• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Sabtu, 24 Februari 2024

Regional

Rais PWNU Jateng: Madrasah Diniyah Benteng NKRI

Rais PWNU Jateng: Madrasah Diniyah Benteng NKRI
Kegiatan halaqah penguatan madin di Pesantren API Tegalrejo, Kabupaten Magelang (Foto: NU Online Jateng/Zulfa)
Kegiatan halaqah penguatan madin di Pesantren API Tegalrejo, Kabupaten Magelang (Foto: NU Online Jateng/Zulfa)

Magelang, NU Online Jateng
Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh mengatakan, Madrasah Diniyah (Madin) sebagai lembaga pendidikan keagamaan non formal memiliki peran penting sebagai penyedia santri untuk masuk pesantren untuk benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


"Pesantren dengan tiga fungsinya yakni sebagai lembaga pendidikan, lembaga dakwah, dan pemberdayaan masyarakat mendapat input yang cukup baik, santri yang sebelumnya berangkat dari Madin, mereka tinggal meneruskan untuk mengarungi samudera ilmu," ujarnya.


Hal itu disampaikan Kiai Ubaidullah saat menghadiri halaqah 'Penguatan Madin dan Sosialisasi Perda Pesantren' bertempat di kompleks Pesantren API Tegalrejo yang dihadiri Pengurus Cabang dan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama se-wilayah Kedu Raya pada Sabtu (9/12/2023)


Diterangkan, peran Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU) mengkoordinasikan madin dengan pesantren merupakan mandat Muktamar NU ke-33. “Kaderisasi dimulai dari Madin,” ucapnya. 


Menurut Kiai Ubaid yang juga Pengasuh Pesantren Al-Itqon Bugen, Kota Semarang, madin mengajarkan hal-hal mendasar dalam beragama. Ilmu alat, ibadah hingga menulis Arab pegon.


"Mereka diajari guru-guru yang memiliki semangat tinggi mendidik dan mengajar dengan ikhlas. Kurikulum Madin mengajarkan Islam moderat, nilai-nilai toleransi, keadilan, berimbang dengan berbagai implementasi langsung diajarkan, dan dipraktikkan," ungkapnya.

 

 

Kiai Ubaid mencontohkan di Kejajar Wonosobo terdapat 16 ranting. Tiap ranting memberikan beasiswa kepada 3 anak untuk berangkat mondok, sekolah di MTs, dan Aliyah. “Ke depan harus ada alokasi untuk beasiswa santri Madin,” harapnya.

 

Ketua PW RMINU Jateng KH Nur Machin Chudlori menguatkan bahwa kaderisasi harus dimulai dari Madin. Maka Madin agar bisa maju, berkembang dan berkesinambungan perlu diperkuat bersama. 


"RMINU Jateng telah membuat Pedoman Madin NU dan Buku Aswaja untuk tingkat Awwaliyyah sebagai cara penguatan madin dalam bidang pengelolaan Madin dan penguatan Ahlus Sunnah Waljama’ah dalam satu tarikan nafas fikrah, amaliah, dan harakah," bebernya.


Wakil Ketua RMINU Jateng KH Fadhlullah Turmudzi menjelaskan, dengan menguatkan Madin maka menjaga Islam moderat. Adanya Islam moderat yang tumbuh dan berkembang baik di Indonesiauntuk menjaga keutuhan NKRI. 


"Silaturahim dengan MWC seperti ini langsung bersentuhan langsung dengan jamaah khususnya dengan Madin yang ada di ranting-ranting. Maka salah satu untuk menguatkan dengan mendorong dibentuk RMI MWCNU untuk membantu RMI dalam hal ini Madin NU khususnya,” pungkasnya.


Kegiatan silaturahim merupakan tindak lanjut dari Silaturahim Daerah (Silatda) ke-2 yang dihelat /2023(8/10) kemarin. 


Kontributor: Mukhammad Zulfa


Regional Terbaru