• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Rabu, 28 Februari 2024

Opini

Tumbuhkan Sikap Toleransi dalam Bingkai Moderasi Beragama

Tumbuhkan Sikap Toleransi dalam Bingkai Moderasi Beragama
Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi

Pandemi Covid-19 sampai saat ini belum kunjung usai. Padahal pemerintah sudah melakukan berbagai cara untuk menghilangkan pandemi ini dari Indonesia, tetapi hal itu belum membuahkan hasil yang maksimal. Hal ini dapat diartikan layaknya pandemi yang belum hilang sepenuhnya. Namun banyak masyarakat yang kini mulai mengabaikan protokol kesehatan (prokes) yang mana tindakan tersebut justru akan memicu dan membahayakan banyak kalangan. Selain itu tidak kompaknya gerakan masyarakat dan pemerintah justru akan menimbulkan permasalahan baru.


Pada masa pandemi masalah demi masalah berdatangan tanpa ada jeda. Seolah-olah pandemi juga sebagai batu loncatan untuk menimbulkan suatu permasalahan bagi pihak berkepentingan. Permasalahan yang kian parah di negara Indonesia yakni minimnya sikap toleransi antarumat beragama. Hal ini dibuktikan dengan sikap egoisme masing-masing orang pada agamannya sendiri dan masih menolak keras akan suatu pendapat dari agama lain.


Padahal sikap seperti itu jika diteruskan dari zaman ke zaman akan menimbulkan perpecahan antar umat beragama. Sedangkan, yang kita tahu bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang terdiri dari berbagai macam agama atau bisa dikatakan negara beragama. Dalam artian kita sebagai warga negara Indonesia hidup dengan lingkungan yang bermacam-macam agama. Maka sudah sepatutnya kita mampu menghargai satu sama lain.


Entah dalam hal berkehidupan sehari-hari ataupun berdialektika di suatu forum. Perbedaan banyak hal membuat kita harus paham dengan yang namanya toleransi. Sikap tersebut dapat dikembangkan dalam bentuk pendidikan apapun, asalkan tidak menyimpang dari nilai-nilai toleransi itu sendiri. Seperti halnya pada masa sekarang masih hangat dengan perbincangan tentang moderasi beragama. Moderasi beragama ini merupakan suatu gagasan modern bertujuan untuk memperbaiki pola gerakan masyarakat menuju kehidupan yang damai dan tentram tanpa adanya suatu masalah. Selain itu berbagai macam masalah dapat diselesaikan dalam bingkai moderasi beragama dengan berbagai macam aspek yang ada dalam poin moderasi itu sendiri. Salah satunya pendidikan moderasi beragama dalam poin toleransi. Hal ini perlu ditekankan pada generasi muda, karena merekalah yang akan membawa Indonesia di masa depan.


Pendidikan toleransi berbalut moderasi ini seharusnya mampu terjun dan menyasar ke kalangan anak-anak. Bukan hanya kalangan dewasa, tenaga pendidik, mahasiswa, atau dosen saja. Mengingat edukasi toleransi memang sudah wajib didapatkan sejak dini. Hal ini tergantung pengemasan model materi pendidikan yang akan Kalaupun memang targetnya anak-anak, maka model pendidikan yang akan disajikan haruslah diselingi dengan permainan. yang mengandung nilai-nilai toleransi.


Pentingnya pendidikan toleransi sejak dini bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai toleransi dalam berkehidupan. Bersikap menjadi warga negara yang mampu menghargai perbedaan pendapat antarumat beragama. Selain itu mampu mendamaikan perseteruan yang terjadi akibat perbedaan. Dan belajar mengakui adanya perbedaan, karena berbeda itu bukan berarti musuh atau lawan yang menanamkan jiwa-jiwa semboyan negara Indonesia. 


Jika berbicara perbedaan atau toleransi, maka kita tidak bisa jauh dengan namanya semboyan negara tercinta ini, yakni Bhineka Tunggal Ika. Semboyan tersebut memiliki arti berbeda-beda tapi tetap satu jua. Hal itu telah tertulis dengan jelas, bahwa Indonesia harus mampu berjalan beriringan meskipun banyak perbedaan dalam negara ini. Selain itu Indonesia juga terdiri dari berbagai macam ras, suku, budaya dan agama, maka dari itu marilah kita ajarkan nilai tolerasi dalam berbalut moderasi beragama pada lingkungan sekitar. Agar negara ini kelak menjadi negara yang mampu menghargai suatu perbedaan dan negara damai tanpa perseteruan. Selain itu, tetap jagalah kesehatan dan patuhi protokol kesehatan. Mengingat pandemi belum berakhir, cuma masih agak mereda saja. Wallahu a'lam bis shawab

 


Rahmat Ade Putra, mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang rahmatadeputra675@gmail.com


Opini Terbaru