• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 12 April 2024

Regional

NU Demak: Muslimat Wujudkan Generasi Kuat dan Cerdas melalui Program KB

NU Demak: Muslimat Wujudkan Generasi Kuat dan Cerdas melalui Program KB
Kegiatan bakti sosial layanan KB oleh Muslimat NU Demak (Foto: NU Online Jateng/Samsul Huda)
Kegiatan bakti sosial layanan KB oleh Muslimat NU Demak (Foto: NU Online Jateng/Samsul Huda)

Demak, NU Online Jateng 
Agenda program Keluarga Berencana (KB) yang selama ini dilaksanakan Muslimat NU sejatinya merupakan salah satu bagian dari upaya dan partisipasi NU dalam upaya mewujudkan generasi yang kuat, sehat, dan cerdas sebagaimana yang dicita-citakan bangsa Indonesia.


Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Demak dr H Abdul Azis mengatakan, program KB yang dilaksanakan Muslimat NU sekaligus menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan stunting yang menjadi program pemerintah.


"NU mendorong kaum ibu yang tergabung dalam Muslimat dan Fatayat untuk terus berkiprah di tengah-tengah masyarakat melakukan sosialisasi tentang pentingnya KB," ujarnya.


dr Azis yang juga Direktur Rumah Sakit Islam Nahdatul Ulama (RSINU) Demak nengatakan hal itu saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Bhakti Sosial Pelayanan KB dalam rangka peringatan hari lahir (harlah) ke-78 Muslimat NU di Aula RSINU Demak Kamis (22/2/2024) kemarin.


Disampaikan, KB menurut UU No 10 tahun 1992 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP).


"Pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera itulah yang terus dibangun keluarga besar NU." terangnya. 


Selaras dengan itu lanjutnya,  program KB yang bertujuan membentuk keluarga kecil, bahagia dan sejahtera seirama dengan program PBNU hasil Muktamar ke-34 di Lampung yang mengarusutamakan pogram penguatan keluarga melalui Gerakan Keluarga Maslahat ( GKM) yang saat ini sedang gencar disosialisasikan. 


"Keluarga maslahat adalah keluarga yang baik dan membawa kebaikan. Salah satunya, kita bisa diupayakan melalui gerakan kesetaraan gender, gerakan hidup sehat, gerakan tidak ada stunting, gerakan meningkatkan kualitas pendidikan, dan gerakan cinta alam," ucapnya.


Program ini ujarnya, sudah diluncurkan PBNU dengan membentuk satuan tugas nasional Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU). Satuan tugas juga ditindaklanjuti dibentuk di tingkat wilayah sampai pada tingkat kecamatan dan desa.


Sebagaimana petunjuk dan arahan PBNU, dibentuknya Satgas GKMNU adalah untuk membantu pemerintah Indonesia dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional yang telah dicanangkan. NU sebagai jamiyah kemasyarakatan dan keagamaan merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjalankan amanat peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Dikatakan, banyak program yang dapat dilakukan seperti bidang kesehatan, pendidikan, sosial ekonomi, dan kemasyarakatan. Semua bidang tersebut telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan para sahabatnya di dalam membangun peradaban umat.


"Untuk itu tugas pengurus dan satgas tinggal melakukan sosialisasi dan penerapan suri tauladan yang baik tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dan program ini harus mendapat dukungan semua pihak untuk membantu program pemerintah," ungkapnya. 


Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa  Kabupaten Demak Taufik Rifa’i menjelaskan, stunting merupakan tanggung jawab bersama. Muslimat NU sebagai organisasi yang besar dapat meneruskan informasi pentingnya pencegahan stunting dalam forum apapun.


"Jika warga Muslimat menemukan anak yang usianya di bawah lima tahun dan kesehatannya kurang baik segera dikonsultasikan kepada bidan desa," pungkasnya.


Penulis: Samsul Huda


Regional Terbaru