• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Kamis, 30 Juni 2022

Sosok

Kiromal Katibin, Mahasiswa Unwahas Semarang Bawa Harum Bangsa lewat Panjat Tebing

Kiromal Katibin, Mahasiswa Unwahas Semarang Bawa Harum Bangsa lewat Panjat Tebing
Kiromal Katibin mahasiswa Unwahas Semarang (Foto: apahabar.com)
Kiromal Katibin mahasiswa Unwahas Semarang (Foto: apahabar.com)

Kiromal Katibin pemuda asal Kabupaten Batang yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang pada program studi (prodi) Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) berhasil membawa harum nama bangsa Indonesia melalui olahraga panjat tebing. Dirinya berhasil menjadi peserta tercepat sekaligus pecahkan rekor dunia Panjat Tebing di Seoul Korea selatan dan di Amerika Serikat baru-baru ini.


Atlet andalan panjat tebing Indonesia kategori Men's Speed, Kiromal Katibin dan Veddriq Leonardo kembali mendominasi podium International Federation of Sport Climbing World Cup (IFSC WC) 2022 kategori men's speed di Utah, Salt Lake City, Amerika Serikat. Kedua atlet tersebut berhasil meraih medali emas dan perunggu setelah Kiromal Katibin dan Veddriq Leonardo berhasil finis di posisi pertama dan ketiga.


Kiromal Katibin berhasil meraih emas setelah mengalahkan Noah Bratschi, atlet asal Amerika Serikat yang mengalami false start di perebutan juara pertama. Katibin berhasil finis dengan catatan waktu 5,64 detik. Sementara Veddriq Leonardo berhasil meraih perunggu setelah mengalahkan Ludovico Fossali yang juga mengalami false start di perebutan juara ketiga. Veddriq berhasil finish dengan catatan waktu 5,49 detik. Hal ini memperpanjang dominasi atlet Indonesia di kejuaraan panjat tebing dunia kategori speed dan juga menambah raihan positif bagi panjat tebing Indonesia di dunia.




Kiromal Katibin (paling kiri) juara internasional panjat tebing di Seoul, Korea Selatan (Foto: Pikiran Rakyat)


Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid mengatakan, prestasi keduanya semakin mengukuhkan dominasi panjat tebing Indonesia di kancah dunia. Ia berharap raihan prestasi tersebut bisa memacu para atlet lainnya untuk meraih prestasi di Olimpiade Paris 2024 mendatang. "Indonesia makin mengukuhkan dominasi kita dalam kejuaraan panjat tebing dunia. Ini tentunya menjadi pemacu semangat menuju puncak perolehan prestasi, yaitu di olympiade Paris tahun 2024 nanti," ujarnya seperti rilis yang diterima media.


Indonesia hanya mendelegasikan dua atlet di di seri IFSC WC 2022 di Utah Salt Lake City, Amerika Serikat ini. Di seri sebelumnya di kejuaraan yang sama di Seoul, Korea Selatan, kedua atlet ini juga berhasil masuk podium bersama satu atlet Indonesia lainnya di ketegori speed, yaitu Rahmat Adi Mulyono yang dengan menyabet emas, perunggu, dan perak.


Yenny juga berharap doa dari seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan atlet Indonesia supaya bisa konsisten mempertahankan prestasinya hingga Olimpiade Paris 2024 mendatang. "Mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar para atlet kita bisa terus mempertahankan prestasinya sampai ajang olympiade nanti," kata Yenny.  


Awal karier Kiromal Katibin


Kiromal Katibin adalah salah satu atlet asal Batang, Jawa Tengah. Dia mendalami dunia panjat tebing sejak usianya masih belia, yaitu tujuh tahun. "Pertama kali mengenal panjat tebing pada 2007," kata Kiki, sapaan akrabnya, dikutip dari laman resmi FPTI. "Pertama kali melihat panjat tebing di alun-alun Batang saat ada Praporprov (prapekan olahraga provinsi)," cerita dia. Akhirnya pada tahun 2009 mulai latihan. "Saya dan teman-teman (serta kakak) ikut latihan. Yang lolos dua orang, saya dan kakak," ungkapnya. 


Setelah itu, dia mendapatkan kesempatan keliling Indonesia untuk mengikuti beberapa kejuaraan, baik nasional maupun daerah. Prestasi Kiromal Katibin bukan kaleng-kaleng. Dia sukses mengharumkan nama bangsa di level internasional. Berikut beberapa prestasinya: 


2021: Medali perak saat IFSC Climbing World Cup Salt Lake City (USA) 
2019: Medali perak saat Asian Championship 2019 (Bogor) 
2019: Medali perak saat Asian Championship 2019 (Bogor) untuk nomor Speed Relay 
2019: Medali perak saat PRA-PON XX Zona 2 (Surabaya) 
2018: Medali emas saat Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 (Solo) 


Membanggakan Almamater


Rektor Unwahas Semarang Prof Muzdakir Ali menjelaskan, Kiromal Katibin pria kelahiran 21 Agustus 2000 di Batang, Jawa Tengah saat ini masih menempuh pendidikan di Unwahas pada semester 6. "Apa yang diperoleh Kiki (panggilan akrabnya) selain mengharumkan kampus Unwahas, juga bangsa Indonesia di kancah olahraga panjat tebing tingkat internasional," ujarnya kepada NU Online Jateng, Senin (30/5).


Dijelaskan, Kiromal Katibin telah memulai karier sejak berusia masih sangat muda, tak heran jika kini ia telah menjadi seorang pemanjat tebing profesional. Prestasi yang diraihnya pun telah segudang. Yang paling baru menjadi juara dunia di ajang International Federation of Sport Climbing World Cup (IFSC WC) 2022 kategori men's speed yang diadakan di Utah, Salt Lake City, Amerika Serikat dengan waktu 5,65 detik.


Dirinya berharap, prestasi tingkat dunia dapat terus dipertahankan oleh Kiromal Katibin. Baginya sosok yang aktif di dunia olahraga tidak lagi menjadi asset Unwahas tempat dia belajar, akan tetapi sudah menjadi milik bangsa Indonesia. "Semoga dari Unwahas dapat lahir Kiromal Katibin yang lain di tingkat nasional maupun internasional," pungkasnya.


Penulis: M Ngisom Al-Barony


Sosok Terbaru