• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 19 April 2024

Regional

Ajak Pak Bhabin, Kemenag Jateng Gencarkan Kampanye Moderasi Agama

Ajak Pak Bhabin, Kemenag Jateng Gencarkan Kampanye Moderasi Agama
Dialog moderasi beragama Kemenag Jateng (Foto: istimewa)
Dialog moderasi beragama Kemenag Jateng (Foto: istimewa)

Semarang, NU Online Jateng

Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah terus menggencarkan gerakan penguatan moderasi beragama di berbagai program dan setiap kesempatan. Tak tanggung-tanggung, kali ini mengajak Youtuber Polisi Motret Polres Purworejo, Aipda Herman Hadi Basuki atau yang dikenal dengan Pak Babhin.

 

“Era digitalisasi 4.0 ini membutuhkan pondasi yang kuat, untuk menjaga keseimbangan. bagaimana kita dapat berselancar di dunia maya menyuarakan moderasi beragama, sehingga dapat tercipta harmoni dalam kehidupan beragama,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jateng H Musta'in Ahmad.

 

Musta'in mengatakan hal itu dalam salah satu program yang terpusat dari Glasnost Resto Candi Golf Semarang dan disiarkan langsung melalui channel Youtube dan akun intagram Kemenag Jateng dan tapping di salah satu televisi swasta lokal, Kamis (18/3).

 

Menurut orang nomor satu di Kemenag Jateng ini, kampanye implementasi moderasi beragama di semua lapisan masyarakat Jawa Tengah sangat penting digiatkan di era yang serba canggih ini. Sebab, moderasi beragama sesungguhnya berakar dari Al-Qur’an yang disebut dengan wasathiyah diambil dari kata ummatan wasathan (umat yang moderat). "Secara kebahasaan, wasath adalah posisi tengah di antara dua sisi bersebelahan," ujarnya.

 

Peran semua tokoh masyarakat, menurutnya memberikan warna islam yang ramah di medsos. Hal itu sebagaimana yang telah dilakukan oleh Kemenag Jateng dalam akun media sosial. “Sosmed yang begitu luas cakupannya harus sejalan dengan kearifan kita. Kemenag menggandeng para penyuluh lintas agama, remaja masjid, membekali mereka dengan memberikan pemahaman dan bimbingan yang baik sehingga bisa mengabarkan, mengisi informasi Sosmed tentang kebaikan-kebaikan,” urainya.

 

Mantan Wakil Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jateng ini pun menegaskan kebangsaan, keagamaan, cinta tanah air, serta berketuhanan yang maha esa sebagai landasan utama dalam kehidupan bernegara. “Satu tarikan nafas kita haruslah berisikan berkebangsaan dan keagamaan, keduanya harus sejajar, tidak boleh ada yang mendahului,” tegasnya.

 

Untuk itu, menurutnya harus ada kreasi atau terobosan dalam kampanye moderasi beragama. Salah satunya dengan menggadeng tokoh viral seperti Youtuber Polisi Motret Polres Purworejo, Aipda Herman Hadi Basuki. Juga, mengajak pegiat moderasi seperti Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jateng, KH Taslim Syahlan, dan representasi golongan muda seperti Ketua Perhimpunan Remaja Masjid (Prima) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jateng, Ahsan Fauzi.

 

"Di antara tanda-tanda kedewasaan adalah mampu hidup bersama dengan orang yang beda. Agama hadir menginspirasi umat rukun, bersatu untuk Indonesia maju," tegasnya.

 

Hal senada ditegaskan Ahsan Fauzi sebagai orang nomor satu di Prima DMI Jateng. Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jateng ini juga gencar menyuarakan moderasi beragama bersama remaja masjid lainnya.

 

“Masjid tidak hanya sebatas tempat shalat, masjid punya peran luas, salah satu peran pentingnya ialah sebagai rumah moderasi bahkan untuk seluruh agama. Bicara tentang moderasi agama, sejak dini harus ditanamkan pada diri sendiri, maka pemanfaatan sosmed pun juga untuk penyampaian pesan baik tentang moderasi agama,” ungkapnya.

 

Tak kalah hebat, Aipda Herman Hadi Basuki atau yang biasa dipanggil Pak Babhin juga ikut ambil andil dalam urusan moderasi beragama di era digital 4.0. Pria asal Purworejo ini eksis di dunia maya dengan konten komedinya di media sosial. Selain pekerjaan formalnya sebagai seorang Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di wilayah Purworejo, ia juga aktif membuat konten dengan tujuan pembinaan masyarakat melalui komedi.

 

“Sebagai Bhabinkamtibmas yang selalu keluar masuk kampung, saya sering berkomunikasi dengan masyarakat, namun karena keterbatasan waktu saya hanya bisa menjangkau beberapa daerah saja setiap harinya, maka saya berupaya untuk berselancar dalam sosial media untuk memberikan pembinaan secara lebih luas,” ungkap

 

Menurutnya, kreativitas penyampaian pesan dalam bentuk video komedi bisa diterima dengan baik oleh masyarakat, khususnya Jawa Tengah. Penggunaan bahasa daerah juga mampu memperat Pak Bhabiin dengan para penonton setianya. Cara ini juga gunakan untuk kampanye moderasi beragama.

 

“Kita sepakat semua agama mengajarkan hal-hal baik, begitu juga ketika saya membuat konten untuk menyampaikan hal-hal baik dengan cerita yang ringan dan menghibur, namun jangan sampai konten yang kita buat memperburuk citra diri maupun instansi,” ungkap Pak Bhabin.

 

Sementara, Taslim meminta masyarakat untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. "Beragama itu ger-geran, jangan gegeran. Mari kita terus tingkatkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia tercinta," ajaknya.  

 

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat 

Editor: Ahmad Mundzir


Regional Terbaru