tersebut sangat bermanfaat bagi mahasiswa. "Mungkin bisa dilatih untuk lebih bisa mendekati dan membantu masyarakat yang kesusahan," ujarnya.


Kegiatan ini setara dengan 10 sampai 12 sistem kredit semester (SKS), menurutnya menjadi motivasi tersendiri karena paparan materi dari PMI dilaksanakan tiap akhir pekan (Sabtu dan Minggu), jadi tidak meninggalkan perkuliahan. "Bagi mahasiswa, mungkin bisa meningkatkan soft skill dan menambah pengalaman di luar kampus," pungkasnya.


Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat


Mitra Terbaru