• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 7 Oktober 2022

Nasional

NU Jateng: Harlah NU Sejatinya untuk Baca Sejarah Perjuangan para Ulama

NU Jateng: Harlah NU Sejatinya untuk Baca Sejarah Perjuangan para Ulama
Peringatan Harlah NU di Kabupaten Kendal (Foto: NU Online Jateng/Insan Al-Huda)
Peringatan Harlah NU di Kabupaten Kendal (Foto: NU Online Jateng/Insan Al-Huda)

Kendal, NU Online Jateng
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng HM Muzamil mengingatkan, merayakan hari lahir atau harlah NU sebenarnya adalah kembali membaca manaqib, sejarah perjuangan para ulama pendiri NU sejak mulai proses, lahir, dan masa-masa awal perjuangan.


"Hadratus Syekh KH Hasyim Asy'ari adalah pribadi yang alim al-alamah, namun Rais Akbar NU itu lembah manah. Jika berdoa, Mbah Hasyim mengatakan kepada jamaah, saya tidak tahu doa siapa yang terkabul, boleh jadi doa saya, dan boleh jadi bukan doa saya. Karena itu kita sering berdoa bersama," ujarnya.


Hal itu disampaikan pada acara peringatan Harlah NU yang dihelat PCNU Kabupaten Kendal Bersholawat di Stadion Utama Kendal, Jumat malam (4/3). 


Dijelaskan, dalam mengatasi berbagai hal terutama dalam mengelola organisasi, Mbah Hasyim Asy'ari juga melakukan musyawarah dan berkonsultasi kepada para ahli kasyaf, sehingga keputusan yang diambil dapat tepat dan lebih bermanfaat untuk orang banyak.


"NU bisa besar seperti sekarang ini karena hasil riyadhah dan mujahadah ulama terdahulu. Selain karena ditopang oleh persatuan ulama, adanya kader yang siap menjalankan titah ulama dan kebijakan organisasi yang diarahkan untuk mencapai kemaslahatan umat," tegasnya.


Pimpinan Group Rebana Azzahir Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf di hadapan puluhan ribu Nahdliyin menyampaikan, warga NU jangan mau dipecah belah, harus bersatu bersama para alim ulama. 


"NU adalah tempatnya mengaji kepada para habaib dan para kiai, jangan mudah menyebarluaskan berita-berita yang dapat memecah belah persaudaraan sesama warga," ucapnya.


Disampaikan, saat ini warga NU harus waspada bahwa banyak upaya dilakukan pihak yang tidak bertanggungjawab untuk memecah belah antara habaib dan kiai dan antara ulama dan jamaah. 


"Tujuannya adalah untuk menghancurkan bangsa dan negara kita. Jika NU pecah, maka bangsa kita juga akan pecah, ini jangan sampai terjadi," pungkasnya.


Kegiatan Peringatan Harlah NU tingkat Kabupaten Kendal menghadirkan grup Maulid Simtud Durar asal Kota Pekalongan pimpinan Habib Ali Zainal Abidin Assegaf yang juga menantu Habib Luthfi bin Yahya. Puluhan ribu Zahirmania memadati Stadion Kendal menyenandungkan shalawat dan beberapa lagu favorit seperti yalal wathon dan mars Banser.


Pengirim: Insan Al-Huda
Editor: Samsul Huda


Nasional Terbaru