• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 7 Oktober 2022

Sosok

NUCoffe Assalafiyah Annahdliyah Curugsewu Patean Kendal, Ini Perintisnya

NUCoffe Assalafiyah Annahdliyah Curugsewu Patean Kendal, Ini Perintisnya
NUCoffe Pesantren Assalafiyah Annahdliyah Curugsewy Patean Kendal (Foto: NU Online Jateng/Fahroji)
NUCoffe Pesantren Assalafiyah Annahdliyah Curugsewy Patean Kendal (Foto: NU Online Jateng/Fahroji)

Kendal, NU Online Jateng
Pesantren Assalafiyyah Annahdliyah Curugsewu, Patean, Kabupaten Kendal  yang masih tergolong baru. Namun demikian, kini telah memiliki unit usaha  produksi kopi bubuk kemasan sekaligus gerai kopi yang dibranding dengan nama 'NUCoffe'. 

 

NUCoffe bahkan sempat meraih juara 2 Lomba UMKM untuk  pesantren yang diselenggarakan oleh Pemkab Kendal dalam rangka Hari Santri bulan Oktober kemarin. Sukses itu tentu tidak lepas dari sentuhan tangan dingin pengasuhnya yakni KH Ahmad Rajin. Kepada NU Online Jateng di kantor pondok, Kiai Rajin begitu biasa disapa mengajak pindah ke ruang NUCoffe yang terletak di pinggir jalan. 

 

Tak lama kemudian seorang santri yang telah dilatih menjadi barista menyuguhkan segelas kopi Liberica setelah terlebih dahulu menawarkan beberapa jenis kopi yang ada di NUCoffe  mulai Robusta, Arabica, ataupun Liberica. 

 

Sebelum duduk sambil menunggu kopi diseduk, Kiai Rajin mengajak melihat ruang produksi kopi. Penggunaan nama NUCoffe menurut dia bukannya tanpa alasan. 'NUCoffe' merupakan unit usaha pondok yang didirikan oleh Nahdlatul Ulama dalam hal ini Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Patean. Sehingga pihaknya pakai nama 'NUCoffe' jelasnya.

 

 

Hal ini sama seperti NUMineral yang merupakan unit usaha PCNU Kendal maupun NUMart milik MWCNU Sukorejo. Keberadaan NUCoffe bermula dari berdirinya Pesantren Assalafiyah Annahdliyah Curugsewu Patean dan keberadaan pondok tidak lepas dari berdirinya MTsNU 29 Patean. Sebelum merintis berdirinya MTsNU 29 Patean Ahmad Rajin sempat mengajar di MTsNU 13 Arrahmat Sukorejo selama 18 tahun. Sekitar tahun 2008 ia kemudian berpamitan untuk memilih mengelola MTsNU 29 Patean yang dirintisnya.

 

Keberhasilannya merintis MTsNU 29 Patean kemudian berlanjut pada pendirian Pesantren Assalafiyyah Annahdliyyah Curugsewu Patean untuk menampung anak-anak yang sekolah sekaligus sambil mondok. Perkembangan MTsNU 29 Patean yang terletak di pinggir desa menjadi semakin cepat dengan berdirinya pondok tersebut terutama dalam menarik murid yang jauh.

 

Setelah menjadi Kepala Madrasah sejak awal sampai beberapa saat kemudian, alumni Pesantren Ploso Kediri itu melepas jabatan Kamadnya dan fokus menjadi pengasuh pondok yang juga menjadi rintisannya. 

 

Untuk melatih jiwa kewirausahaan siswa sekaligus mencari tambah sumber pendanaan operasional pondok pihaknya kemudian mendirikan unit usaha atau Badan Usaha Milik Pondok (BUMP) yang dibranding 'NUCoffe' itu. Rintisan  Kiai Rajin layak diapresiasi. Tekadnya berhenti dari hiruk-pikuk dunia politik yang penuh intrik ketika memasuki usia 50 tahun kini membuahkan hasil, setelah sebelumnya sempat menjabat Ketua DPAC PKB Kecamatan Patean.

 

Kalau sekarang di mana trennya orang kumpul-kumpul sambil ngopi kemudian Kiai Rajin mendirikan NUCoffe tentu itu bagian dari kemampuannya membaca situasi dan menangkap peluang yang ada. "Proses tak akan mengingkari hasil" begitu kata bijak itu sering kita dengar. Apa yang dicapai oleh Kiai Rajin tentu hasil dari proses panjang perjuangannya dengan gigih dan tanpa lelah serta sudah barang tentu atas Ridha-Nya. Hal ini tentu menjadi pembelajaran bagi kita yang sering hanya melihat hasil tanpa mau melihat prosesnya. Terlebih bagi generasi milenial yang kadang terjebak pada hasil yang instan dan mengabaikan proses.

 

Sesuai namannya Kiai yang satu ini nampaknya akan terus 'Rajin' berkarya yang manfaatnya selalu ditunggu umat. 

 

Kontributor: Fahroji
Editor: M Ngisom Al-Barony


Sosok Terbaru