• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 12 April 2024

Sosok

Wakil Ketua PCNU Kota Salatiga Miftahuddin Dikukuhkan Jadi Guru Besar UIN Salatiga

Wakil Ketua PCNU Kota Salatiga Miftahuddin Dikukuhkan Jadi Guru Besar UIN Salatiga
Wakil Ketua PCNU Salatiga Miftahudin raih gelar guru besar di UIN Salatiga (Foto: Dok)
Wakil Ketua PCNU Salatiga Miftahudin raih gelar guru besar di UIN Salatiga (Foto: Dok)

Salatiga, NU Online Jateng
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga  menggelar acara pengukuhan guru besar bidang Ilmu Pendidikan Islam kepada Prof Dr H Miftahuddin, MAg. Acara diselenggarakan pada Rabu (6/3/2024) di Auditorium UIN Salatiga dihadiri oleh segenap civitas akademika UIN Salatiga.


Prof Miftah meraih gelar Guru Besar di usia relatif muda yakni 53 tahun. Meski demikian, dia merupakan dosen senior dengan masa tugas sebagai dosen sekitar 30 tahun. Prof Miftah mengawali pendidikannya di STAIN Salatiga yang saat itu masih berstatus sebagai Cabang IAIN Walisongo Semarang di Salatiga. 


Adapun gelar magister dan doktor dia raih di bidang Studi Islam UIN Walisongo Semarang, dengan judul disertasi doktornya berjudul 'Integrasi Keilmuan di Indonesia: Studi atas Integrasi Keilmuan pada Tiga Universitas Islam Negeri (UIN) di Indonesia Tahun 2002-2013.' 


Prof Miftah selain sebagai akademisi dikenal pula sebagai tokoh masyarakat yang aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial-keagamaan di Kota Salatiga. Dia juga dikenal sebagai aktivis PMII dan berkhidmah di Nahdlatul Ulama sejak usia muda. 


Saat ini dia masih aktif sebagai Wakil Ketua PCNU Kota Salatiga. Selain berkhidmah di NU, dia juga aktif dalam merawat harmoni sosial-keagamaan di Majelis Ulama Indonesia Kota Salatiga dan Forum Kerukuman Umat Beragama (FKUB) Kota Salatiga.
 


Materi utama dari acara pengukuhan ini adalah orasi ilmiah yang menjadi tajuk utama pengukuhan Guru Besar berjudul 'Islamisasi Sains, Saintifikasi Islam, atau Sains Islam? Pilihan Paradigma Integrasi Keilmuan UIN Salatiga.' 


Dalam orasi ilmiahnya Prof Miftah menguraikan diskursus model paradigma integrasi ilmu dari berbagai Universitas Islam Negeri di seluruh Indonesia. Misi utama dari Universitas Islam Negeri (UIN) di seluruh Indonesia adalah integrasi keilmuan agama Islam dan sains. 


"Semisal model integrasi-interkoneksi 'jaring laba-laba' keilmiuan milik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 'Paradigma Bahtera Ilmu Integratif-Prismatik' milik UIN Raden Intan Lampung,  dan lain sebagainya. Akan tetapi, belum ada yang secara spesifik mengelaborasi perihal pencarian model ideal dalam mengintegrasikan ilmu keagamaan Islam dan sains sehingga perlu ada penyelidikan lebih lanjut tentang misi utama UIN ini," ujarnya. 


Menurut Prof Miftah, gagasan islamisasi sains makin relevan di UIN Salatiga sebagai instansi tempatnya bertugas. Mengingat UIN Salatiga masih dalam tahap awal beranjak dari statusnya sebagai Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menuju UIN.


Dalam menjawab tantangan ini, Prof. Miftah, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Program Pascasarjana UIN Salatiga,  menawarkan konsep integrasi keilmuan agama dan sains UIN Salatiga dengan konsep yang disebut sebagai model Tata Surya Keilmuan.


Yakni mengambil inspirasi dari garis edar orbit tata surya. Ini merupakan ikhtiar dan tawaran untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan pengetahuan sains modern di UIN Salatiga, dengan wahyu dan etika religius sebagai pusat tata surya," terangnya.


Dalam siaran pers yang diterima NU Online Jateng, Rabu (6/3/2024) Prof Miftah menekankan pentingnya model integrasi keilmuan agama dan sains. Sebab ini menjadi inti dari pengembangan universitas Islam negeri di seluruh Indonesia, khususnya bagi UIN Salatiga dalam rangka menuju kampus Islam negeri yang terkemuka.


"UIN Salatiga perlu mempertegas pola integrasi keilmuan dialogis yang diarusutamakan, sekaligus memformulasikan secara sistematis kurikulum pembelajaran bernuansa dialogis dalam bingkai tridharma perguruan tinggi. Tata surya keilmuan ini adalah model yang saya ajukan untuk integrasi keilmuan UIN Salatiga dalm rangka menuju universitas Islam negeri yang bereputasi," pungkasnya.


Acara pengukuhan menjadi momen penting dalam perjalanan akademik Prof Miftahuddin serta menjadi inspirasi bagi para civitas akademika UIN Salatiga dalam mengembangkan dan memperdalam paradigma integrasi keilmuan pendidikan Islam. Khususnya bagi Nahdliyin di lingkungan UIN Salatiga dan Kota Salatiga pada umumnya. (*)
 


Sosok Terbaru