• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 4 Desember 2022

Regional

Dai Aswaja Solusi Rawat Kebinekaan di Indonesia

Dai Aswaja Solusi Rawat Kebinekaan di Indonesia
Kegiatan wisuda dai aswaja di PCNU Grobogan (Foto: Dok)
Kegiatan wisuda dai aswaja di PCNU Grobogan (Foto: Dok)

Grobogan, NU Online Jateng
Indonesia saat ini menjadi rujukan dunia dalam menempatkan agama sebagai bagian dari berbangsa dan bernegara, saling mengisi dan bersinergi sehingga mampu merawat keutuhan bangsa dengan rasa cinta tanah air.


Ketua Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jawa Tengah HM Aji Nugroho mengatakan, cinta tanah air yang kuat dan salah satu kekuatan itu sangat diwarnai oleh para penceramah agama yang tawasuth, tasamuh, dan taadul dalam beramar ma'ruf nahi mungkar. 


"Sehingga setiap ajakan dakwah yang disampaikan berbanding lurus dengan sikap dan perilaku keberagamaan yg konstruktif dalam menumbuhkan ketulusan rasa cinta terhadap negeri Indonesia," tegasnya. 


Hal itu disampaikan saat dirinya memberikan pengarahan dalam kegiatan wisuda Pendidikan kader Dai Nahdlatul Ulama (PKDNU) LDNU Grobogan di Gedung PCNU Grobogan yang dihadiri oleh segenap wisudawan sebanyak 120 peserta baru-baru ini.


Dalam siaran pers ke NU Online Jateng, Kamis (18/8/2022) Kiai Aji mengatakan, esensi dasar dari pemaknaan hubbul wathan minal iman yang tidak hanya berhenti pada tataran jargon saja, namun terejawantahkan dalam setiap gerakan dakwah yang disampaikan oleh para dai Nahdlatul Ulama damai dan mencerahkan.





"Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para ulama terdahulu dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar dan identitas negara. Sehingga potensi perpecahan dapat diatasi dengan baik, karena mereduksi makna persatuan tidak ekslusif satu identitas saja tapi inklusif semua identitas yang memiliki tujuan sama yaitu menempatkan manusia pada posisi kemanusiannya," terangnya. 


Menurutnya, ada tiga hal dalam menyemaikan tugas dai aswaja yakni pertama kewajiban para Dai NU dalam menyebarkan paham Aswaja an-Nahdliyah untuk merawat harmoni bangsa melalui dakwah yang toleran, adaptif dengan budaya dan tradisi masyakat, anti kekerasan, dan memiliki semangat nasionalisme yang tinggi.


"Kedua, mempertahankan turast sebagai rujukan sekaligus mempertegas sanad keilmuan agama dalam mengadaptasi perkembangan zaman dan tantangan globalisasi, sehingga memberikan pemahaman yang baik tentang kontribusi ulama nusantara yang berperan aktif dalam menjaga negeri ini," tegasnya.


Ketiga lanjutnya, sinergitas dakwah dengan program yang telah dicanangkan struktural NU dalam membumikan aswaja di belantara nusantara ini, tanpa mengabaikan program yang telah disusun oleh pemerintah. 


"Ketiga hal ini saling terkait dan melengkapi. Karena masa depan agama saat ini dan masa yang akan datang sangat bergantung kepada para juru bicara agama," ungkapnya. 


Ketua LDNU Grobogan periode 2018-2022 Kiai Munawwir menjelaskan, dalam membumikan ajaran aswaja an-nahdliyah perlu banyak agen sehingga kebutuhan masyarakat terkait problem keagamaan dapat terjawab.


"Sesuai dengan kebutuhan yang ada dan dan tuntutan perkembangan zaman, PKDNU merupakan solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan," beber Munawir.


Menurutnya, sikap Pemkab Grobogan yang mendukung acara Lembaga Dakwah NU cukup membanggakan. Karena dengan kegiatan tersebut tumbuh pengetahuan, pengalaman, dan ilmu baru dalam mengembangkan keahlian dalam berdakwah.


"Bahkan, ke depan Pemkab Grobogan akan support kegiatan PKDNU, sehingga agen-agen dakwah moderat semakin banyak di Grobogan," pungkasnya.


Regional Terbaru