• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 7 Oktober 2022

Regional

PWNU Jateng: Guru Madin Miliki Peran Penting dalam Majukan Pendidikan

PWNU Jateng: Guru Madin Miliki Peran Penting dalam Majukan Pendidikan
Pelatihan guru madin di Pesantren API Tegalrejo, Magelang (Foto: NU Online Jateng/Insan Al-Huda)
Pelatihan guru madin di Pesantren API Tegalrejo, Magelang (Foto: NU Online Jateng/Insan Al-Huda)

Magelang, NU Online Jateng
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng HM Muzamil menyampaikan, guru Madrasah Diniyah (Madin) memiliki peran yang signifikan dalam internalisasi nilai-nilai agama Islam sejak diri kepada para santri.


"Guru madin menjadikan anak berbakti kepada kedua orang tuanya dan berbakti kepada masyarakat, bangsa dan negara. Ini termasuk amal shaleh yang pahalanya tidak akan putus," ujarnya.


Hal itu disampaikan Kiai Muzamil dalam pembukaan kegiatan Training of Trainer (ToT) guru Madin di Pesantren Tegalrejo Magelang, Selasa (7/6).


Menurutnya, langkah menggelar acara ToT adalah sangat tepat dalam rangka memberikan bekal yang cukup bagi guru-guru Madin. Diharapkan dengan langkah ini bisa memenuhi kualitas tenaga pendidik. Karena sekarang telah banyak yang berisi berbagai macam ilmu yang bermanfaat. 


"Ilmu-ilmu agama Islam atau Ulumaddin sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW yang tersimpan dalam dada para sahabatnya dan dilakukan dalam praktik, meski belum banyak ditulis menjadi kitab," terangnya. 


Disampaikan, kitab suci Al-Qur'an saja baru selesai dibukukan pada masa Khalifah Utsman bin Affan. Tulisan tentang sunah-sunah Nabi baru dibukukan pada masa imam muhaditsin seperti Imam Bukhari, Imam Muslim dan sebagainya. 


"Kemudian kitab-kitab fiqih baru dibukukan pada masa imam madzhab empat, yakni Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi'i, Imam Hambali, dan seterusnya yang kemudian diajarkan secara turun temurun oleh ulama kepada para santri," ungkapnya.


Dia menambahkan, tugas ulama memang mewarisi tugasnya para Nabi, yaitu mengajarkan kitab dan hikmah kepada jama'ahnya dengan suri tauladan yang baik.


"Karena itu, tugas guru Madin bukan semata mengajar, namun yang lebih penting adalah agar para santri mendapatkan hikmah atau kebajikan dalam menyelesaikan setiap masalah yang menghampirinya, sebagaimana suri tauladan guru-guru terdahulu yang suka rela melakukan riyadhah dan mujahadah," ucapnya.


Ketua PW Rabitah Ma'ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jateng KH Machin Chudlori menjelaskan, sebenarnya guru ngaji pada madrasah diniyah telah memiliki kompetensi yang baik dalam melakukan pendidikan agama Islam. Namun dengan perkembangan yang ada, diperlukan pendekatan yang tepat dalam melakukan pendidikan Islam.


"Karena itu RMINU Jateng melakukan kegiatan ToT Guru Ngaji ini. Kegiatan ini mestinya diselenggarakan mulai dua tahun lalu. Namun karena pandemi, kegiatan ToT baru bisa terlaksana sekarang", pungkasnya.


Acara ToT tersebut akan berlangsung selama tiga hari diikuti oleh guru Madin RMINU se-Jateng. Sedangkan narasumbernya berasal dari para pengasuh pesantren dan pengurus RMINU PWNU Jateng.


Pengirim: Insan Al-Huda


Regional Terbaru