• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 7 Oktober 2022

Regional

Katib PWNU Jateng: Bahtsul Masail Program Prioritas NU

Katib PWNU Jateng: Bahtsul Masail Program Prioritas NU
Kegiatan bahtsul masail MWCNU Kaliwungu, Kabupaten Kendal (Foto: NU Online Jateng/Dok)
Kegiatan bahtsul masail MWCNU Kaliwungu, Kabupaten Kendal (Foto: NU Online Jateng/Dok)

Kendal, NU Online Jateng
Para pemegang mandataris kepengurusan Nahdlatul Ulama (NU) di semua tingkatan harus memposisikan kegiatan Bahtsul Masail (BM) sebagai program unggulan atau prioritas.


Katib Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Munif Abdul Muchit mengatakan, kegiatan BM menjadi program spesial NU yang tidak dimiliki dan dikembangkan pada ormas lain.


"Jadi, tidak bisa tidak alias harus, dari PB hingga Majlis Wakil Cabang Nahdhatul Ulama  (MWCNU) menjadwalkan agenda bahtsul masail dalam menjalani masa kepengurusannya," kata Kiai Munif.


Kiai Munif mengatakan hal itu di sela menghadiri bahtsul masail yang diselenggarakan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kaliwungu, Kabupaten Kendal di  Pesantren kampung Sabrang Lor, Desa Krajan Kulon, Kaliwungu, Ahad (18/9/2022).
 

Menurutnya, BM selain menjadi forum untuk menjawab status hukum atas berbagai persoalan keagamaan dan kemasyarakatan bahkan kenegaraan oleh para kiai NU sekaligus menjadi ruang mengasah intelektual dalam beradu argumen untuk mempertahankan pendapatnya, sehingga muthalaah atau membuka kitab harus menjadi kebiasaan para mubahisin.


Membahas masalah atau bahsul masail itu lanjutnya, untuk menyepakati hukum sesuatu yang dibahas, maka harus melihat nashus soal atau diskripsi masail,  dipahami dulu sebelum menyepakati hukumnya, sehingga akurasi jawaban dapat di pertanggungjawabkan.


Dia menambahkan, maraknya kegiatan bahtsul masail mulai dari tingkat MWC hingga PBNU menjadi indikasi bahwa kaderisasi calon kiai yang akan menjadi pengendali jamiyah pada masa mendatang berjalan massif.


"Karena menjadi program prioritas, aktivitas ini manajerialnya diwadahi dalam perangkat organisasi berstatus lembaga, yakni Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU)," terangnya.


Rais MWCNU Kaliwungu KH Fauzi Shodaqoh menjelaskan, kegiatan BM di Kaliwungu diselenggarakan dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Shafar dan Rajab, tempatnya berpindah atau bergiliran dari ranting ke ranting.


"Kami sangat bangga dan berbahagia dengan munculnya kader-kader kiai muda dan santri senior yang tampil dalam BM MWCNU Kaliwungu diharapkan kelak mereka menjadi pemimpin NU  yang mumpuni," ucapnya.


Ketua LBMNU Kaliwungu KH Ghufron Cholil yang juga salah satu Pengasuh Pesantren Aris Kaliwungu mengatakan, bahsul masail pada bulan ini membahas tentang waqaf yakni hukum penjualan tanah waqaf.


"Pesertanya para kiai utusan dari sembilan ranting NU dan para santri senior utusan dari pesantren yang ada di Kaliwungu," pungkasnya.


Penulis: Samsul Huda


Regional Terbaru