• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 19 April 2024

Regional

Harlah Ke-96, Madrasah TBS Kudus Gelar Temu Alumni dan Ngaji Bareng Masyayikh

Harlah Ke-96, Madrasah TBS Kudus Gelar Temu Alumni dan Ngaji Bareng Masyayikh
Harlah ke-96, Madrasah TBS Kudus gelar temu alumni dan ngaji bareng (Foto: NU Online Jateng/Alvin)
Harlah ke-96, Madrasah TBS Kudus gelar temu alumni dan ngaji bareng (Foto: NU Online Jateng/Alvin)

Kudus, NU Online Jateng
Memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-96, Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus menggelar 'Temu Alumni dan Ngaji Bareng Masyayikh', Ahad (16/1). Kegiatan yang digelar di Aula Madrasah Aliyah TBS Kudus dihadiri para masyayikh, pengurus yayasan, dewan guru, dan tamu undangan alumni lintas generasi dan wilayah.


Pengasuh Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus KH Ulil Albab Arwani mengajak para alumni untuk memperbanyak infaq jika inin kaya. Dirinya menegaskan bahwa jihad yang pertama adalah dengan harta benda.


"Di Al-Qur'an ataupun hadits, jihad yang pertama adalah harta benda, bukan pikiran, badan, tapi harta benda. Dan infaq diniati perjuangan," ujarnya.


Menurutnya, salah satu cara agar bisa kaya memperbanyak infaq dan sedekah. "Kalau pengen kaya, semestinya banyak infaq. Infaq itu akan diganti oleh Allah, ini yang sering kita tidak percaya. Allah pasti akan mengganti, bahkan akan dilipatgandakan lebih banyak," jelasnya. 


KH Hasan Fauzi dalam mauidzahnya mengajak para alumni untuk senantiasa berkhidmah kepada madrasah. "Para alumni monggo sami-sami untuk khidmah kepada madrasah. Khidmah tidak harus mengajar di sini, nyaponi, tidak. Tapi khidmah saged melalui menjaga nama baik madrasah, niku juga khidmah," ucapnya.


Kiai Hasan Fauzi menegaskan bahwa khidmah itu kunci barakah. "Al-khidmah miftahul barakah. Khidmah itu kunci keberkahan. Jika kita khidmah ke madrasah, keberkahan akan muncul," tegasnya.


Dirinya mencontohkan bahwa Kiai Khudori itu bisa memiliki santri ribuan berkah khidmah. "Kiai Khudori itu pernah mengatakan, kalau beliau bisa seperti itu, bisa buat pondok, memiliki santri ribuan. Itu berkah khidmah ke Mbah Ma'shum. Dengan ngisi kulah-nya Mbah Ma'shum," jelasnya.


Senada dengan itu, KH Arifin Fanani mengajak para alumni untuk selalu mengingatkan dalam kebaikan. "Saya mengajak untuk selalu mengingatkan kepada adik-adik kelasnya baik yang sudah lulus ataupun yang belum. Jangan bosan-bosan untuk selalu mengingatkan kebaikan," ajak Pengasuh Pesantren Ma'had Ulumus Syar'iyyah Yanbu'ul Qur'an (MUS-YQ) Kudus.


Dirinya juga berpesan kepada alumni untuk menjadi orang baik. "Jangan tersenyum kepada orang yang buta dan jangan berbisik kepada orang yang tuli. Memang penting jadi orang penting, tapi lebih baik jadi orang baik," pesannya.


Pengirim: Alvin Jauhari
Editor: M Ngisom Al-Barony
 


Regional Terbaru