• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 7 Oktober 2022

Nasional

Kiai Ulil Albab Jelaskan Keutamaan Ngaji dan Ngajar Al-Qur’an

Kiai Ulil Albab Jelaskan Keutamaan Ngaji dan Ngajar Al-Qur’an
KH Ulil Albab Arwani di acara haul ke-35 Kiai Syamsuri Dahlan di Pesantren Sirojuth Tholibin, Brabo, Tanggungharjo, Grobogan,(Foto: NU Online Jateng/Aldi)
KH Ulil Albab Arwani di acara haul ke-35 Kiai Syamsuri Dahlan di Pesantren Sirojuth Tholibin, Brabo, Tanggungharjo, Grobogan,(Foto: NU Online Jateng/Aldi)

Grobogan, NU Online Jateng
Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kudus KH M Ulil Albab Arwani menjelaskan keutamaan mengaji dan mengajar Al-Qur’an yang bersumber dari hadits Nabi Muhammad Saw kepada Sahabat Ali Karamallahu Wajhah. 


“Sebagai umat muslim, kita semua diperintah untuk mengaji dan mengajarkan Al-Qur’an. Bahkan para sahabat Nabi, termasuk sahabat Ali yang tidurnya saja mengigau dengan bahasa arab, dan mendapatkan julukan babul ilmi juga diperintah yang sama dengan mengaji dan mengajarkan Al-Qur’an,” ujarnya.


Penjelasan itu disampaikan dalam kesempatan Haflah Khatmil Qur'an ke-34 dan Haul ke-35 Kiai Syamsuri Dahlan di Pesantren Sirojuth Tholibin, Brabo, Tanggungharjo, Grobogan, Selasa (20/9/2022).


Kiai Ulil kemudian mengutip hadits, perintah Nabi kepada Sahabat Ali tersebut berbunyi:


يا علي تعلم القرآن وعلمه الناس فلك بكل حرف عشرة حسنة


Artinya: Hai Ali mengajilah kamu, kalau kamu sudah bisa (mengaji), ajarkanlah Al-Qur’an. Maka setiap huruf yang kamu ajarkan akan mendapatkan 10 kebaikan.


“Bayangkan, baru dengan mengajarkan lafadz basmalah yang dengan 19 huruf saja. Kita bisa mendapatkan 190 kebaikan,” jelas Pengasuh Pesantren Tahfid Yanbu’ul Qur’an Kudus ini.

 
Selain 10 kebaikan dari tiap huruf yang diajarkan, Kiai Ulil Albab menyampaikan mengajarkan Al-Qur’an juga akan mendapatkan keutamaan lainnya, yakni wafat dalam keadaan syahid.


“Kata Nabi maksudnya adalah ketika wafat adalah wafat secara syahid. Sehingga dalam hal mengaji dan mengajarkan Al-Qur’an dapat dikategorikan wafatnya orang tersebut dalam keadaan syahid akhirat,” terangnya.


Keutamaan tersebut masih dipertegas lagi yakni ketika wafat dan telah dikuburkan. Orang yang mengaji dan mengajarkan Al-Qur’an ketika dalam kuburnya, akan diziarahi oleh para malaikat. 


"Bahkan dijelaskan dalam pesan Nabi Muhammad kepada Ali tersebut bahwa digambarkan kedatangan malaikat ke alam kubur, bagaikan manusia yang datang menziarahi baitul atiq (Ka'bah). Meski keadaan panas ataupun hujan, orang-orang tetap bersemangat melaksanakan umrah ataupun haji dengan melaksanakan tawaf terhadap Ka'bah," ucapnya.


Kiai Ulil Albab Arwani selanjutnya memberikan pesan bahwa atas hadits Nabi Muhammad Saw tersebut. "Hendaknya kita terus bersemangat dalam mengaji dan mengajarkan Al-Qur’an. Karena pesan mendalam yang disampaikan Nabi Muhammad kepada Sahabat Ali secara gamblang menekankan pentingnya mengaji dan mengajarkan Al-Qur’an," pungkasnya.


Pengirim: Aldi Rizki Khoiruddin


Nasional Terbaru