• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 12 April 2024

Regional

KONFERWIL NU JATENG

Mengenal Gedung Aswaja Kota Pekalongan Tempat Konferwil XVI NU Jateng

Mengenal Gedung Aswaja Kota Pekalongan Tempat Konferwil XVI NU Jateng
Gedung Aswaja NU Kota Pekalongan (Foto: Dok NU Online Jateng)
Gedung Aswaja NU Kota Pekalongan (Foto: Dok NU Online Jateng)

Pekalongan, NU Online Jateng 
Bangunan megah dua lantai di atas lahan seluas 6.728 meter persegi Jalan Sriwijaya 2 Pekalongan diresmikan penggunaannya oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah H Mohammad Adnan pada tahun 2010. Gedung yang diberi nama 'Gedung Aswaja' merupakan bangunan yang terdiri dari blok yakni blok depan untuk sekretariat PCNU dan blok belakang untuk aula dengan kapasitas 2 ribu kursi.


Ketua PWNU Jateng HM Adnan saat peresmian sangat berharap Gedung Aswaja tidak sekadar untuk tempat rapat maupun pertemuan berskala besar, akan tetapi lebih dari itu gedung aswaja harus menjadi pusat penanaman nilai-nilai aswaja, khususnya kepada generasi muda yang saat ini menjadi sasaran empuk kelompok teroris. 


"Gedung Aswaja harus bisa menjadi benteng terhadap maraknya kelompok aliran keras yang didengungkan oleh para teroris," ujarnya. 


Dikatakan, PCNU dan warga NU Kota Pekalongan patut berbangga atas usaha keras pengurus dalam merealisasikan bangunan Gedung Aswaja yang cukup megah ini. Pasalnya, PWNU Jateng saja hanya memiliki bangunan di atas lahan seluas 3000 meter persegi, sedangkan kantor PCNU Kota Pekalongan dua kali lipatnya. Tentu, yang terpenting adalah bagaimana memikirkan biaya operasionalnya dan mengisi kegiatan gedung aswaja untuk kepentingan dan kemaslahatan umat.
 

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar (dua dari kanan) saat hadiri acara PCNU Kota Pekalongan beberapa waktu yang lalu (Foto: M Ngisom Al-Barony)


Gedung Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang dimiliki Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan harus bisa menjadi sarana pelatihan dan pendidikan akhlak yang saat ini sedang krisis di kalangan generasi muda. Jika ini bisa dilakukan, maka Kota Pekalongan akan dijadikan barometer dalam pembangunan akhlak yang berbasis ajaran aswaja, dan PCNU-PCNU yang lain harus bisa mencontohnya. 


Menurut Adnan yang juga dosen Undip Semarang itu, nama 'Gedung Aswaja' membawa konsekuensi dalam bentuk kegiatan yang kongkret dalam pembinaan umat. Karena sikap-sikap yang dikembangkan NU secara prinsip beriringan dengan kebijakan pemerintah dalam menata masyarakat agar lebih baik dalam kehidupan sehari hari. 


Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan KH Romadlon Abdul Jalil menjelaskan, sebelum berkantor di Gedung Aswaja Jalan Sriwijaya 2, PCNU pernah beberapa kali pindah kantor di antaranya di Gedung PCNU depan terminal lama Jalan dr Sutomo, kemudian pindah ke Jalan Jenderal Sudirman menempati eks Asrama Dewi Hajar yang sebelumnya digunakan untuk asrama putri bagi pelajar yang sekolah di Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Pekalongan.
 


"Pada tahun 2005 PCNU di bawah kepemimpinan KH Mustofa Bakri dan H Abu Almafachir menggagas mendirikan kantor baru yang lebih presentatif yang bisa digunakan untuk kegiatan keagamaan dan sosial yang bernilai bisnis," terangnya.


Maka lanjutnya, ide dan gagasan itu kemudian diawali pengadaan lahan seluas 6 ribu meter persegi di Jalan Sriwijaya 2 (utara Makodim 0710/Pekalongan, red) dan tahun 2009 dimulai pembangunannya secara bertahap. "Alhamdulillah tahun 2010 sudah bisa diresmikan penggunaannya oleh Ketua PWNU Jateng H Mohammad Adnan pada waktu itu," ungkapnya.

  
Dirinya mengaku sangat bangga atas kehadiran Gedung Aswaja di Kota Pekalongan. Pasalnya, bangunan seluas 20 x 70 meter tersebut sudah banyak digunakan untuk even-even hajatan pernikahan, dan acara besar seperti Muktamar Multaqo Sufi Al-Alami tahun 2023, sudah pula dihadiri Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Rais dan Ketua PWNU Jateng sudah tak terhitung hadir di Gedung Aswaja.


"Bahkan pernah juga untuk acara fashion show dengan menghadirkan artis ibu kota dan sebentar lagi untuk hajatan PWNU Jateng berupa Konferwil XVI juga di Gedung Aswaja," kata Kiai Ramadhan alumni Santri Lirboyo, Kediri itu. 


Ketua PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom menyampaikan, saat ini lahan seluas 6 ribu meter lebih selain berdiri Gedung Aswaja yang menelan biaya pembangunan sekitar Rp6 miliar, juga berdiri rumah makan Selaras, lembaga keuangan mikro syariah KSPPS SMNU, dan area parkir kendaraan. Kemudian pada tahun 2017 PCNU membeli lahan baru di sebelah selatan Gedung Aswaja seluas 15 x 200 meter persegi dipergunakan untuk lembaga pendidikan TK dan SD Islam Nusantara.
 

Menurutnya, Gedung Aswaja yang terletak di belakang komplek perkantoran Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan sangat strategis yang mudah dijangkau dari berbagai arah. Maka, banyak masyarakat yang menggunakan untuk berbagai hajatan seperti pernikahan, khitanan, rapat-rapat hingga kegiatan keagamaan seperti istighotsah, Multaqo Sufi Jatman, hingga olah raga badminton, dan lain-lain. "Alhamdulillah, Gedung Aswaja kehadirannya bisa memberi manfaat selain untuk keperluan organisasi juga kepada masyarakat Pekalongan dan sekitarnya," terangnya.

 
Dikatakan, dengan sarana dan prasarana yang ada, pihaknya siap menerima tugas menjadi tuan rumah Konferwil NU untuk menyambut dan menjamu tamu PWNU Jawa Tengah di Kota Pekalongan dengan beberapa fasilitas penunjangnya. "Semoga poro tamu kiai, jajaran pengurus wilayah, dan cabang NU, dan MWCNU se-Jateng yang hadir menjadi peserta konferwil berkesan," pungkasnya.


Penulis: M Ngisom Al-Barony


Regional Terbaru