• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Sabtu, 24 Februari 2024

Dinamika

Lailatul Ijtima Bulan Dakwah NU Salebu Cilacap

Lailatul Ijtima Bulan Dakwah NU Salebu Cilacap
Kegiatan lailatul ijtima Ranting NU Salebu, Majenang, Cilacap (Foto: NU Online Jateng/Imam Hamidi)
Kegiatan lailatul ijtima Ranting NU Salebu, Majenang, Cilacap (Foto: NU Online Jateng/Imam Hamidi)

Cilacap, NU Online Jateng
Lailatul ijtima sebagai sarana dakwah hanya ada di Nahdlatul Ulama (NU) bukan milik organisasi lain. Selain sarana silaturahim sebagai upaya memperkokoh ukhuwah islamiyah, juga ukhuwah basyariyah, dan wathaniyah.


Ketua Pengurus Ranting NU Salebu, Majenang KH Achmad Miftahudin mengatakan, oleh karena manfaatnya sangat besar, maka PRNU Salebu merutinkan dan melestarikan lailatul ijtima sebagai sarana dakwah dalam sebulan sekali.


"Lailatul ijtima hanya milik NU, tidak ada organisasi lain yang memiliki program bernama lailatul ijtima," ujarnya pada kegiatan Lailatul Ijtima’ Pengurus PRNU Salebu di Mushala Al-Inabah Dusun Karangjati, Salebu, Majenang, Senin (27/11/2023) malam.


Disampaikan, sejarah telah mencatat bahwa melalui kesepakatan, Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari pendiri NU dan KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah, konon telah membagi tugas ladang dakwah.


"KH Ahmad Dahlan berdakwah di perkotaan sedangkan KH Hasyim Asy’ari berdakwah di pedesaan yang mayoritas sasaran dakwahnya adalah petani," ucapnya.


Tak hanya menjelaskan lailatul ijtima secara historis, Kiai Miftahudin juga mengungkapkan makna istilah tersebut beserta alasan pelaksanaan yang umumnya dilaksanakan pada malam hari.
 


“Namanya lailatul ijtima ya pasti di malam hari. Kenapa perkumpulannya dilaksanakan malam hari? Agar tidak mengganggu aktivitas petani. Sehingga itulah yang menjadi alasan kenapa NU mudah diterima oleh masyarakat petani yang sebagian besar adalah jamaah dari organisasi ini,” terangnya.


Sekretaris PRNU Salebu Ilzam Habik menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya tetap istiqamah menyelenggarakan kegiatan-kegiatan ke-NU-an, terlebih lailatul ijtima. “Kita sudah diwarisi NU dengan paham Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, maka kewajiban kita adalah merawat dan melestarikannya," ungkapnya.


Dikatakan, kegiatan rutinan lailatul ijtima merupakan program Ranting NU Salebu yang dilaksanakan setiap pertengahan bulan qamariyah sebagai bentuk silaturrahim, konsolidasi, dan syiar NU dengan masyarakat.


"Tidak hanya silaturahim saja akan tetapi Ranting NU Salebu juga melakukan program plangisasi mushala dan masjid di wilayah Desa Salebu. Sudah 20 masjid dan mushala diplangisasi dengan anggaran dari hasil Koin NU atau Gerakan Koin Cilacap (Gocap)," pungkasnya.


Kontributor: Imam Hamidi Antassalam


Dinamika Terbaru